Kementrian Perhubungan (Kemenhub) Republik Indonesia menetapkan Kota Medan sebagai salah satu kota di Indonesia yang masuk dalam Pilot Project Indonesia Sustainable Urban Transport Initiative (INDO SUTRI). Proyek Percontohan Inisiatif Transportasi Perkotaan Indonesia yang berkelanjutan ini dilaksanakan bertujuan untuk menciptakan sistem transportasi yang berkelanjutan sehingga diharapkan dapat memberikan pelayanan transportasi yang lebih baik bagi masyarakat.Demikian terungkap dalam upacara Penandatanganan Kesepakatan Bersama antara Sekretaris Jenderal Kementrian Perhubungan Leon Muhammad dengan Gubernur Sumatera Utara H. Gatot Pujonugroho ST dan Pelaksana Tugas Wali Kota Medan Drs H T Dzulmi Eldin S MSi di Ruang Kutai, Lantai 7 Gedung Karsa Kementrian Perhubungan Jalan Medan Merdeka Barat, Kamis (5/12).
Penandatangan Kesepakatan Bersama ini dilakukan setelah Gubsu dan Pelaksana Tugas wali Kota Medan menerima faximili berisi undangan langsung dari Kementrian Perhubungan No. UM.202/59/11 PHB 2013 tanggal 27 Nopember yang ditandatangani Sekjen Kemenhub Leon Muhamad.
Didampingi Kadis Perhubungan Kota Medan Renward Parapat, Eldin mengatakan secara konkret program ini akan menjadi contoh untuk transportasi massal yang ramah lingkungan dalam hal menurunkan efek gas rumah kaca dengan mengkoversi bahan bakar kenderaan dari BBM ke Bahan Bakar Gas (BBG). Untuk mensukseskan program ini tentunya harus dilakukan kerjasama dengan Kementrian Energi Sumber Daya Mineral dan Kementrian Perindustrian untuk soal converter kit-nya.
Eldin menjelaskan, terpilihnya Kota Medan menjadi percontohan proyek transportasi massal ramah lingkungan ini, salah satunya didasari oleh sejauh mana keberpihakan pemerintah kota setempat terhadap kebijakan transportasi massal. Selain itu dari sisi anggaran memadai untuk pengembangan angkutan umum, dan belum memiliki dukungan dari internasional.
Sementara itu menurut Kadishub Kota Medan Renward Parapat, program yang diprakarasai oleh Kementrian Perhubungan ini direncanakan akan diimplementasikan dalam jangka waktu yang cukup panjang. Artinya, ibukota Provinsi Sumatera Utara ini akan menjadi percontohan penurunan efek gas rumah kaca di bidang transportasi, terutama transportasi massal sebagai salah satu sumber emisi yang bergerak.
Dijelaskannya, program jangka panjang ini masih dalam tahap pembangunan sumber daya manusia (SDM). Sebelumnya, Renward mengatakan dirinya bersama dengan Kadis Perhubungan Sumut Anthony Siahaan bersama perwakilan dari Kota Manado dan Batam diundang secara resmi mengikuti kegiatan Capacity Development Mission di Jerman 8 s/d 16 September lalu.
Untuk diketahui, kegiatan tersebut telah diawali dengan MoU antara Pilot Project Indonesia Sustainable Urban Transport Initiative di Westin Hotel Nusa Dua Bali pada April 2013 lalu. Hingga ditunjuk kriterianya, kota Besar terpilih KotaMedan, kota sedang yaitu Manado dan kota berkembang yang terpilih adalah Batam. Bentuk kerjasama yang dilakukan di Bali itu, ditandai dengan penandatanganan Pilot Project Indonesia Sustainable Urban Transport Initiative (Indo Sutri) atau Proyek Percontohan Inisiatif Transportasi Perkotaan Indonesia yang berkelanjutan. (Hpm)