Dapat Bantuan Sewa Rumah, Pengungsi Tapteng Mulai Tinggalkan Tenda
Tapteng (utamanews.com)
Oleh: Bambang E. F Lubis
Kamis, 26 Feb 2026 19:07
Istimewa
Tenda pengungsian di Kecamatan Tukka berangsur sunyi.
Pengungsi korban banjir bandang dan longsor, di Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), berangsur meninggalkan tenda-tenda penampungan sementara.
Tiga lokasi kamp pengungsi, di wilayah tersebut juga mulai tampak sunyi sejak Jumat, 20 Februari 2026.
Situasi ini dipengaruhi adanya penyaluran bantuan biaya sewa kontrakan bagi ratusan penyintas bencana ekologis itu dari Pemerintah Provinsi Sumatera Urara.
"Bantuan biaya sewa kontrakan diprakarsai oleh Gubernur Sumatera Utara bapak Bobby Nasution, dan anggarannya berasal dari APBD Sumatera Utara," kata Camat Tukka, Yan Munzir Hutagalung, di lokasi kamp pengungsian pada Rabu, 25 Feburuari.
"Tujuan bantuan tersebut untuk mengurai pengungsi di tenda-tenda penampungan. Sehingga, pada bulan ramadhan, para pengungsi bisa menempati tempat yang lebih layak," terangnya.
Yan Munzir menjelaskan para pengungsi penerima manfaat bantuan biaya sewa kontrakan sebelumnya telah menandatangani dokumen komitmen.
Dengan kesepakatan harus menggunakan dana bantuan yang diterima sesuai peruntukkan.
"Memang ada beberapa orang pengungsi masih kesulitan mendapatkan kontrakan, yang dekat dengan lokasi asal mereka," ungkapnya.
Ernawati Tambunan, eks penghuni kamp pengungsian, mengaku merasa lebih nyaman bila menempati hunian tersendiri.
Sehingga ia bersama anggota keluarganya memutuskan untuk menerima bantuan biaya sewa kontrakan sebesar Rp600 ribu.
"Uangnya dipakai untuk membangun pondok kecil. Karena, kami kesulitan mencari kontrakan, yang jarak lokasinya tidak terlalu jauh dari Tukka," tutur Erna.