Medan, 23 Desember 2025 — Penerapan berbagai model pembelajaran inovatif dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia di Sekolah Dasar (SD) terus menunjukkan hasil positif dalam meningkatkan kemampuan literasi siswa. Guru-guru kini tidak lagi hanya mengandalkan metode ceramah, tetapi mulai mengembangkan pembelajaran yang aktif, kreatif, dan menyenangkan.
Beberapa sekolah dasar di Kota Medan telah menerapkan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL), Project Based Learning (PjBL), serta model pembelajaran kooperatif seperti Think Pair Share dan Jigsaw. Model-model tersebut dinilai mampu mendorong siswa lebih aktif dalam membaca, menulis, berbicara, dan menyimak.
Menurut salah satu guru kelas V SD Negeri, pembelajaran Bahasa Indonesia menjadi lebih hidup ketika siswa dilibatkan langsung dalam kegiatan diskusi, bermain peran, serta proyek pembuatan teks cerita dan laporan sederhana. “Siswa lebih berani menyampaikan pendapat dan lebih mudah memahami materi karena mereka belajar melalui pengalaman langsung,” ujarnya.
Selain itu, penggunaan media pembelajaran digital, seperti video cerita, gambar interaktif, dan platform pembelajaran daring, turut mendukung efektivitas model pembelajaran tersebut. Media ini membantu siswa memahami teks bacaan dengan lebih baik serta meningkatkan minat belajar Bahasa Indonesia.
Kepala sekolah setempat menyampaikan bahwa penerapan model pembelajaran yang bervariasi sejalan dengan Kurikulum Merdeka yang menekankan pada pembelajaran berdiferensiasi dan penguatan karakter. “Bahasa Indonesia tidak hanya mengajarkan kemampuan berbahasa, tetapi juga menanamkan nilai-nilai berpikir kritis, kerja sama, dan kreativitas siswa,” jelasnya.
Dengan penerapan model pembelajaran yang tepat, diharapkan kemampuan literasi siswa sekolah dasar semakin meningkat dan mampu membentuk generasi yang cakap berbahasa, berkarakter, serta siap menghadapi tantangan pendidikan di masa depan.