Sabtu, 04 Jul 2020 09:02
  • Home
  • Politik
  • Jabar Beli Ventilator Buatan PT DI dan PT Pindad untuk 105 RS Rujukan COVID-19

Jabar Beli Ventilator Buatan PT DI dan PT Pindad untuk 105 RS Rujukan COVID-19

Bandung (utamanews.com)
Oleh: Dito/rls
Sabtu, 25 Apr 2020 10:15
Yogi P/ Humas Jabar
Ridwan Kamil meninjau prototipe ventilator buatan PT DI dan PT Pindad di Kota Bandung, Jumat (24/4/20).
Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil memastikan, kebutuhan ventilator untuk 105 rumah sakit (RS) rujukan COVID-19 di Jabar akan terpenuhi setelah Pemerintah Daerah (Pemda) Provinsi Jabar membeli ventilator produksi PT Dirgantara Indonesia (DI) dan PT Pindad.

Adapun ventilator produksi PT DI (Persero) dan PT Pindad telah dikonfirmasi lulus uji produk dari Balai Pengamanan Fasilitas Kesehatan (BPFK) Kementerian Kesehatan RI.

"Insyaallah kebutuhan ventilator untuk Jawa Barat aman terkendali," kata Ridwan Kamil usai meninjau prototipe ventilator di hanggar PT DI, Kota Bandung, Jumat (24/4/20).

Ventilator portabel yang diberi nama Vent-I (Ventilator Indonesia) itu merupakan kerja sama PT DI dengan Institut Teknologi Bandung (ITB) dan setelah lulus uji produk dan klinis mampu diproduksi sebanyak 500 unit per minggu. Ventilator jenis ini ditujukan bagi pasien yang sakit, tetapi masih mampu bernapas sendiri.


Sementara ventilator produksi PT Pindad yang mampu diproduksi sebanyak 40 unit per hari akan digunakan bagi pasien yang kesulitan bernapas.

"Kalau lancar segala rupanya, ini (Vent-I) bisa diproduksi minimum 500 unit per minggu atau sekitar 2.000 per bulan, perizinan juga sudah diproses dan lancar, termasuk tadi (produk)di PT Pindad yang fokus pada ventilator untuk yang susah bernapas, inilah kebersamaan BUMN," ujar Kang Emil, sapaan Ridwan Kamil.

Kang Emil pun menuturkan, ke-105 rumah sakit rujukan COVID-19 di Jabar ini akan mendapatkan minimal satu ventilator tambahan. Khusus untuk rumah sakit yang menangani pasien yang susah bernapas secara spontan atau gagal nafas, Kang Emil berujar rumah sakit tersebut mendapatkan empat sampai lima unit ventilator.

"Kalau kita pilah lagi ada sekitar 50 rumah sakit yang membutuhkan ventilator khusus untuk pasien yang susah bernapas secara spontan atau sudah mengalami gagal napas. Per rumah sakit (itu) rata-rata dapat empat sampai lima unit, jadi (total) sekitar 250-an unit (untuk rumah sakit khusus tersebut)," tutur Kang Emil.


Kang Emil berharap, tak hanya untuk Jabar, kebutuhan ventilator di seluruh Indonesia pun bisa terpenuhi oleh produk buatan lokal yang sudah teruji kelaikan klinis dan standar keamanan juga keselamatan.

"Inilah kekuatan di Indonesia, di Jabar, khususnya industri-industrinya luar biasa, dengan kebersamaan kita akan menang melawan COVID-19," ujar Kang Emil.

Sementara itu, Direktur Operasional PT DI M. Ridlo Akbar menjelaskan, PT DI ditugaskan oleh Kementerian Kesehatan untuk industrialisasi alat kesehatan khususnya ventilator. Saat ini pihaknya tengah fokus menyiapkan fasilitas lini produksinya kemudian melakukan reverse engineering untuk komponen yang tidak tersedia di dalam negeri. Dengan begitu, diharapkan ketika izin produksi ventilator ini terbit untuk proses industrialnya, maka PT DI akan langsung mengejar target produksi 500 unit per minggu.

"Kalau dari schedule awal itu targetnya di minggu pertama Mei, karena sekarang kita masuk uji klinis setalah itu kita mulai produksinya," terang Ridlo.

Pihaknya pun menargetkan ventilator produksi PT DI ini akan difokuskan untuk pemenuhan kebutuhan di wilayah Bandung pada tahap awal. Berikutnya ditujukan untuk pemenuhan kebutuhan Jabar, Indonesia, bahkan luar negeri atau ekspor.

