Kadis Pariwisata Pemrovsu dinilai lecehkan DPRD-SU
MEDAN (utamanews.com)
Oleh: Utama News
Rabu, 15 Jun 2016 08:22
Ketidakhadiran Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Sumatera Utara (Pemrovsu), Elisa Marbun pada Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang digelar di ruang Komisi E, pada Selasa (14/6), membuat anggota Dewan uring-uringan, bahkan nyaris saja merekomendasikan agar Gubsu HT Erry Nurady melakukan evaluasi terhadap kinerja Kadis tersebut yang dianggap telah melecehkan anggota Dewan.
Janter Sirait Anggota Komisi E dari Fraksi Golkar mengherankan ketidak-hadiran Elisa Marbun, padahal menurutnya, bahasan yang sedang dilaksanakan pada RDP ini sifatnya sangatlah penting, mengingat akan membahas realisasi anggaran tahun 2015 pada Dinas Pariwisata Pemprovsu.
Dengan absennya SKPD yang bersangkutan, membuat nilai RDP ini menjadi buram dan tidak perlu untuk dilanjutkan. "Untuk apalah dilanjutkan RDP ini, toh nanti Kabid yang diutus tidak dapat mengambil keputusan dan harus bertanya dulu ke Kepala Dinas, sebaiknya diskors saja," usul Janter.
Sementara Ketua Komisi E DPRD-SU Syamsul Qodry didampingi Wakil Ketua Komisi Zahir yang juga Ketua Fraksi PDI-Perjuangan menyampaikan, agar pada undangan RDP berikutnya supaya hadir. Qodry juga memberikan ilustrasi sebagai contoh bagaimana pejabat-pejabat di pusat, mulai dari tingkat Menteri sampai kepada Presiden tampak begitu harmonis dan selalu hadir jika diundang, untuk rapat oleh DPR-RI.
Namun berbeda dengan di Sumatera Utara ada Kepala Dinas yang diundang berkali-kali tidak pernah mau hadir. "Dalam komisi ini kinerja kami memang diadministratif namun disini juga lengkap terdiri dari berbagai Fraksi. Janganlah sampai kami menggunakan hak politik kami, hendaknya semua bisa kondusif namun jika juga tidak bisa kondusif bagaimana lagi ya kalau anda jual kami beli," tegas Qodry selaku Ketua Komisi E DPRD-SU.
Sementara Kabid Sejarah Risma Ria br Hutabarat mengatakan, ketidakhadiran Kadis Pariwisata Pemprovsu pada RDP ini dikarenakan sedang menghadiri launching penerbangan langsung Pesawat Garuda route Medan-Singapura.
"Kalaupun sebelum-sebelumnya juga tidak hadir memang kebetulan selalu setiap diundang jadwalnya bertepatan menghadiri acara yang tidak bisa diwakilkan," ungkapnya.