Dalam debat Calon Wakil Presiden (Cawapres) nomor urut 01 Muhaimin Iskandar dan no urut 02, Gibran Rakabuming Raka saling serang pada saat membahas reformasi agraria.
Cawapres nomor urut 01, Muhaimin Iskandar atau Cak Imin menyebut, saat ini pemerintah tidak terlalu melibatkan petani dalam pengadaan pangan nasional, dan hanya melibatkan korporasi saja.
"Mulai dari pengadaan lahannya, dalam arti, lahan-lahan yang ada melalui reformasi agraria, reforma agraria jadi prinsipnya. Yang kedua, petani kita harus kita beri pupuk yang cukup dengan harga yang terjangkau," singkatnya.
Menanggapi hal tersebut, Cawapres nomor urut 02, Gibran Rakabuming Raka menyindir Cak Imin hanya menjawab dengan membaca catatan yang dibawa.
"Enak banget ya Gus ya jawabnya sambil baca catatan tadi," ucapnya sembari tersenyum.
Gibran menyebut, kuncinya dalam reformasi agraria adalah ekstensifikasi dan intensifikasi lahan.
"Kemarin, tahun lalu kita sudah bangun pabrik pupuk di Papua, untuk meningkatkan produktivitas, kita dekatkan pupuknya dengan lahan pertaniannya, automatis produktifitas akan meningkat," tuturnya.
Disinggung soal baca catatan, Cak Imin menyebut, Gibran hanya membacakan ulang apa yang sudah ia sebutkan.
"Terimakasih pak Gibran, yang tadi anda sampaikan hanya mengulangi apa yang saya sampaikan," ucap Cak Imin.
Dalam hal ini, Cak Imin memperdalam materi yang telah ia sampaikan.
"Saya ingin memperdalam lagi, petani kita ini jumlahnya besar, potensi tanah kita subur, kita juga memiliki pasar yang luar biasa," pungkasnya.
Seperti diketahui, para calon wakil presiden (cawapres) Muhaimin Iskandar, Gibran Rakabuming, dan Mahfud MD kembali beradu argumentasi di atas panggung terbuka untuk kedua kalinya.
Adapun tema yang diangkat malam ini adalah pembangunan berkelanjutan, sumber daya alam, lingkungan hidup, energi, pangan, agraria, masyarakat adat dan desa.