Meningkatnya jumlah penderita demam berdarah dengue (DBD) di Kota Pematang Siantar menjadi perhatian khusus Plt Wali Kota Pematang Siantar.
dr Susanti Dewayani SpA menjenguk sekaligus memberi semangat kepada keluarga Hutagaol salah seorang warga Kelurahan Naga Pita yang anaknya meninggal dunia dikarenakan demam berdarah dengue (DBD), Rabu Sore (3/8/2022) di Rumah Kediaman bapak Hutagaol, Jalan Bhinneka, Kelurahan Naga Pita, Kecamatan Sintar Martoba.
Kedatangan Plt Kota Pematang Siantar dr Susanti Dewayani SpA yang didampingi Sekda Kota Pematang Siantar Budi Utari Siregar AP, mewakili Kadis Kesehatan dr Erika Silitonga, dan beberapa OPD serta Camat Siantar Martoba, Plt Lurah Naga Pita, Bhabinkantibmas serta Puskesmas ini juga memberikan bantuan sembako berupa Beras, Minyak, Telur dan Gula.
Pada kesempatan itu Plt Wali Kota Pematang Siantar dr Susanti Dewayani SpA berbincang dengan para warga yang turut melihat dan hadir serta menyampaikan bahwa musim hujan adalah musimnya nyamuk dan wabah seperti ini, mulai banyak di seluruh daerah.
"Untuk itu saya menghimbau untuk terus lakukan hidup bersih, terutama Menerapkan program 3M, yaitu menguras, menutup, serta mendaur ulang, dan jangan lupa hindari baju yang bergantungan dalam mencegah wabah demam berdarah,” paparnya.
Selain itu dr Susanti Dewayani SpA juga menghimbau kedepannya agar kesadaran akan kebersihan lingkungan menjadi prioritas utama untuk pencegahan berkembangnya nyamuk ini, bahwa untuk menanggulangi DBD akan lebih memaksimalkan partisipasi aktif masyarakat, termasuk sekolah dan organisasi yang ada di bawah naungan OPD terkait.
"Partisipasi masyarakat sangat diperlukan minimal menjaga lingkungan rumahnya sendiri," tegasnya.
Selanjutnya dr Susanti Dewayani SpA yang didampingi Sekda Kota Pematang Siantar Budi Utari Siregar AP meninjau jalan yang hampir putus hingga mengganggu drainase serta aktivitas warga sekitar di Kelurahan Aek Nauli Kecamatan Siantar Selatan.
Aktivitas warga yang menggunakan transportasi angkutan umum roda empat menjadi hambatan melewati Jalan (Aspal) yang sudah hampir terkikis aliran air yang menjadi penghubung drainase di bawah jalan tersebut. Jalan (Aspal) yang sudah hampir putus itu juga menjadi rawan kecelakaan bila tidak ditangani lebih lanjut.
“Peninjauan ini kami lakukan, bentuk kewajiban Pemerintah yang harus hadir di tengah-tengah masyarakat khususnya Kota Pematang Siantar. Kami melihat dan akan segera menindaklanjuti perihal ini yang merupakan menjadi kepentingan umum di Masyarakat, apalagi soal fasilitas umum untuk bersama,” terang dr Susanti sembari berbincang dengan dua warga yang merupakan Kepala RT yang ada di tempat serta didampingi Sekda, Camat Siantar Selatan, dan Lurah Aek Nauli.
Hal ini memperkuat Visi-Misi Kota Pematang Siantar yang Sehat, Sejahtera, dan Berkualitas agar cepat terwujud dan terlaksana sehingga masyarakat dapat merasakan dampaknya.