Secara teknis, jika kebocoran terjadi dari sisi user, ada tga metode yang biasa digunakan oleh pelaku kriminal siber:
Korban phishing ini umumnya tidak sadar ketika masuk ke situs phishing karena ketidaktahuan dan juga keahlian pembuat pesan phising yang biasanya berisi ancaman jika tidak melakukan penggantian kredensial maka layanan digitalnya baik email, rekening bank atau akunnya akan dimatikan/diblokir.
3. Menggunakan koneksi yang tidak aman seperti wifi gratisan yang tidak dienkripsi sehingga data yang ditransmisikan dapat disadap dan dibaca oleh pihak ketiga / penyedia layanan wifi.
Alpa melindungi trafik koneksi dengan enkripsi seperti memastikan situs yang diakses sudah dienkripsi dengan baik https atau menambahkan perlindungan tambahan seperti mengakses layanan kantor dari rumah dengan menggunakan VPN.
Lalu, bagaimana cara melindungi data dari pencurian kredensial?
1. Pastikan antivirus yang anda gunakan memiliki perlindungan Identity Shield dimana ketika mengunjungi situs dimana anda memasukkan kredensial, maka informasi kredensial tersebut akan dienkripsi sehingga sekalipun berhasil dicuri namun tidak akan bisa dibaca karena terenkripsi.
2. Hindari menggunakan Wifi yang tidak diketahui keamanannya, jika terpaksa menggunakan Wifi, biasakan mengaktifkan VPN sehingga semua komunikasi dari perangkat komputer yang menggunakan Wifi akan terenkripsi.
3. Hindari menggunakan piranti lunak bajakan karena rentan disusupi oleh malware/trojan.
4. Untuk menghindari situs phishing, pastikan peramban anda sudah memiliki fitur Webroot Web Threat Shield yang akan mendeteksi dan mencegah anda menjadi korban phishing dan scam.