Babinsa Gumukmas dan PPL Dampingi Pok Tani Basmi Hama Wereng
Jember (utamanews.com)
Oleh: Dian/Rls
Senin, 05 Nov 2018 14:05
Sis24
Babinsa Sertu I Gusti NS, Petugas Penyuluh Lapang (PPL) Dwi S dan perwakilan anggota Pok Tani Ngudi Makmur V sebanyak 15 orang, lakukan pembasmian hama wereng yang mulai menyerang tanaman, di lahan pertanian milik kelompok tani (Pok Tani) Ngudi Makmur V Dsn Banjarrejo Desa Tembokrejo Kec Gumukmas Kabupaten Jember, Minggu (4/10/2018).
Pada kegiatan tersebut PPL memberikan penyuluhan terkait tata cara mencampur obat-obatan tanaman serta cara penyemprotannya.
Kegiatan tersebut menurut Sertu I Gusti NS merupakan langkah cepat dalam membasmi hama wereng yang sudah menyerang sebagian kecil tanaman padi petani sehingga tidak sampai meluas. "Untuk itu haru dilakukan dengan cara-cara yang tepat seperti yang disampaikan oleh PPL sehingga wereng yang menyerang benar-benar dapat dilumpuhkan," katanya.
Danramil 0824/20 Gumukmas Kapten Inf Erwin Daud membenarkan adanya kegiatan Babinsa jajarannya tersebut. "Di wilayah Gumukmas sebagian tanaman padi memang sudah ada tanda-tanda serangan hama wereng, untuk itu saya sudah perintahkan kepada Babinsa untuk memonitor dan memantau secara intensif terhadap pertanian di wilayah binaannya. Pada saat sekarang ini usia tanaman yang memasuki usia pertumbuhan awal sangat rentan terhadap serangan hama, untuk itu pendampingan Babinsa bersama PPL harus lebih intensif lagi dalam menjaga produktifitas padi di musim tanam Oktober-Maret," jelas Danramil.
Komandan Kodim 0824 Jember Letkol Inf Arif Munawar mengapresiasi langkah cepat dari Koramil dan Babinsa jajarannya dalam menanggulangi serangan hama wereng tersebut.
"Gumukmas sebagai bagian dari andalan produksi pertanian utamanya komoditi padi memang harus terjaga produksinya dalam menunjang suplai padi dari Kabupaten jember pada setiap musim panen. Serangan hama wereng yang menyerang beberapa wilayah saat ini memang belum berdampak secara signifikan, namun kalau kita terlambat penanganannya dan keburu meluas tentu akan mengakibatkan gagal penen dan produksi pangan akan menurun. Itu yang selalu kita antisipasi agar jangan sampai terjadi, karena Kabupaten jember merupakan salah satu andalan suplai pangan di Jawa Timur," tegas Letkol Inf Arif Munawar.