Jumat, 17 Agu 2018 09:07
  • Home
  • Sosial Budaya
  • 2 Tahun ABK KM. EME Ditahan Di Malaysia, Keluarga Tuntut Perusahaan Bertanggungjawab

2 Tahun ABK KM. EME Ditahan Di Malaysia, Keluarga Tuntut Perusahaan Bertanggungjawab

Tanjungbalai (utamanews.com)
Oleh: Suhendra S.
Senin, 09 Jul 2018 17:29
Suhendra
Merasa diabaikan pihak perusahaan pelayaran PT. Dewata Samudra Agung Perkasa, keluarga ABK KM. EME yang ditangkap oleh pihak keamanan Malaysia bersama Aktivis KIBAR Indonesia, berunjukrasa di depan kantor PT. Dewata Samudra Agung Perkasa Jl. Asahan Kota Tanjungbalai, Senin (10/7/2018).

Massa menuntut pihak perusahaan mengurus keluarga mereka yang telah 2 tahun ditahan di Malaysia. 

Para Istri ABK yang ditahan melampiaskan kemarahannya di depan kantor Dewanta Samudera Agung Samudera, dan menuntut kapan suami mereka dipulangkan.

"Kapan suami kami dipulangkan? Anak anak kami rindu sama ayahnya, sudah dua tahun lebih tidak berjumpa sama ayahnya. Uang kompensasi dari perusahaan hanya sekedar 300 ribu perbulan, itupun setelah 6 bulan suami kami ditahan, mana cukup uang segitu untuk biaya hidup kami sehari hari," tutur massa.


Kordinator Aksi, Alrivai Juherisa alias Aldo, meminta dengan tegas agar perusahaan bertanggung jawab atas pemulangan Kapal Camar Eme yang tertahan di Malaysia selama dua tahun lebih.

"Sampai kapan para ibu-ibu ini menunggu dan terus menuntut tampa ada kepastian yang jelas dari perusahaan. Apakah benar diurus? Kalau diurus maka ABK Kapal Eme agar segera dipulangkan kepada keluarga masing masing, dan sesegera mungkin memberikan hak-hak mereka yang wajib dikeluarkan oleh pihak perusahaan Dewanta Samudera Agung Perkasa selama di penjara 2 tahun ini," tuturnya.

Salah seorang istri ABK Kapal Eme, ibu Yanti menyampaikan kekesalannya terhadap pihak perusahaan PT. Dewata Samudra Agung Perkasa yang dianggap kurang maksimal.

"Sudah muak melihat para pengurus Dewata Samudera Agung perkasa, terlalu banyak janji-janji yang sudah diucapkan pihak perusahaan Samudera Agung Perkasa kepada kami selama dua tahun ini dan sampai saat ini satupun tidak ada yang bisa di pertanggung jawabkan oleh perusahaan tersebut", katanya.

Pengunjukrasa juga meminta agar PT Dewata Samudra bertanggung jawab atas keluarga yang ditangkap di perairan Malaysia dan tidak hanya membuat janji-janji.

"Sampai dengan sekarang tidak ada tindakan yang dilakukan sama sekali yang banyak janji janji yang diucapkan oleh direktur perusahaan, Robin, tangan kanan perusahaan PT Dewata Samudra, Dirman, dan diindikasi sebagai calo pekerja bernama Iskandar kepada pihak keluarga, hanya sebatas kata dalam pengurusan tenaga kerja ABK KM Camar EME ini dari perusahaan PT Dewata Samudra untuk penjemputan, sehingga membuat problem dalam ekonomi semakin mencekik keadaan keluarga yang ditinggalkan selama hampir 2 tahun ini," tambahnya.

Senada, DPD Koalisi Kibar Indonesia Kota Tanjung Balai, meminta dengan tegas dan menuntut janji janji perusahaan agar sesegera mungkin untuk memulangkan ABK Kapal Eme sebanyak 15 orang. "Kalau tidak, kami akan membuat aksi yang serupa dan membawa masa yang lebih banyak lagi. Dan menuntuk pihak perusahaan agar segera di periksa oleh pihak kepolisian khususnya Polres Tanjung Balai dan membuat direktur utama Perusahaan agar menjadi tersangka dan dipenjara, dituntut sesuai undang undang yang berlaku di Indonesia," tegasnya.

Saat dikonfirmasi, pihak perusahaan, Iwan menyampaikan bahwa ABK yang ditahan oleh pihak keamanan Negara Malaysia sudah dilakukan pengurusan agar secepatnya dipulangkan.

