Pengurus Lokal Badan Kerjasama (BKS) PGI-GMKI Pematangsiantar-Simalungun periode 2026-2031 resmi dilantik dalam momentum Hari Ulang Tahun ke-76 Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia di Kota Pematangsiantar, Senin (25/5/2026).
Pelantikan berlangsung penuh sukacita dan semangat kebersamaan. Momentum tersebut menjadi simbol penguatan gerakan oikoumene antara gereja dan Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia dalam menjawab berbagai tantangan pelayanan, sosial, hingga kebangsaan.
Kegiatan itu turut dihadiri langsung Ketua Umum BKS PGI-GMKI Firman Jaya Daeli, jajaran pimpinan sinode gereja, unsur Forkopimda Kota Pematangsiantar dan Kabupaten Simalungun, senior GMKI, kader GMKI, organisasi kepemudaan dan kemahasiswaan, organisasi kekristenan, serta tokoh masyarakat dari Pematangsiantar dan Simalungun.
Ketua BKS PGI-GMKI Pematangsiantar-Simalungun, Tumbur Sinaga, dalam pidatonya menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan untuk menjalankan amanah pelayanan tersebut.
“Kami menyadari bahwa tanggung jawab ini bukan sekadar jabatan organisasi, tetapi panggilan untuk bekerja dan melayani. BKS PGI-GMKI Pematangsiantar-Simalungun memiliki tugas penting dalam mendukung kaderisasi dan pelayanan GMKI, khususnya melalui penyediaan beasiswa bagi kader, pengelolaan aset-aset GMKI secara baik dan bertanggung jawab, serta menyediakan pelayanan pendeta mahasiswa sebagai pendamping spiritual bagi kader GMKI,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa gereja dan mahasiswa harus berjalan bersama dalam membangun generasi muda yang berintegritas dan memiliki kepedulian sosial di tengah masyarakat.
“Kami percaya bahwa gereja dan mahasiswa harus berjalan bersama dalam membangun generasi muda yang berintegritas, beriman, dan memiliki kepedulian terhadap masyarakat. Karena itu, kami berharap kepengurusan ini dapat menjadi wadah pelayanan yang aktif, solid, dan mampu memberikan manfaat nyata bagi kader, gereja, dan masyarakat luas,” katanya.
Tumbur juga memohon dukungan dan doa dari seluruh pihak agar kepengurusan yang baru dilantik dapat menjalankan tugas dan tanggung jawab dengan baik selama masa bakti lima tahun ke depan.
Sementara itu, Ketua Umum BKS PGI-GMKI, Firman Jaya Daeli, menekankan bahwa pelantikan tersebut harus menjadi titik awal lahirnya gerakan yang lebih responsif terhadap isu sosial, pendidikan, lingkungan, dan kebangsaan.
“Kita tidak boleh hanya besar dalam seremoni, tetapi juga harus besar dalam karya dan pengabdian. Dalam momentum Dies Natalis PGI pada hari ini, BKS PGI-GMKI Pematangsiantar-Simalungun juga harus mampu hadir di tengah masyarakat dan melakukan pelayanan, terkhusus dalam pengelolaan aset GMKI, penyediaan beasiswa bagi kader GMKI, dan memfasilitasi pendeta mahasiswa bagi GMKI,” tegas Firman.
Ia juga mengingatkan seluruh pengurus yang baru dilantik agar tetap solid dalam melaksanakan tugas dan pelayanan yang telah diembankan organisasi.
“Seluruh pengurus yang baru saja dilantik harus solid dalam melaksanakan tugas dan pelayanan yang sudah diembankan,” lanjutnya.
Adapun susunan Dewan Pengurus BKS PGI-GMKI Pematangsiantar-Simalungun periode 2026-2031 dipimpin oleh Tumbur Sinaga, SH sebagai Ketua, didampingi Wakil Ketua Pdt. Sunggul Pasaribu, M.Th., Pdt. Benjamin Sinaga, M.Th., dan Marganda Arjuna Putra Purba, S.Sos.
Posisi Sekretaris dijabat Mastiara Sihotang, S.Pd., R.FP., dengan Wakil Sekretaris Meliana Br. Gultom, M.Pd., serta Bendahara Elly Tetty Tobing, S.Pd. Kepengurusan juga dilengkapi sejumlah divisi, yakni Divisi Aset, Divisi Sumber Daya Manusia, dan Divisi Dana.
Selain dewan pengurus, organisasi tersebut juga memiliki Dewan Penasehat yang terdiri dari unsur pimpinan PGI-D Kota Pematangsiantar, BPC GMKI Pematangsiantar-Simalungun, tokoh gereja, akademisi, dan sejumlah senior GMKI.
Pelantikan pengurus yang dirangkaikan dengan peringatan HUT ke-76 PGI itu berlangsung penuh semangat kekeluargaan dan komitmen pelayanan. Seluruh rangkaian acara mencerminkan tekad bersama untuk memperkuat kolaborasi gereja dan mahasiswa Kristen dalam melayani masyarakat.
Momentum tersebut diharapkan menjadi langkah awal dalam memperkuat gerakan oikoumene, solidaritas, serta pengabdian gereja dan mahasiswa Kristen bagi masyarakat, bangsa, dan negara.
Semangat persatuan itu ditegaskan kembali melalui tema yang diangkat dalam kegiatan tersebut, yakni “Ut Omnes Unum Sint” yang berarti “Agar Semua Menjadi Satu” sebagaimana tertulis dalam Yohanes 17:21.