Mantan Menteri Energi, Iklim dan Lingkungan Hidup Negara Inggris Lord Zae Goldsmith bersama Dirjen Perhutanan Sosial dan Kehutanan Kementrian Lingkungan Hidup, serta Bambang Supriyanto dan Sekretaris Badan Restorasi Gambut dan Mangrove Ayu Dedi Utari tinjau lokasi kegiatan penanaman Mangrove di Desa Perupuk Kecamatan Lima Puluh Pesisir, Kabupaten Batu Bara, Selasa (05/03/2024).
Kunjungan Mantan Menteri dari Inggris sore itu, bersama rombongan Kementrian Lingkungan Hidup bersama unsur Pejabat Forkopimda Batu Bara, melakukan penanaman bibit Mangrove jenis Rhizopora Sp dari bibitan HKM kelompok Tani Cinta Mangrove yang diketuai Azizi.
"Azizi, selaku Ketua HKM kelompok Tani Cinta Mangrove bersama Plt. Kadis Perumahan dan Pemukiman dan Lingkungan Hidup (Perkim dan LH) Batu Bara Lendi Aprianto, S.T menyambut baik kedatangan mantan Menteri dari Inggris tersebut seraya berbincang-bincang pada rombongan tamu, dan mengitari seputaran ekowisata Mangrove di Batu Bara. Lalu menuju Menara Mangrove serta meneropong kondisi Pantai Laut Selat Malaka".
Mantan Menteri Energi, Iklim dan Lingkungan Hidup Negara Inggris Lord Zae Goldsmith saat jumpa pers dan sesi tanya jawab seputar Hutan Mangrove. Ia merasa terharu dan bangga dengan melihat tanaman Mangrove yang dipadu dengan agro wisata ditempat itu. Walaupun awalnya ia tidak mengenal Batu Bara. Namun karena rekomendasi dari Bapak Bambang Supriyanto hingga ia kesini.
"Selamat pada project yang luar biasa dan mempercayai bahwa project ini tidak hanya menjadi inspirasi bagi masyarakat lokal saja tetapi juga regional bahkan Internasional," sebut Lord Zae Goldsmith sembari mengatakan, bahwa Batu Bara merupakan contoh dan salah satu Ikon Agro wisata Mangrove di Dunia," sanjungnya.
"Terus terang saya tidak tau, mengenai Kabupaten Batu Bara. Tetapi setelah melihat langsung, ini sangat luar biasa dengan gerakan masyarakat yang mengumpulkan masyarakat menjadi kelompok bisa menjadi sebuah gerakan untuk lingkungan tetapi sekaligus untuk pendapatan masyarakat melalui agro wisata, pembesaran kepiting, kerang, batik Mangrove yang dapat membantu meningkatkan pendapatan masyarakat," jelas Lord Zae Goldsmith
Lebih lanjut Bangsawan Inggris ini mengemukakan, dari seluas 500 haktare tanaman Mangrove dari Desa Gambus Laut dan Desa Perupuk tentunya ini berkontribusi significant terhadap emisi karbon dunia," ulasnya dan ia menuturkan, bahwa kondisi ini, menjadikan masyarakat menjadi gerakan Internasional. Apalagi disaat ini dunia konsen pada temperatur yang naik," lanjut dia.
Ia juga apresiasi pada Kelompok Tani Cinta Mangrove di Batu Bara dengan kerja kerasnya hanya selama 7 s/d 9 tahun semua sudah bisa berubah, nilainya.
Sementara Lord Zae Goldsmith merespon harapan Ketua Mangrove Azizi, yang berencana membuat sekolah Non Formal Mangrove.
"Pendapat saya 100 persen support. Dan saya akan bantu. Lalu yang terpenting, Magic (ajaib) fungsi dari Mangrove, punya sesuatu besar sekali, oleh karena itu apakah kandungan karbonnya, dayvercitynya yang belum tau orang. Intinya, saya dukung School Mangrove," janji Lord Zae Goldsmith pada Ketua Azizi.