Pasca aksi demo yang dilakukan anggota DPRD Kota Binjai dari Fraksi Gerindra, Ronggur Raja Doli Simorangkir, yang digelar di depan Kantor Gubernur dan rumah dinas Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Utara, Selasa (5/8) kemarin dengan tuntutan agar Diskotik Marcopolo dan barak narkoba yang berada di Tanjung Pamah, Kecamatan Kutalimbaru, Kabupaten Deli Serdang segera ditutup, hingga kini belum juga mendapat respon positif dari pihak Aparat Penegak Hukum.
Berdasarkan informasi yang berhasil dirangkum awak media, Diskotik Marcopolo dan Barak Narkoba tersebut masih beroperasi seperti biasa.
"Tidak ada masalah bang. Masih bisa kok pompa disana, malam pun diskotik masih buka. Selain itu, KTV di diskotik itu pun gak pernah tutup kok," ujar seorang wanita penggemar narkoba dan musik geleng geleng yang mengaku bernama Putri, baru baru ini.
Menindaklanjuti hal ini, Ronggur Simorangkir saat dikonfirmasi awak media melalui via WhatsApp terkait langkah selanjutnya, Kamis (7/8) mengatakan agar menunggu aksi selanjutnya.
"Kita tunggu saja bang. Saya hanya orang kecil, nggak berani ultimatum Kapolda," jawabnya.
Sebelumnya, Ronggur Simorangkir meminta Polda Sumut segera menutup Diskotik Marcopolo dan barak narkoba di Tanjung Pamah. Sebab ia menilai, lokasi tersebut diduga dijadikan sarang peredaran narkoba terbesar di Sumut.
“Kami apresiasi Polda Sumut yang kemarin menutup New Blue Star dan barak barak narkoba. Masih ada yang jauh lebih besar dan menurut info yang kami terima itu di Marcopolo,” ungkap Ronggur, Selasa (29/7) lalu.
Legislator dari Partai Gerindra ini juga mengatakan, banyak sekali masyarakat Binjai yang resah dengan keberadaan TMH dan barak-barat narkoba. Sebab menurutnya, selain para anak muda yang menjadi korbannya, kerusakannya juga berdampak besar.
“Gila itu disana, yang datang ke barak barak narkoba itu bisa pulang tinggal jalan kaki. Datang naik sepeda motor atau mobil, pulangnya jalan kaki karena sudah habis habisan nyabu lalu main judi,” ucapnya.
Ronggur menilai, seperti ada sistem yang sudah rapi di lokasi tersebut.
"Datang pakai sabu, siap pakai sabu langsung main judi. Disitu sudah ada tempat gadainya, jadi semua lengkap," demikian tutup Ronggur Simorangkir.