Pasca banjir bandang pada tanggal 13 Nopember 2023, yang menelan korban jiwa, merusak 120 hektar lahan pertanian, serta merusak sekolah SMP Negeri 2, PAUD, Kantor Desa Siparmahan, dan sejumlah rumah di Desa Siparmahan, Kecamatan Harian, Kabupaten Samosir, Sumatera Utara.
Atas kejadian tersebut, ratusan warga Kenegerian Sihotang mendatangi kantor Bupati Samosir dengan aksi damai dan menyatakan sikap "Tutup TPL."
Ratusan massa membawa spanduk bertuliskan "Tutup TPL," karena mereka menduga aktifitas di Desa Baniara dan Desa Hutagalung telah membawa malapetaka bencana alam di Kenegerian Sihotang, khususnya di Desa Siparmahan.
Menyikapi hal tersebut, Komisi B DPRD Sumut menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) terkait bencana di Samosir dan Humbahas pada Selasa, 5 Desember 2023.
Dalam RDP, hadir Kepala Dinas Lingkungan Hidup & Kehutanan Provinsi Sumatera Utara, Ka.UPTD. KPH Wilayah XIII Doloksanggul, Pemkab Samosir, dan Pemkab Humbahas. Namun, undangan lainnya seperti PT. Toba Pulp Lestari (TPL), Balai Pengelolaan Hutan Lestari (BPHL) Wilayah II Medan, dan Perwakilan Masyarakat tidak hadir.
Ir.Tangkas Manimpan Lumbantobing dan H.Iskandar Sinaga dari Komisi B DPRD Sumut mengumumkan skorsing Rapat Dengar Pendapat karena ketidak hadiran pihak PT.TPL, BPHL Wilayah II Medan, dan Perwakilan Masyarakat.
Dirinya menyatakan kekecewaan terhadap sikap ketidak hadiran tersebut dan berkomitmen untuk menyelesaikan permasalahan banjir bandang agar masyarakat tidak dirugikan.
KPH XIII Dolok Sanggul, Ezra Sinaga, menyebut bahwa penyebab bencana di Humbahas masih dalam penelusuran, dan keputusan belum dapat diambil hingga semua pihak hadir.
Helmut Todo Tua Simamora, Kabid Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Kabupaten Samosir, menjelaskan bahwa penyebab bencana sedang diinvestigasi, dan keputusan tidak bisa diambil tanpa kehadiran semua pihak.
Perlu dicatat bahwa secara internal, TPL adalah bagian dari Group Royal Gold Eagle (RGE) yang saat ini dipimpin oleh Anderson Tanoto, anak dari Sukanto Tanoto.