Rabu, 29 Apr 2026

Membantu Anak Panti Asuhan Mengatasi Kesulitan Matematika Melalui Pendekatan Pekerja Sosial

Medan (utamanews.com)
Oleh: Muhammad Aqsha Rangkuti Kamis, 19 Jun 2025 18:59
Panti Asuhan Ora Et Labora, Medan
 Istimewa

Panti Asuhan Ora Et Labora, Medan

Pendahuluan
Anak-anak yang tinggal di panti asuhan menghadapi tantangan berlapis dalam mengakses pendidikan berkualitas. Tidak hanya keterbatasan fasilitas dan pendampingan belajar, mereka juga membawa beban emosional yang berat akibat pengalaman hidup yang tidak mudah. Trauma masa lalu, perasaan minder, dan stigma sosial seringkali menjadi penghalang dalam proses pembelajaran. Matematika, sebagai mata pelajaran yang memerlukan pemahaman konsep abstrak dan kemampuan berpikir logis, menjadi tantangan khusus bagi anak-anak panti asuhan. Kegagalan berulang dalam memahami matematika dapat menciptakan lingkaran setan di mana anak semakin kehilangan kepercayaan diri dan motivasi untuk belajar.

Pembahasan
F Atogulo, seorang anak laki-laki berusia 12 tahun yang tinggal di Panti Asuhan Ora Et Labora, Medan, menjadi representasi dari permasalahan yang dialami banyak anak panti asuhan. Kesulitan F dalam pelajaran matematika bukan hanya disebabkan oleh ketidakpahaman konsep, tetapi juga dipengaruhi oleh faktor-faktor psikososial dan ketidaksesuaian gaya belajar dengan metode pengajaran yang tersedia. Selama praktikum, dilakukan intervensi menggunakan praktik pekerjaan sosial individual (case work) selama periode Maret hingga Juni 2025. Pendekatan ini menggunakan berbagai tools assessment seperti:

  1. Genogram: Untuk memahami struktur keluarga dan hubungan kekerabatan
  2. Ecomap: Mengidentifikasi jaringan sosial dan dukungan lingkungan
  3. Social Life Road: Memetakan perjalanan hidup dan pengalaman klien
  4. Roadmap: Merencanakan tahapan intervensi yang akan dilakukan
Tahapan Intervensi:

Membangun Kepercayaan (Engagement). Tahap awal dimulai dengan membangun hubungan saling percaya antara pekerja sosial dan F. Penjelasan tentang tujuan intervensi disampaikan dengan bahasa sederhana agar F merasa nyaman dan bersedia berpartisipasi aktif dalam proses bimbingan.

Penilaian Mendalam (Assessment). Hasil assessment mengungkap bahwa F mengalami kecemasan belajar yang spesifik terhadap matematika, terutama operasi perkalian. Lingkungan sosialnya kurang suportif, dan riwayat ketidakstabilan sejak kecil mempengaruhi perkembangan akademiknya.

Perencanaan Berbasis Kekuatan. Intervensi dirancang dengan pendekatan strengths-based yang menekankan kekuatan F, seperti ketertarikannya pada angka dan permainan visual. Media pembelajaran disesuaikan dengan gaya belajarnya melalui kartu angka, alat peraga, dan permainan edukatif.
produk kecantikan untuk pria wanita

Implementasi Intervensi. Selama periode intervensi, F mendapat bimbingan dua kali seminggu. Setiap sesi dikombinasikan dengan:
a. Hafalan teknik perkalian sederhana
b. Permainan edukatif untuk mengurangi stres
c. Pendekatan spiritual melalui kegiatan keagamaan
d. Aktivitas fisik seperti senam pagi

iklan peninggi badan
Evaluasi program menggunakan model CIPP (Context, Input, Process, Product) menunjukkan hasil yang signifikan:
a. Context: Berhasil mengidentifikasi ketakutan klien terhadap matematika
b. Input: Media visual dan permainan terbukti efektif sebagai alat bantu belajar
c. Process: Penerapan dua sesi per minggu dengan evaluasi mingguan berjalan optimal
d. Product: Peningkatan pemahaman dan kepercayaan diri setelah 6 minggu

Setelah menjalani program selama 6 minggu, F menunjukkan perubahan dramatis:

  • Mampu mengerjakan soal perkalian tanpa rasa takut
  • Menunjukkan antusiasme tinggi terhadap matematika
  • Mulai berinisiatif mengerjakan soal tambahan
  • Bahkan membantu teman-teman lain belajar matematika

Penutup
Praktik pekerjaan sosial yang sistematis dan terencana dapat memberikan dampak positif dalam pemulihan fungsi belajar anak panti asuhan. Pendekatan intervensi langsung melalui bimbingan personal dan penggunaan media pembelajaran yang menyenangkan tidak hanya meningkatkan kemampuan akademik, tetapi juga berdampak pada aspek psikososial seperti kepercayaan diri dan motivasi belajar. Keberhasilan intervensi terhadap F Atogulo menunjukkan bahwa dengan dukungan yang tepat dan pendekatan yang sesuai, anak-anak panti asuhan dapat mengatasi hambatan belajar dan mengembangkan potensi akademik mereka secara optimal. Hal ini menekankan pentingnya kolaborasi antara berbagai profesi dalam memberikan layanan komprehensif bagi anak-anak yang berada dalam situasi rentan.

Artikel ini disusun berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Muhammad Aqsha Rangkuti, Fajar Utama Ritonga, dan Gusti Pirandi dari Program Studi Kesejahteraan Sosial, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Sumatera Utara.
busana muslimah
Berita Terkini
gopay later
Berita Pilihan
adidas biggest sale
promo samsung
flash sale baju bayi
wardah cosmetic
cutbray
iklan idul fitri alfri

Copyright © 2013 - 2026 https://utamanews.com
PT. Oberlin Media Utama

ramadan sale

⬆️