"Kami sudah mengurus kepulangan ABK EME yang ditahan pihak keamanan Malaysia melalui perwakilan perusahaan di Malaysia, namun pihak keluarga tidak bersabar. Sekarang 15 ABK yang ditahan di Malaysia sudah dipindahkan ke kantor imigrasi Malaysia dan tinggal menunggu SPLP (Surat Perjalanan Laksana Paspor) dari kedutaan Indonesia untuk diserahkan ke imigrasi Malaysia," tukasnya.

Editor: Roy S.

T#g:ABKmalaysiaTanjungbalai
Berita Terkait
  • Jumat, 10 Agu 2018 16:50

    Panglima TNI Jamuan Makan Malam Bersama Panglima Angkatan Tentera Malaysia

    Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. didampingi Ibu Nanny Hadi Tjahjanto melaksanakan jamuan makan bersama Panglima Angkatan Tentera Malaysia (ATM) YGhb Jeneral Tan Sri Dato' Seri Pan

  • Jumat, 10 Agu 2018 06:10

    Panglima TNI: Kerjasama Bilateral TNI dan ATM Tingkatkan Kemitraan Regional

    Kerjasama bilateral antara TNI dan ATM melalui forum tahunan Malindo HLC merefleksikan suatu interaksi yang positif dalam meningkatkan kemitraan regional guna mewujudkan keamanan regional kawasan ASEAN yang lebih kondusif, damai, stabil dan sejahtera.

  • Jumat, 10 Agu 2018 04:10

    Asian Games 2018 dan Rivalitas Suporter Indonesia-Malaysia

    Hubungan Indonesia-Malaysia berkali-kali memanas bukan karena sengketa perbatasan atau masalah keamanan negara yang terancam namun karena pertandingan sepak bola. Tingkat rivalitas kedua negara dalam

  • Jumat, 10 Agu 2018 00:10

    Panglima TNI Terima Kunjungan Kehormatan Panglima Angkatan Tentera Malaysia

    Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P menerima Kunjungan Kehormatan Panglima Angkatan Tentera Malaysia YGhg Jeneral Tan Sri Dato' Seri Panglima Haji Zulkifli Bin Haji Zainal Abidin di r

  • Rabu, 08 Agu 2018 19:08

    Bakamla RI-APMM Lancarkan Patkor Optima Malindo

    Sebagai bentuk komitmen Bakamla RI dalam payung kerja sama Tim Perancang Operasi Maritim (TPOM) antara Pemerintah Republik Indonesia dengan Pemerintah Malaysia, Bakamla RI bersama stakeholder pemangku

  • Sabtu, 04 Agu 2018 06:44

    Tangan Nelayan Tanjungbalai Putus Digilas di Rel Kereta Api, Diduga Mabuk

    Muhammad Irwansyah Lubis alias Topo (38), mengalami kecelakaan terlindas kereta api Putri Deli tujuan Medan dari Tanjungbalai.Peristiwa ini terjadi di simpang perumahan PNS, kelurahan Pasarbaru Kecama

  • Senin, 30 Jul 2018 07:30

    Badan Keamanan Laut Mengudara di Perbatasan RI-Malaysia

    Memanfaatkan momen kegiatan Sosialisasi Layanan Publik dan Pelestarian Lingkungan yang akan digelar di Sebatik, Kabag Humas dan Protokol Bakamla RI Kolonel Laut (KH) Drs.Toni Syaiful melakukan dialog

  • Jumat, 27 Jul 2018 21:07

    ABK Kapal Camar Eme Pulang dari Penjara Malaysia dengan dana keluarga

    Jamaluddin Jake (49) ABK kapal Camar EME pulang ke Indonesia dengan bantuan keluarga dan tidak ada sangkut paut dari pihak perusahaan kapal PT. Dewanta Samudera Agung Perkasa. "Saya pulang dengan

  • Kamis, 26 Jul 2018 21:26

    Direktur Operasi Laut Bakamla Beberkan Progress TPOM Pada Pertemuan Ke-66 COCC Malindo

    Direktur Operasi Laut Bakamla Laksma TNI Rahmat Eko Rahardjo, S.T., M.Tr(Han) selaku Ketua Tim Perancang Operasi Maritim (TPOM) Indonesia membeberkan kegiatan yang telah dilaksanakan TPOM periode 25 O

  • Selasa, 17 Jul 2018 20:37

    Partai Berkarya Daftarkan 25 Caleg ke KPUD Tanjung Balai

    Masa pendaftaran Calon Legislatif (Caleg) berakhir hari ini, Selasa 17 Juli 2018 pukul 24.00 WIB. Kesempatan yang diberikan oleh KPU dimanfaatkan oleh masing-masing partai untuk melengkapi berkas yang

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2018 https://utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak