Kecamatan Sipoholon secara administrasi daerah kabupaten Tapanuli Utara memiliki 13 Desa dan 1 kelurahan. Dengan memiliki kemampuan dalam bidang pertanian, perikanan dan perkebunan. Dari berbagai usaha di kecamatan Sipoholon, juga memiliki bidang Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).
Dalam menangani masalah pembangunan dan kemampuan usaha tani berkelanjutan, pihak daerah kabupaten Tapanuli Utara memberikan berbagai pelatihan dan cara untuk peningkatan penghasilan masyarakat melalui hasil pertanian.
Begitu juga dengan pengelolaan kolam sebagai penghasil ikan, pihak daerah kabupaten Tapanuli Utara melakukan pelatihan dan cara untuk kemendirian masyarakat sebagai penghasil ikan dan bibit unggul.
Dalam hal UMKM, pemerintah kabupaten Tapanuli Utara melakukan beberapa hal pemberdayaan kepada pelaku-pelaku UMKM yang ada di kecamatan Sipoholon.
Banyaknya potensi yang terdapat di kecamatan Sipoholon, pihak pemerintah kabupaten Tapanuli Utara banyak melakukan pembangunan. Dalam ketersediaan air bersih dibangun Intek di wilayah Desa Sipahutar dengan dua reservoar dan bendungan, juga drainase Sidila ni Tano anggaran Kementerian PUPR.
Program Peningkatan lanjutan Pendidikan, pemerintah kabupaten Tapanuli Utara mengusulkan IAKN (Institut Agama Kristen Indonesia) untuk dijadikan Universitas Tapanuli Raya (UNTARA), juga beberapa pembekalan pada daerah objek wisata di kecamatan Sipoholon seperti Air Panas.
Dari banyaknya pembangunan peningkatan infrastruktur yang dilakukan pemerintah kabupaten Tapanuli Utara, pihak masyarakat yang ada disana sekitar Sipoholon sudah merasakannya dengan baik.
Hadir pada rapat Musrenbang Kecamatan ini Bupati Drs.Nikson Nababan,MSi, anggota DPRD Taput dapil II (Ombun Simanjuntak dan Gajal Hutauruk), Kepala OPD, Camat, Kepala Desa, tokoh masyarakat Sipoholon dan insan Pers.
Pada kesempatan kata sambutan ini, Ombun Simanjuntak mengingatkan mekanisme semangatnya Musrenbang ini.
"Diharapkan mekanisme rancangan pembangunan yang dihimpun dari Musrenbang Desa terakomodir di Musrenbang Kecamatan tetap berjalan baik", himbau DPRD Taput dapil II ini.
Dilanjutkan panitia pelaksana Musrenbang ini, dengan dilanjutkan menonton video perjalanan Bupati Taput membangun dan melayani masyarakat kabupaten Taput.
Kemudian Bupati Taput, menyampaikan kata sambutan dan sekaligus Bupati Taput membuka jalannya Musrenbang.
Pada kata sambutannya, Bupati menghimbau masyarakat Sipoholon agar ikut serta dalam pembangunan. Juga, meminta kekondusifan kepada warga dengan menjaga budaya 'Dalian na tolu'. Diawali Bupati dengan menghimbau semua Kepala Desa yang ada di Sipoholon.
"Sebenarnya saya sangat letih dari Jakarta lanjut ke Medan dan harus mengikuti Musrenbang Kecamatan Sipoholon ini. Yang mana kerinduan saya dengan Sipoholon ini, teringat sewaktu dulu saya menjelajahi wilayah Sipoholon. Yang mana dulu masih banyak jalan rusak, begitu juga perlunya jembatan penghubung", ungkap Bupati.
Bupati juga mengungkapkan, agar tanah yang dianggap hutan lindung bisa dikelola untuk peningkatan pertanian bisa diusulkan tanah adat. Yang dulunya SK 44 sekarang SK 579 banyak yang sekarang ini menjadi sertifikat hak milik masyarakat. Dari anggaran Dana Desa yang digunakan Desa, anggaran dari kabupaten bisa melakukan penganggaran daerah kabupaten Tapanuli Utara dengan melakukan penataan peningkatan pembangunan dengan menggunakan anggaran kabupaten Tapanuli Utara.
Isue lingkungan dan perlunya hutan untuk tangkapan air, Bupati menghimbau kepada masyarakat dan Kepala Desa agar menjaga keberlangsungan lingkungan dan hutan sekitar Sipoholon.
"Terkait penebangan kayu, kepala desa harus memperhatikan elevasi agar jangan sampai pohon sebagai tangkapan air tidak terganggu, merupakan sumber air bersih yang diperlukan masyarakat Taput disekitar Aek Sigeaon", kata Bupati Taput dikarenakan banyaknya media ribut dengan adanya penebangan kayu yang tidak memperhatikan kemiringan.
Perlu adanya perubahan secara masif, dalam pelayanan kepada masyarakat yang mana pihak Dinas Penduduk dan Catatan Sipil jemput bola dan juga pemuktahiran DTKS sempat dilontarkan Bupati.
Pemerintah kabupaten Taput mengalokasi anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) tahun 2023 sebesar Rp 8,5 Miliar untuk infrastruktur, drainase dan pembangunan lainnya.