Masih ingat dengan anak 12 tahun hamil delapan bulan berinisial NH warga Kabupaten Langkat, yang sebelumnya diberitakan sudah hamil sekitar 8 bulan?!! Dari kabar yang diperoleh awak media, anak tersebut telah melahirkan pada Kamis (16/2) lalu.
Kehamilan NH ini pun sempat viral di media sosial melalui video yang beredar di TikTok yang diunggah oleh akun bernama Henny Kristiani Zega. Bahkan beberapa media pun ikut mengeksposnya.
Sebab, selain umurnya yang terbilang masih anak-anak, NH juga merupakan korban dari kekerasan seksual.
Kabar kelahiran ini pun disampaikan oleh Koordinator P2TP2A Langkat, Ernis Safrin Aldin saat dikonfirmasi awak media, Jumat (7/4).
"Ya, sudah melahirkan tanggal 16 Februari 2023 kemarin, anaknya sehat," ujar Ernis.
Ernis juga mengatakan, NH melahirkan di RSU Bidadari Kota Binjai yang beralamat di Jalan Perintis Kemerdekaan, Kelurahan Kebun Lada, Kecamatan Binjai Utara. Kini NH dan anaknya tengah mendapatkan perawatan dari Pemerintah Sumatera Utara.
"Anaknya dibawa ke salahsatu klinik penitipan anak di Kota Medan. Sedangkan ibunya di rumah penitipan Provinsi," ungkap Ernis.
Sebelumnya di video yang beredar di media sosial TikTok, tampak seorang wanita yang bernama Henny Kristiani Zega, orang yang merawat NH mengabadikan kegiatan anak 12 tahun ini.
Terlihat Henny dan NH bercanda dengan kondisi perutnya terlihat membesar.
"Udah dek mandi sana dulu dek, ntar lagi hujan, mandi dulu. Hati-hati di kamar mandi. Kalau ada petir bilang hai,” ucap Henny di akun Tiktoknya, Jumat (6/1) lalu.
Henny juga mengatakan telah merawat NH sejak 25 Desember 2022. Awalnya, dia mengetahui NH hamil dari suaminya.
"Kebetulan mereka (keluarga NH) tinggal di perkebunan tempat suami saya, kemudian mandornya di sana mengabari kejadian yang menimpa korban di sana ke suami saya," ujar Henny.
Gara-gara NH Hamil, keluarganya diusir oleh warga di sana. Selanjutnya, suami Henny memberi tumpangan keluarga NH di perkebunanya yang lain.
"Jadi bapak NH ini kan galau, karena mulai mendekati besar kehamilannya. Suami saya lalu cerita ke saya. Saya tergerak gitulah untuk ngebantu dia," ujar Henny.
"Mengingat lokasi di tempat NH di sana itu juga sangat tidak memungkinkan jauh dari kota. Kalau di sini (Kota Binjai) kalau terjadi apa-apa, secepat mungkin bisa ditangani medis," sambungnya.
Mengenai kronologi dan tindak lanjut proses hukum yang dialami NH, Henny menyerahkan sepenuhnnya ke pihak keluarga. Dia hanya fokus pada kesehatan NH saja.
"Saya fokus ke kesahatan NH aja dan puji Tuhan satu harian ini, semua sudah peduli dengan NH dari BBKBN datang dari PPA juga ada di sini memperhatikan NH," ujar Henny.
Dia berkomitmen untuk merawat NH hingga selesai persalinan. Namun dia juga tetap membuka akses bagi siapa saja yang ingin memberi perhatian kepada NH.
"Sampai sekarang ini kami merawat dia, tapi selanjutnya dari orang BBKBN tidak tahu mau seperti apa, masih dalam pembicaraan kami," ucap Henny.
Dia juga menerangkan, tujuannya menceritakan kisah NH media sosial semata mata untuk mengedukasi masyarakat agar lebih memperhatikan anaknya.
"Saya kepingin setiap orang tua lebih dekat lagi dengan anak, peduli sama anak, melindungi anak-anak. Terus bisa menjadi sahabat buat anak kita. Sedangkan kalau kayak masalah NH ini, karena orangtua, apakah sibuk dengan pekerjaan mereka kemudian komunikasinya kurang, pengawasan kurang, akhirnya bisa terjadi sampai larut masalahnya," tutupnya.