Diduga Satu SKT Untuk Semua Verifikasi APL
Taput (utamanews.com)
Oleh: W. Simanungkalit
Jumat, 17 Jul 2020 14:17
Penebangan pinus di bawah perbukitan wisata Salib Kasih, menjadi pertanyaan legalitasnya. Disebabkan, selama kurang-lebih tiga bulan ini pembukaan jalan dan penebangan kayu bulat pinus beraktifitas. Laporan masyarakat ini langsung ditinjau ke lokasi kurang dari 20 menit dengan kendaraan roda dua dari Tarutung.
Dari pantauan UTAMANEWS di lapangan, terlihat alat berat berupa Beko, mobil Colt Diesel dan Mobil menarik kayu. Dijumpai seorang pekerja disana, membenarkan adanya pembukaan jalan ke lokasi penebangan kayu pinus tersebut. "Kita membuka jalan ini untuk mengambil kayu masyarakat", kata pria bermarga Simorangkir tersebut.
Ketika dipertanyakan legalitas kawasan, J.Simorangkir menjawab, "Ini APL (Areal Penggunaan Lain) dari tanah masyarakat", ungkapnya
Untuk menggali kebenarannya, UTAMANEWS bertanya kepada Kepala Desa Simorangkir Habinsaran yang diduga mengeluarkan surat keterangan tanah (SKT). "Sebelum saya mengeluarkan surat keterangan tanah, pihak kehutanan datang ke kantor desa. Ada warga saya hendak menjual pohon pinus kepada pengusaha bernama DA (inisial), dan untuk itu, saya mengajak BPD dan perangkat saya untuk mengetahuinya. Saya membenarkan adanya penebangan kayu tersebut milik seorang warga saya karena sudah saya pertanyakan perihal tanah tersebut kepada beberapa warga saya dan batas-batasnya. Saya menegaskan, tidak ada selain MH (inisial) yang saya keluarkan SKT-nya", kata kepala desa.
Ketika dipertanyakan melalui seluler, perihal penebangan pohon pinus di bawah Salib Kasih, pihak KPH IV Leo Sitorus menerangkan. "Lokasi tersebut adalah APL dan pihak KPH XII yang memverifikasinya. Kita sudah memperingatkan tiga minggu lalu agar mereka mengurus verifikasi budidaya tanaman. Dan juga, kita Jumat kemarin sudah melarang mereka sebelum melakukan verifikasi budidaya tanam. Sekarang anggota saya sudah turun kelokasi untuk memantau adanya aktivitas di sana", terangnya.
Sampai berita ini terbit, pihak KPH XII Tarutung Elvin Situngkir, STP pada KPHL unit XVI Sumut tidak mau berkomentar.