Ketua DPRD Kabupaten Labuhanbatu Utara H. Indra Surya Bakti Simatupang, SH.M.Kn bersama dengan Khairul Anwar Panjaitan, SE.Sekretaris Badan Anggaran. Tuni Pramono Marpaung. Ketua Komisi A., Muhammad Nuh, SP. Wakil Ketua Komisi B. Agustinus Simamora, SH, MH. Ketua Komisi C. Muhammad Rafiq, SE. Wakil Ketua Komisi C. dan Kordinator Lembaga Konservasi Lingkungan Hidup Labuhanbatu Raya Darwin Marpaung, meninjau lokasi-lokasi pantai yang abrasi di Kecamatan Kualuh Leidong dan Kecamatan Kualuh Hilir, pada hari Rabu (24/3/2021).
Berdasarkan informasi yang disampaikan oleh Kordinator Lembaga Konservasi Lingkungan Hidup Labuhanbatu Raya. bahwa pinggiran pantai di beberapa Desa di Kecamatan Kualuh Leidong dan Kecamatan Kualuh Hilir telah mengalami abrasi.
Informasi itu disampaikan LKLH kepada DPRD sewaktu Audensi dengan Ketua DPRD Labura pada (23/3) kemarin di ruang Kerja Ketua DPRD Labura. Mendapat Informasi tersebut H. Indra Surya Bakti Simatupang, SH.M.Kn turun langsung ke lokasi yang diinformasikan kepadanya.
Titik pertama yang di tinjua oleh rombongan DPRD Labura itu tepatnya berada di Desa Teluk Pulai Dalam Kecamatan Kualuh Leidong. Kemudian bertolak ke Desa Tanjung Mangedar Kecamatan Kualuh Hilir.
H. Indra Surya Bakti Simatupang, SH. M.Kn pada Media ini mengatakan akan mengusulkan kepada pemerintah agar membuat bangunan penahan longsor pada bibir pantai di Desa-Desa tersebut. Indra juga mendukung kegiatan Kelompok Tani Hutan agar senantiasa secara terus menerus menggalakkan penghijauan dengan bertanam kehutanan di Desa-Desa yang memiliki bibir pantai.
"Terjadinya abrasi ini disebabkan tidak adanya penahan air ombak laut yang keras. Sehingga ombak tersebut dengan mudah menghantam bibiran pantai yang memiliki tanah lembut. Jika dibiarkan maka luasan desa akan berkurang dan sala-salah masyarakat akan bermukim di tengah laut'', katanya.
''Kita berharap kepada Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan melalui Dirjen BPDAS HL kiranya tetap mengucurkan anggaran-anggaran penanaman di pinggiran pantai. Agar abrasi pantai bisa teratasi", ungkapnya.