Bahasa Indonesia di Sekolah Dasar (SD) terus mengalami perkembangan seiring dengan tuntutan Kurikulum Merdeka yang menekankan pada penguatan literasi, kreativitas, dan karakter peserta didik. Guru kini tidak lagi berfokus pada metode ceramah semata, melainkan mengembangkan berbagai model pembelajaran yang aktif, menyenangkan, dan kontekstual.
Beberapa model pembelajaran yang banyak diterapkan di SD antara lain Project Based Learning (PjBL), Problem Based Learning (PBL), serta pembelajaran berbasis teks dan literasi. Melalui PjBL, siswa diajak membuat proyek sederhana seperti menulis cerita pendek, membuat buku mini, atau menyusun laporan hasil pengamatan. Model ini dinilai mampu meningkatkan keterampilan membaca, menulis, berbicara, dan menyimak secara terpadu.
Sementara itu, Problem Based Learning mendorong siswa untuk berpikir kritis melalui pemecahan masalah yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Dalam pembelajaran Bahasa Indonesia, siswa dapat diminta menganalisis isi cerita, menentukan pesan moral, atau menyampaikan pendapat secara lisan maupun tulisan. Model ini membantu siswa berani berpendapat dan mengembangkan kemampuan berbahasa secara aktif.
Guru SD juga semakin memanfaatkan media digital dan bahan ajar interaktif, seperti video cerita, buku digital, serta aplikasi pembelajaran. Penggunaan media ini dinilai efektif untuk meningkatkan minat belajar siswa, khususnya dalam keterampilan membaca dan menulis. Selain itu, pembelajaran berbasis literasi sekolah, seperti pojok baca dan kegiatan membaca 15 menit sebelum pelajaran, turut mendukung keberhasilan model pembelajaran Bahasa Indonesia.
Kepala Sekolah SD Negeri di Jakarta, Siti Aminah, menyatakan bahwa inovasi model pembelajaran Bahasa Indonesia sangat penting untuk menumbuhkan kecintaan siswa terhadap bahasa nasional. “Bahasa Indonesia bukan hanya mata pelajaran, tetapi sarana berpikir dan berkomunikasi. Model pembelajaran yang tepat akan membuat siswa lebih aktif dan percaya diri,” ujarnya.
Dengan penerapan berbagai model pembelajaran yang inovatif dan berpusat pada siswa, pembelajaran Bahasa Indonesia di SD diharapkan mampu meningkatkan kemampuan literasi dasar sekaligus membentuk karakter siswa yang kritis, kreatif, dan komunikatif sejak usia dini.