Sabtu, 23 Mei 2026
Amelia Nasution meregang Nyawa setelah mengikuti UN
Komnas PA: Dunia Pendidikan Berduka
MEDAN (utamanews.com)
Oleh: Rls Rabu, 12 Apr 2017 13:15
Jenazah almarhumah Amelia dijaga orangtuanya di RS Padang Sidempuan, Senin (10/4).
Dok

Jenazah almarhumah Amelia dijaga orangtuanya di RS Padang Sidempuan, Senin (10/4).

Kematian Amelia Nasution Siswi Kelas III SMK Negeri 3 Padang Sidimpuan Tapanuli Selatan setelah mengikuti Ujian Nasional 2017 menggambarkan betapa carut marutnya dunia pendidikan di Sumatera Utara, bahkan Indonesia, yang melanggengkan terjadinya kekerasan negara di lingkungan dunia pendidikan.

Demikian disampaikan oleh Arist Merdeka Sirait dari Komisi Nasional Perlindungan Anak melalui pesan elektronik pada Rabu, (12/4), menanggapi kematian siswa SMK, warga desa Batang Bahal, Sibuhuan Padang Sidimpuan, Tapanuli Selatan tersebut.

Amelia diduga bernasib malang, terpaksa nekat bunuh diri dan akhirnya tewas mengenaskan setelah mendapat perawatan 9 hari di RSUD Padang Sidimpuan. Amelia diduga bunuh diri akibat intimidasi dari para gurunya terhadap peran Amelia yang berani membocorkan kecurangan terhadap jawaban Ujian Nasional yang diduga dilakukan salah seorang gurunya.

Menurut cerita ayah kandung Amelia, Adha Yanuar Nasution, 46 tahun, beberapa hari setelah Ujian Nasional, Amelia sontak terlihat murung dan stres berat setelah mendapat tekananan dan ancaman dari gurunya bersama dua orang temannya yang lainnya.  
Akibat dari ancaman gurunya itu, Amelia ketakutan tidak akan lulus ujian nasional, akhirnya Amelia nekat mengakhiri hidupnya dengan cara menenggak racun rumput di belakang masjid, 100 meter tidak jauh dari rumahnya.

Setelah mendapat hasil Cepat Investigasi (quick investigation) yang didapatkan Komnas anak dari berbagai sumber yang dipercaya dan dari stakeholder dunia pendidikan di Padang Sidimpuan, Komisi Nasional Perlindungan Anak sebagai lembaga independen di bidang promosi, pemenuhan dan perlindungan anak di Indonesia menilai bahwa pelaksanaan ujian nasional telah menelan korban jiwa, merupakan pembiaran negara terhadap kekerasan negara dalam dunia pendidikan dan hak anak atas pendidikan. Dan Komnas Anak mengutuk keras terhadap perbuatan para guru yang telah mengintimidasi dan mengakibatkan Amelia meregang nyawa sia-sia pada Senin 10 April 2017. 

Atas peristiwa ini, Komnas Perlindungan Anak juga mendesak Walikota Padang Sidimpuan untuk segera mengungkap kepastian kematian Amelia dan patut memintai pertanggungjawaban dari pelaksana ujian nasional di SMK Negeri 3 Padang Sidimpuan dan segera memberhentikan pelaku dari dinas guru.

"Berdasarkan Ketentuan UU Sistim Pendidikan Nasional tahun 2003 dan UU No. 35 Tahun 2014 tentang  Perlindungan Anak serta untuk penegakan hukumnya, Komnas Perlindungan Anak segera berkordinasi dengan Polresta Padang Sidimpuan untuk melakukan proses penyidikan dan penyelidikan terhadap pelaksana ujian nasional di SMK Negeri 3 Padang Sidimpuan," kata Arist.
produk kecantikan untuk pria wanita

Merdeka Sirait meminta Walikota Padang Sidimpuan untuk segera melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan ujian nasional di Padang Sidimpuan pada pelaksanaan sebelum menelan korban lebih banyak lagi dan meminta kepada Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kota Padang Sidimpuan dan LPA di Kabupaten Tapanuli bagian Selatan  sebagai perwakilan Komnas Perlindungan Anak di Tabagsel untuk mengawasi secara intensif pelaksanaan ujian nasional tingkat SD dan SMP di seluruh wilayah hukum Tabagsel, dan segera melaporkan kepada Komnas Perlindungan Anak untuk diteruskan kepada Menteri Pendidikan di Jakarta dan Presiden Republik Indonesia. 

"Dan untuk kepastian hukum segera mendesak LPA di Tabagsel untuk mengawal proses penyelidikan dan penyidikan tindak pidana yang akan dilakukan Polres Padang Sidimpuan dan aparatur hukum lainnya, demikian disampaikan Arist Merdeka.

busana muslimah
Berita Terkini
Berita Pilihan
adidas biggest sale promo samsung flash sale baju bayi wardah cosmetic cutbray iklan idul fitri alfri
Kontak   Disclaimer   Karir   Iklan   Tentang Kami   Pedoman Media Siber

Copyright © 2013 - 2026 https://utamanews.com
PT. Oberlin Media Utama

gopay later