Jumat, 22 Mei 2026
Mengedukasi Anak Anak Pesisir Simanindo Dalam Mencegah Perundungan (Bullying) Di Lingkungan Anak
Medan (utamanews.com)
Oleh: Ester Sitindaon Sabtu, 09 Des 2023 15:29
Pemberian Edukasi Kepada Anak
Istimewa

Pemberian Edukasi Kepada Anak

Pada semester kali ini, mahasiswa Program Studi Ilmu Kesejahteraan Sosial, Universitas Sumatera Utara melakukan pelepasan untuk melakukan praktikum II. Pada praktikum II ini, para mahasiswa diharapkan dapat membuat mini project dengan menerapkan metode dan prinsip pekerja sosial yang diampu oleh dosen Fajar Utama Ritonga S.Sos, M.Kessos, dan dibimbing oleh dosen Dra.Tuti Atika M.SP.

Oleh karena itu saya Ester Sitindaon (200902049) mengangkat satu kegiatan yaitu mengedukasi anak mengenai “Pencegahan Perundungan Pada Lingkungan Anak Di Sekitar Pesisir Simanindo,” yang berlokasi di Kecamatan Simanindo, Kabupaten Samosir.

Perundungan anak, juga dikenal sebagai bullying, adalah perilaku yang merugikan, disengaja, dan berulang-ulang yang dilakukan oleh satu atau beberapa orang terhadap seseorang yang lebih lemah atau kurang berdaya. Ini bisa terjadi di berbagai konteks, termasuk di sekolah, di lingkungan sosial, atau bahkan secara daring. Perundungan anak dapat mencakup berbagai bentuk perilaku, seperti pelecehan verbal, pelecehan fisik, pelecehan sosial, atau perundungan secara elektronik (cyberbullying). Dampaknya bisa sangat merugikan bagi korban, termasuk masalah kesehatan mental, rendahnya harga diri, isolasi sosial, dan bahkan berisiko menyebabkan tindakan bunuh diri.

Pencegahan perundungan anak melibatkan peran semua pihak, termasuk orang tua, pendidik, dan komunitas. Penting untuk meningkatkan kesadaran tentang perundungan anak, mengajarkan keterampilan sosial dan emosional kepada anak-anak, serta mendukung korban dan mengambil tindakan tegas terhadap para pelaku perundungan. Jika Anda atau seseorang yang Anda kenal mengalami perundungan anak, sangat penting untuk mencari bantuan. Bicarakan dengan orang tua, guru, atau profesional kesehatan mental untuk mendapatkan dukungan dan bimbingan. Banyak organisasi juga menyediakan sumber daya dan dukungan bagi korban perundungan anak.
Perundungan terjadi akibat berbagai faktor, yaitu faktor dalam antara lain faktor pada kondisi mental yaitu kondisi di mana anak melakukan tindakan kekerasan namun tidak merasa bersalah, tidak memiliki empati pada korban, kondisi demikian menunjukkan kemampuan sosial yang rendah pelaku perundungan. Selain faktor dalam, ada juga faktor luar yang diakibatkan pola asuh keluarga yang menyimpang. Anak yang melakukan perundungan biasanya mendapatkan contoh dari keluarga atau orang tua asuh. Apabila dalam pola asuhnya penuh dengan kekerasan maka anak tersebut akan mudah mengamati dan menyalin dalam pikirannya perilaku-perilaku kekerasan yang sudah dipertontonkan dalam keluarganya. Lingkaran pertemanan anak, lingkungan daerah, film, lagu dan permainan online/offline yang penuh dengan kekerasan akan mempengaruhi terhadap peningkatan perilaku perundungan. Anak akan mudah melakukan tindakan agresif yang mendasari pribadi dalam melakukan tindakan perundungan. Perilaku perundungan akan mengakibatkan dampak yang tidak baik untuk masa depan pelaku maupun korban. Pelaku perundungan akan merasa nyaman dengan tindakan-tindakan kekerasan, sehingga perilaku kekerasan akan terjadi pada keluarganya, atau yang lebih ekstrim lagi pelaku perundungan di masa depan akan menjadi seorang psikopat atau orang yang memiliki kelainan jiwa.

Oleh karena itu saya, Ester mencoba melakukan sosialisasi atau edukasi untuk mencegah perundungan kepada anak dengan menggunakan metode Casework dengan tahapan tahapan berikut:

1. Engagement, Intake, Contract :
Pendekatan terhadap klien, dan melakukan penjelasan kepada klien tentang maksud dan tujuan,dan melakukan kesepakatan montrak dengan klien.

produk kecantikan untuk pria wanita
2. Assessment :
Menganalisis permasalahan yang terjadi pada klien berdasarkan hasil diskusi atau wawancara dengan klien

3. Planning atau Perencanaan :
Dimana saya melakukan rencana atas strategi yang akan saya lakukan untuk mencegah atau menyelesaikan permasalahan klien,yang dilakukan dengan kerjasama antara saya dan klien.

4. Intervensi :
iklan peninggi badan
Tahap dimana mulai dilakukannya penjelasan terhadap apa yang akan dilakukan oleh klien yaitu anak anak pesisir Simanindo. Dan pemberian cara untuk mencegah perundungan yang akan dilakukan oleh anak pesisir Simanindo. Yaitu :
a. Memperlakukan teman teman dengan ramah dan hormat
b. Memilih kata kata dengan bijak dan menghimdari menyakiti perasaan teman
c. Tidak takut untuk melaporkan perundungan kepada orangtua atau orang dewasa yang dipercaya
d. Dapat ,enjadi pendengar yang baik saat teman ingin bercerita atau membagikan masalah.

5. Monitoring :
Pengawasan bagaimana perkembangan klien selama program yang disarankan oleh penulis berlangsung.

6. Evaluasi :
Penilaian tentang bagaimana perkembangan yang terjadi setelah program dilaksanakan. Apakah berjalan lancar atau tidak.

7. Terminasi :
Pemberhentian proses bantuan pekerja sosial dengan klien setelah tercapainya program yang diberi oleh penulis.
Foto bersama dengan anak pesisir Simanindo

Dengan itu dapat disimpulkan Pelaksanaan kegiatan edukasi ini dilaksanakan dengan lancar, anak dapat memahami perilaku perundungan dapat mengakibatkan dampak negatif pada fisik dan mental, bagaimana mencegah dan menjauhkan diri dari perilaku perundungan serta menumbuhkan keberanian untuk melapor orang tua atau pihak berwenang apabila anak melihat perilaku perundungan. Harapan Ester Semoga kegiatan edukasi ini dapat memberikan manfaat kepada anak anak pesisir Simanindo, dalam mencegah perilaku perundungan di lingkungan pertemanan anak.
busana muslimah
Kontak   Disclaimer   Karir   Iklan   Tentang Kami   Pedoman Media Siber

Copyright © 2013 - 2026 https://utamanews.com
PT. Oberlin Media Utama

gopay later