Jumat, 22 Mei 2026
Perundungan: Soiso Kultural Menjadi Salah Satu Faktor Terjadinya Perundungan di Sekolah
Bandung (utamanews.com)
Oleh: Raden Arsyilia Putri Makin Nabila Minggu, 03 Des 2023 15:23
Ilustrasi
Sumber Gambar : https://www.psychologue.net/articles/quels-sont-les-differents-types-de-harcelement

Ilustrasi

Sudah menjadi rahasia umum bahwa perundungan marak terjadi hingga saat ini. Perundungan atau sering kali kita kenal dengan ‘pembullyan’ merupakan perilaku agresif serta sikap amoral yang tidak patut dicontoh yang kini menjadi masalah serius dalam lingkungan sekolah. Bentuk perundungan yang umumnya terjadi di sekolah yaitu kekerasan fisik, ejekan dengan kata-kata kasar, mengucilkan, menyebarkan informasi yang merugikan dan menyakiti peasaan korban pada sosial media, serta perundungan secara tersembunyi . Tentu saja hal ini terjadi didukung oleh faktor-faktor yang mendorong pelaku sampai bertekad melakukan perundungan. Salah satu faktor tersebut adalah sosio kultural.

Apa itu sosiso kultural? Sosio kultural adalah suatu hal yang berkaitan dengan sosial dan budaya. Sosio kultural merupakan pembentukan karakter suatu individu setelah lingkup keluarga. Dalam sosio kultural pula suatu individu melakukan hubungan interaksai pada suatu kelompok Masyarakat sehingga individu tersebut mendapatkan nilai-niali norma, keyakinan, sikap dan Bahasa.


1. Nilai dan norma dalam Masyarakat

2. Struktur sosial
Apabila dalam lingkup sosial menciptakan ketidaksetaraan atau diskriminasi semacam ketidak setaraan kelas sosial, ras, atau jenis kelamin, hal ini pun berkontribusi dalam faktor perundungan.

3. Pengaruh media dan teknologi
Media dan teknologi memiliki peran dalam pembentukan presepsi dan perilaku dalam perundungan pada suatu individu apabila tidak menggunakannya dengan bijak. Misalnya suatu individu hanya berminat pada suatu konten agresif atau merendahkan orang lain melalui komentar jahat serta penggunaan media sosial yang mana perilaku perundungan dapat diperluas dalam duania maya sehingga memicu seorang individu untuk mencontoh.

produk kecantikan untuk pria wanita
4. Pendidikan dan kesadaran
Apabila Pendidikan di masyarakat tidak memasukan nilai empati, dan toleransi maka suatu individu tersebut akan meniru sikap tersebut yang mana hal ini dapat memicu sikap arogan pada suatu individu.

5. Ketidaksetaraan ekonomi
Ketidaksetaraan ekonomi dalam masyarakat dapat menimbulkan rasa emosi dan rasa ketidak puasan diantara suatu individu dan perundungan dapat menjadi salah satu individu untu mengekpresikan atau meluaokan rasa emosi dan ketidak puasan terhadap situasi ekonomi mereka.

6. Kebiasaan keluarga
iklan peninggi badan
Keluarga merupakan peranpenting dalam pola perilaku suatu individu. Apabila suatu individu tumbuh pada lingkungan keluarga yang agresif atau abusive maka hal itu akan mempengaruhi sikap suatu individu di sekolah.

Hal ini dapat kita simpulkan bahwa pentingnya untuk menyadari bahwa ada beberapa faktor terkait perundungan yang perlu kita pahami. Penanganan pada kasus perundungan di sekolah memerlukan suatu pendekatan dimana melibatkan semua pemangku kepentingan yaitu sekolah, keluarga dan juga masyarakat. Upaya pencegahan perundungan haruslah diarahkan tidak hanya pada tindakan suatu individu melainkan juga pada perubahan budaya dan norma sosial di lingkungan sekolah. Upaya lainnya yaitu dengan mengadakan program anti perundungan, pengawasan aktif dilingkungan sekolah serta mengadakan program rehabilitasi yang mana melibatkan pelaku agar mengubah perilaku mereka menjadi lebih baik.

(ARTIKEL Ini Merupakan Tugas Mata kuliah Kajian Pedagogik Magister Pendidikan Matematika, Universitas Pendidikan Indonesia)
busana muslimah
Berita Terkini
Berita Pilihan
adidas biggest sale promo samsung flash sale baju bayi wardah cosmetic cutbray iklan idul fitri alfri
Kontak   Disclaimer   Karir   Iklan   Tentang Kami   Pedoman Media Siber

Copyright © 2013 - 2026 https://utamanews.com
PT. Oberlin Media Utama

gopay later