Adapun Direktur Utama PT Pindad Abraham Mose mengatakan, pihaknya sanggup memproduksi ventilator sebanyak 40 unit per hari. Prototipe ventilator untuk pasien yang sudah sulit bernapas ini telah sukses diuji coba di RSU Pindad dan kini tinggal menunggu sertifikat dari BPFK.

Abraham pun mengatakan, Gubernur Jabar sangat mendukung upaya dari PT Pindad dalam menanggulangi COVID-19 khususnya di Jabar.

"Tadi saat kunjungan, begitu melihat secara detail operasional ventilator produksi kami dan sudah dijelaskan oleh dokter, beliau (gubernur) begitu yakin dan memutuskan akan membeli ventilator produksi PT Pindad," ujar Abraham.

Saat ini, PT Pindad juga sedang menyiapkan lebih banyak material ventilator untuk mengantisipasi pembelian dari Kementerian Pertahanan Republik Indonesia sebanyak 1.000 unit.
Editor: Herda

T#g:BUMNRS RujukanVentilator
Karunia Tour and Travel
Berita Terkait
  • Rabu, 17 Jun 2020 01:17

    Perwira Tinggi di BUMN Tingkatkan Profesionalitas

    Sejak diangkat jadi menteri BUMN oleh Presiden Joko Widodo, Erick Thohir melakukan banyak gebrakan. Ia berusaha keras mengangkat banyak perusahaan BUMN dari jurang kepailitan. Salah satu cara untuk me

  • Sabtu, 25 Apr 2020 10:45

    Presiden Jokowi pesan ventilator dari Donald Trump

    Unggahan Presiden Trump melalui media sosial terkait pembicaraan dengan Presiden Jokowi, pada hari Jumat (24/4) pukul 21.12 waktu setempat.

  • Sabtu, 04 Apr 2020 11:04

    Gubernur Jabar Terima Bantuan Ventilator dari BUMN

    Gubernur Jabar Ridwan Kamil menerima bantuan untuk penanggulangan COVID-19 dari perusahaan- perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang ada di wilayah Jabar.

  • Selasa, 10 Sep 2019 17:50

    Presiden Jokowi Akan Tempatkan 1.000 Sarjana Muda Papua di BUMN

    Presiden Joko Widodo pada Selasa, 10 September 2019, bertemu dengan 61 tokoh Papua di Istana Negara, Jakarta. Dalam pertemuan tersebut, para tokoh Papua menyampaikan usulan dan aspirasi mereka langsun

  • Senin, 28 Jan 2019 09:28

    Kinerja BUMN Di 4 Tahun Kepemimpinan Jokowi-JK

    Salah satu urusan pemerintahan yang harus diselenggarakan oleh Presiden RI Jokowi, yakni bidang Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Secara kelembagaan sudah tersedia Kementerian BUMN untuk melaksanakan p

  • Jumat, 31 Agu 2018 07:31

    Teknik UMSU Ikut Program Magang Bersertifikat di BUMN

    Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) ikut serta dalam penandatangan MoU Program Magang bersertifikat yang dilaksanakan oleh Forum Human Capital Indonesia (FHCI). Dalam p

  • Rabu, 04 Jul 2018 03:24

    Panglima TNI Saksikan Penyerahan Rumdis TNI AU Pengganti Proyek KCIC

    Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. bersama Menteri Badan Usaha Milik Usaha Negara (BUMN) Rini M. Soemarno, menyaksikan peresmian dan penyerahan Rumdis TNI AU pengganti proyek Kereta Api Cepat Indonesia Cina (KCIC).

  • Jumat, 22 Des 2017 12:52

    Tiga BUMN Berbagi Kebahagiaan Menyambut Natal Bersama 1.000 Anak Yatim Piatu di Sumut

    Tiga Perusahaan BUMN yakni PTPN III Holding (Persero), PT Bank BTN (Persero) dan PT Inalum (Persero) menggelar program BUMN Hadir Untuk Negeri dengan tema "BUMN Berbagi Melalui Santunan Kepada Anak Pa

  • Senin, 20 Okt 2014 06:36

    Waskita Karya beli lahan senilai Rp.175 Miliar di Medan untuk bangun Apartemen

    PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) terus mengembangkan bisnis propertinya. Kali ini, WSKT akan membangun apartemen di Medan. Untuk itu, WSKT pun baru saja melakukan pengikatan jual beli untuk menga

  • Rabu, 27 Nov 2013 06:34

    Perumnas: perhatian pemerintah pada perumahan rakyat menurun

    Perhatian pemerintah terhadap sektor perumahan rakyat dalam beberapa tahun terakhir mengalami penurunan drastis sehingga antara kebutuhan dengan ketersediaan papan setiap tahun berjalan tidak seimbang

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2020 https://utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak