Anggota DPD RI Pdt Willem TP Simarmata mengecam aksi bom bunuh diri yang menelan korban di Gereja Katedral Makassar Jalan Kajaolalodo - Botolempangan, Minggu (28/3/2021). Bom bunuh diri terjadi sekitar pukul 10.35 WITA setelah misa bagian dari rangkaian kegiatan paskah.
"Kita sangat prihatin dan mengecam keras peristiwa tersebut karena sangat tidak bertanggungjawab. Di tengah bangsa yang selalu kita sebut dan akui sebagai bangsa yang beradab masih ada perilaku yang biadab seperti itu," kata Ephorus emeritus HKBP Pdt Willem TP Simarmata anggota Komite III DPD RI yang saat ini sedang bertugas di Bandung setelah 3 hari sebelumnya melakukan kunjungan kerja di Denpasar Bali.
Meledaknya bom bunuh diri di pintu gerbang Gereja Katedral di Makassar tersebut sepenuhnya dipercayakan kepihak kepolisian untuk menanganinya. Termasuk melakukan penyelidikan dan mengungkap dan menangkap pihak yang menjadi dalang di balik terjadinya peristiwa menyedihkan itu.
Kepada masyarakat, Pdt Willem berpesan agar masyarakat tidak terprovokasi dengan peristiwa ini. Juga tidak ikut menyebarkan dokumentasi peristiwa yang sempat beredar. "Peristiwa ini adalah sangat merugikan kita bersama, kita jangan mau terprovokasi. Kita harap warga tidak menyebarkan video atau foto kejadian karena bisa menimbulkan kerisauan dan kecemasan di tengah warga," ujarnya.
Peristiwa ini juga, lanjutnya, agar tidak dikaitkan dengan agama tertentu. Tentunya, peristiwa mengenaskan ini adalah musibah yang sangat mencoreng nama baik kita bersama sebagai bangsa yang ber Ke-Tuhanan Yang Maha Esa.
"Di tengah keadaan yang memprihatinkan ini marilah tetap merapatkan barisan dengan membangun perdamaian, mempererat persaudaraan dan menghargai perbedaan di antara sesama sebangsa dan se tanah air. Dengan demikian akan makin memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia yang Pancasilais," katanya.