Sehari setelah pemberitaan Kades Pematang Terang jarang berkantor membuat sang Kades merasa seperti kebakaran jenggot dan coba - coba ancam penulis berita tersebut.
Lammar Tua Silaen selaku Kades Pematang Terang melalui pesan Whatsapp dengan nomor 0822 8343 ×××× kepada wartawan Utamanews.com mencoba menampilkan ancaman pesan Whatsapp dengan nada ancaman.
"Gas lae ma, siap do au disi" serta menantang untuk menerbitkan berita yang lebih seram lagi.
"Ga takut, yang lebih seram lagi di timbul kan", tulisnya dengan tidak menjaga lisan seorang Kades berbicara dengan awak media dengan gaya preman menantang awak media Utamanews.com.
Menurut masyarakat, semenjak Lammar Tua Silaen menjabat Kades Pematang Terang dari tahun 2020 yang lalu hingga 2022 saat ini terkesan tidak transparan dengan segala bentuk kegiatan dan penggunaan anggaran Dana Desa dan anggaran - anggaran yang lain hingga seperti menjadi proyek - proyek antar keluarga dan rekanannya yang hanya menguntungkan pihak pribadi dan kelompoknya.
Kegiatan penggunaan anggaran fisik yang ada selama ini baik yang sudah dikerjakan oleh rekanannya atau yang sudah dikerjakan sendiri terkesan hanya untuk keuntungan kelompoknya saja dan tidak adanya papan informasi di lokasi pekerjaan.
Salah satu tokoh masyarakat Op. S (70) warga dusun 3 Desa Pematang Terang mengatakan, "Klo masalah pemberitaan sah - sah aja selama itu dengan fakta dan nyata di lapangan dengan berbagai narasumber, jika tidak benar ya silahkan dibantah, tapi kalau menantang untuk diberitakan lagi dengan yang lebih seram itu namanya gaya - gaya preman, Bapak Presiden Jokowi saja bisa diberitakan "
"Aapakah kades itu orang yang spesial di kecamatan ini?" ungkapnya.
Melihat dari jumlah anggaran pada T.A 2021 senilai Rp1.227.238.480.00 (Satu Milyar Dua Ratus Tiga Puluh Delapan Juta Empat Ratus Delapan Puluh Rupiah) yang secara gelondongan pada spanduk informasi di balai desa dengan 5 item kegiatan, terkesan ada kejanggalan dalam pengerjaan fisik dan juga penyerapan anggaran tersebut.