Sabtu, 04 Jul 2020 16:37
  • Home
  • Opini
  • Tetap Waspada dan Siaga Akan Bahaya Radikalisme di Medsos Saat Pandemi

Tetap Waspada dan Siaga Akan Bahaya Radikalisme di Medsos Saat Pandemi

Oleh: Reka Agustina (Ketua Gerakan Literasi Terbit Regional Jakarta)
Minggu, 10 Mei 2020 03:10
Telkomsel DigiAds
Pemerintah Indonesia telah menetapkan pandemi Covid-19 menjadi bencana nasional sehingga membutuhkan Gugus Tugas untuk Percepatan Penanganan. Namun kebijakan komprehensif pemerintah tampaknya masih menuai kritik bahkan resistensi dari berbagai elemen masyarakat, yang cenderung menuntut agar tegas menyikapi ancaman serius lain, yakni radikalisme.

Dampak pandemi Covid-19 ini, menyebabkan beralihnya fokus aparat keamanan dimanfaatkan oleh kelompok lain yang berkepentingan seperti kelompok anti pemerintah untuk memperburuk situasi dan kondisi. Di sisi lain, hal itu dijadikan peluang bagi gerakan radikalisme membangun dan memperkuat sentimen negatif atau ketidakpercayaan publik kepada pemerintah.

Tentunya dengan menebar berita-berita hoax terkait kegagalan negara dalam penanganan Covid-19. Hoax dibuat seakan-akan nyata dengan bukti-bukti yang juga terlihat nyata. Kelihaian dan pencitraan memutarbalikkan fakta sangat cantik sehingga masyarakat terpikat dengan berita hoax tersebut. Padahal semuanya hanya ilusi semata.

Tidak hanya masalah Covid-19, semua masalah yang bisa dibuat bahwa itu adalah kesalahan dari pemerintah atau sistem pemerintahan Indonesia, pasti dijadikan kambing hitam oleh kelompok yang tak bertanggungjawab, terutama kelompok radikal dan teroris. 

Mereka menginginkan berdirinya sistem pemerintahan Islam di Indonesia. Padahal Indonesia merupakan negara yang majemuk dengan kearifan lokal tinggi. Kuatnya persatuan Indonesia menjadikan kelompok radikal mengembangkan pola dan sistem propaganda serta rekrutmen anggota. Pengembangan tersebut juga menyasar media sosial sehingga perlu pagar kuat untuk membentengi diri dari hoax.

Pemerintah telah berusaha sangat keras membendung perebaran hoax di dunia maya, berbagai kebijakan penghapusan maupun downgrading  akun-akun penyebar hoax. Namun itu tidak cukup. Pemerintah bersama masyarakat harus bersatu dan bekerjasama untuk segera menangani ancaman penyebaran dan dampaknya. 

Peneliti Senior Badan Litbang Kementerian Agama, Abdul Jamil Wahab mengatakan, motif gerakan terorisme adalah motif keagamaan dan balas dendam. Mereka akan terus berjuang hingga sistem Khilafah Islamiyyah berhasil mereka dapatkan.

Situasi Covid-19 ini, pasalnya, para oknum paham radikal menganggap seperti peristiwa perang, Oleh karena itu warganet bersama masyarakat dan pemerintah harus bersatu dan bekerja bersama mempublikasikan narasi positif dan 
optimisme guna mengangkat isu persatuan dan toleransi.

Optimisme masyarakat akan terus tumbuh bila terjalin hubungan baik antara masyarakat dan pemerintah. Literasi masyarakat juga lerlu ditingkatkan guna aktif berpartisiapsi mendukung pemerintah dalam melawan hoax radikalisme dan intoleransi yang dapat menganggu eksistensi kedaulatan di tengah Pandemi Covid-19.

