Bupati Tapanuli Tengah, Masinton Pasaribu, menyambut kunjungan silaturahmi Kepala BPS Kabupaten Tapteng, Akhirul Miswar ME Nasution bersama jajarannya di rumah Dinas Kepala Daerah 'Sahata Saoloan' di Pandan.
Pertemuan ini bertujuan untuk melaksanakan koordinasi dan sinergitas dalam menjalankan program kerja, khususnya terkait data statistik.
Bupati Tapanuli Tengah (Tapteng) mengajak pihak Badan Pusat Statistik (BPS) menyajikan data berkualitas guna tolak ukur pada kinerja Pemerintahan.
"Saya mengajak BPS Tapanuli Tengah untuk berkoordinasi dalam menjalankan program kerjanya, sehingga data yang disajikan berkualitas, karena data yang ada di BPS menjadi catatan untuk mengukur dan tolak ukur dari kinerja Pemerintah," kata Bupati Tapteng, Kamis (25/9/2025).
Sebelumnya Kepala BPS Tapanuli Tengah, Akhirul Miswar ME Nasution, menyampaikan pihaknya bersama Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Tapteng mengembangkan aplikasi Satu Data Indonesia (SDI), dan akan melaksanakan pertemuan Forum Satu Data terkait hal itu.
Kepala BPS juga menyampaikan tentang pelaksanaan Sensus Ekonomi Tahun 2026, serta kondisi makro ekonomi Kabupaten Tapanuli Tengah tahun 2025.
"Angka kemiskinan di Kabupaten Tapanuli Tengah berdasarkan hasil Susenas (Survei Sosial Ekonomi Nasional) Maret 2025, sebesar 11,03% . Angka ini turun, jika dibandingkan dengan kondisi Maret 2024 (11,80%) lalu," sebutnya.
Lanjutnya, garis kemiskinan di Tapteng pada 2025, sebesar Rp. 546.223 per kapita per bulan, naik dari garis kemiskinan tahun 2024 di angka Rp. 527.227 per kapita per bulan.
Menurut Kepala BPS Tapanuli Tengah, pertumbuhan ekonomi Tri Wulan II secara year on year (y-o-y), tumbuh sebesar 4,79 persen pada tahun 2025, dari sebelumnya 3,78 pada tahun 2024 dalam triwulan yang sama.
Akhirul Miswar ME Nasution, menambahkan sektor utama yang memberikan kontribusi adalah pertanian, perkebunan dan perikanan.
"Kami juga menyampaikan kepada Bapak Bupati bahwa tahun depan, Badan Pusat Statistik akan melakukan Sensus Ekonomi 2026, dan BPS Tapanuli Tengah mengharapkan dukungan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah dalam mensukseskan program ini," sebut Kepala BPS Tapteng.
Selain itu, kata Akhirul Miswar ME Nasution, BPS juga menyampaikan bahwa pada bulan Oktober 2025, akan dilaksanakan Rekonsiliasi Regional (Konreg) PDRB se-Pulau Sumatera.
Menanggapi itu, Bupati Tapanuli Tengah ingin mengajak BPS untuk menyuarakan bahwa penyuplai kemiskinan di Sumatera Utara datang dari kawasan pantai barat, sehingga orientasi pembangunan jangan hanya bertumpu di kawasan Pantai Timur, namun secara proporsional melaksanakan percepatan pembangunan di kawasan Pantai Barat.
Terkait pelaksanaan Sensus Ekonomi yang akan dilaksanakan oleh BPS Tapteng tahun 2026, Masinton Pasaribu mengajak bekerjasama agar petugas mitra kerja lapangan nantinya dapat diberdayakan untuk dijadikan sebagai penginput data dan informasi kedepannya di desa-desa.
"Jadi kalau kita bisa berkolaborasi maka ini akan membantu program kerja kita masing-masing," ujar Bupati Tapanuli Tengah.
Bupati Tapteng mengharapkan desa-desa di Kabupaten Tapanuli Tengah dapat berbasis data statistik yang berkualitas dan menyampaikannya secara transparan dan akurat. Untuk itu, BPS Kabupaten Tapanuli Tengah siap mendukung dalam melakukan pembinaan di desa-desa tersebut.
Turut hadir Staf Ahli Bidang Pemerintahan dan Hukum, Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Kadis Pariwisata, Plt. Kadis Kominfo dan Plt Kadis Perkim, di Kabupaten Tapanuli Tengah.