Mari melawan Virus Radikalisme yang Memprovokasi dan Menghambat Upaya Penanganan Pandemi Covid-19 ini dengan menghindari Provokasi dan Propaganda Radikalisme Dengan Tingkatkan Rasa Patriotisme dan Nasionalisme Demi Indonesia yang Damai dan Maju.
Editor: Yaya

T#g:Coronaradikalisme
Karunia Tour and Travel
Berita Terkait
  • Sabtu, 04 Jul 2020 13:44

    Level Kewaspadaan 8 Daerah Jabar Turun ke Zona Kuning

    Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19 Jabar, Ridwan Kamil melaporkan level kewaspadaan hasil kajian gugus tugas provinsi. Terdapat 1 daerah Zona Hijau (level 1), 10 daerah Zona Biru (le

  • Kamis, 02 Jul 2020 08:32

    Akhyar: Kita Harus Bisa Sesuaikan Diri Hadapi Pandemi Covid-19

    Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) belum diketahui kapan akan berakhirnya. Itu sebabnya wabah ini tidak dapat dihindari, tetapi bagaimana harus bisa menyesuaikan diri untuk menghadapinya seh

  • Selasa, 23 Jun 2020 23:23

    Tetap Gunakan Masker, Jumlah Kasus Positif Terus Bertambah

    Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Sumatera Utara (Sumut) meminta masyarakat untuk tetap menggunakanmasker, jaga jarak dan cuci tangan dengan air dan sabun selama beraktivitas, guna mem

  • Jumat, 19 Jun 2020 03:19

    Membangun Kedisiplinan dan Produktivitas Masyarakat di tengah Pandemi Covid-19

    Pandemi covid-19 masih melanda Indonesia dan pada awalnya ada aturan untuk stay at home sehingga kita dilarang keras untuk keluar rumah kecuali untuk alasan khusus seperti berobat ke klinik. Namun sek

  • Senin, 15 Jun 2020 21:45

    Kabar Baik, Angka Sembuh Pasien Covid-19 Di Sumut Terus Meningkat

    Sudah tiga bulan pandemi Covid-19 melanda Sumatera Utara (Sumut). Selain mencatatkan tren peningkatan kasus positif setiap harinya, angka kesembuhan pasien Covid-19 di Sumut juga ikut mengalami pening

  • Selasa, 09 Jun 2020 03:29

    Satgas Anticovid-19 KYP Blusukan Obati Warga Positif Corona dengan media asap cair tempurung kelapa Superfit

    Dalam rangka menekan jumlah korban pandemi Covid-19, Satgas Anticovid-19 Korps Yudha Putra Pemuda Panca Marga terjun ke masyarakat menggelar pengobatan gratis warga berstatus positif Corona di sejumlah titik zona merah di Jakarta Timur.

  • Rabu, 03 Jun 2020 08:03

    Dandim 0824/Jember: Waspadai Paham Radikal dan Separatisme

    Kodim 0824/Jember dalam Program Kerja Pembinaan Teritorial, pada Selasa (02/06/2020), melaksanakan Pembinaan Komunikasi Sosial bersama tokoh agama, tokoh masyarakat dan aparat, dalam rangka Cegah Tang

  • Minggu, 31 Mei 2020 18:01

    102 Wilayah Zona Hijau Diizinkan Laksanakan Kegiatan Produktif

    Pemerintah Indonesia melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 memberikan kewenangan kepada 102 Pemerintah Kabupaten/Kota yang pada saat ini berada atau dinyatakan dalam zona hijau, untuk mel

  • Minggu, 17 Mei 2020 19:27

    Pembawa virus Corona masih di tengah kita

    Pembawa virus corona tipe baru masih berada di tengah-tengah masyarakat tanpa diketahui gejalanya, dan berpotensi menular saat seseorang memilih mudik.Demikian disampaikan Juru Bicara Pemerintah untuk

  • Minggu, 10 Mei 2020 19:50

    Penanganan Covid-19 Berbasis Komunitas Efektif Bendung Paparan Virus

    Data pasien terpapar Covid-19 di Sumatera Utara (Sumut) selama beberapa hari terakhir menunjukkan peningkatan yang tajam. Sebarannya pun semakin banyak ke sejumlah kabupaten/kota di Sumut. Menyikapi f

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2020 https://utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak