Rabu, 23 Jan 2019 05:04
  • Home
  • Opini
  • Polemik Kampanye dan #SaveMukaBoyolali

Polemik Kampanye dan #SaveMukaBoyolali

MEDAN (utamanews.com)
Oleh: Adrian Sukma, Aktivis dan Pengamat Politik.
Selasa, 06 Nov 2018 04:06
Istimewa
Aksi masyarakat Boyolali mengecam Prabowo, Minggu (4/11).
Respon dari masyarakat Boyolali atas pidato yang disampaikan oleh Capres Prabowo menimbulkan trending topik yang hangat diperbincangkan di masyarakat. Pasalnya pesan yang disampaikan oleh Prabowo berkenaan dengan fisik yaitu, "Mungkin kalian diusir, tampang kalian tidak tampang orang kaya, tampang kalian ya tampang orang Boyolali ini."

Adanya pesan seperti ini, itu ditanggapi oleh beberapa pihak merupakan bentuk penghinaan terhadap masyarakat Boyolali. Pesan tersebut telah menyentuh SARA karena dibumbui dengan kata Boyolali.

Seperti kita ketahui bersama, tipikal orang Indonesia ini sangat alergi terhadap SARA. Konten SARA ini sangat sensitif dan mudah menyulut api di tengah-tengah masyarakat maya. Pertanyaan terbesar sekarang, kenapa ada seorang calon pemimpin sebut saja Sandi-Prabowo yang suka sekali mencari perhatian dengan memunculkan ungkapan-ungkapan tidak berfaedah, kontraproduktif, tidak berdasar, dan tidak berilmu. Sebenarnya mereka ini berniat untuk menjadi pemimpin bangsa atau pemecah-belah bangsa?

Kita semua dapat perhatikan dengan seksama sejak awal Sandi ditetapkan sebagai wakil dari capres Prabowo, dirinya telah melontarkan statemen bahwa sepiring makan siang di Jakarta lebih mahal daripada di Singapura. Ini jelas pernyataan yang tidak masuk akal, sangat tidak berdasar. Bila digunakan untuk mencari perhatian masyarakat Indonesia tentu ini merupakan cara yang tepat, cara yang tepat untuk mencari perhatian layaknya anak kecil dungu yang berbuat bodoh sehingga menjadi bahan guyonan. Namun bagi se-kelas capres-cawapres tentu ini tidak bisa disamakan dan sangat disayangkan Indonesia memiliki calon pemimpin yang seperti demikian.

Banyak dari masyarakat bertanya-tanya sebenarnya apa yang salah dari Boyolali. Kenapa Prabowo menggunakan Boyolali sebagai bahan percontohan masyarakat yang tertinggal dan kenapa Prabowo bertindak seperti demikian. Kenapa strategi Prabowo untuk memenangkan kursi RI 1 harus mencari perhatian receh dari masyarakat? 

Bagi saya ini seperti kemunduran bagi bangsa Indonesia. Indonesia memiliki tokoh-tokoh yang jauh lebih unggul baik itu dari segi karakter, kepemimpinan, pengalaman, integritas, dan ilmu pengetahuan. Namun yang maju untuk menjadi calon pemimpin malah seseorang yang hanya mampu mencari perhatian murahan dan malah mengganggu kenyamanan masyarakat. Sepemahanan saya justru seorang pemimpin memikirkan solusi-solusi yang tepat untuk diterapkan dan mampu menyelesaikan segala permasalahan dari kepemimpinan sebelumnya. Bukan malah menghina masyarakat dan memunculkan prestasi berupa tagar #SaveMukaBoyolali.

Sekarang kita bahas dari kubu Jokowi. Banyak orang mengatakan, "Jokowi itu gak bagus-bagus banget, tapi kalo pilihan keduanya bang Wowo ya gue mendingan Jokowi." Kita masyarakat harusnya buka mata selebar-lebarnya. Jangan hanya bisa komplain, komentar, protes, dan menyalahkan. Sebagai perbandingan kita harus bisa berfikir luas, melihat ke kanan, ke kiri, dan juga ke belakang. Seperti apa kepemimpinan sebelum-sebelumnya? Berapa banyak perubahan yang telah mereka lakukan terhadap bangsa ini? Dan berapa besar perubahan yang telah didobrak oleh Jokowi? Kalau masyarakat membandingkan dengan negara maju seperti Rusia, Jerman, Inggris, dan Amerika ya tentu kita tidak akan pernah bisa menghargai setiap perubahan baik yang kita perjuangkan. 

Kemajuan itu butuh proses, dan proses itu butuh dukungan serta kerjasama semua elemen masyarakat. Bukan perjuangan untuk menegakkan khilafah yang malah mengancam persatuan bangsa.

Editor: Sam

T#g:BoyolaliPrabowoSARA
Karunia Tour and Travel
Berita Terkait
  • Rabu, 16 Jan 2019 20:56

    Pidato Kebangsaan Prabowo-Sandi Tuai Respon Negatif

    Capres Prabowo Subianto menyampaikan pidato kebangsaan bertajuk 'Indonesia Menang' yang digelar di JCC Plenary Hall, Jakarta, tanggal 14 Januari 2019 lalu. Prabowo-Sandi menyampaikan uraian

  • Selasa, 15 Jan 2019 14:45

    Pidato Kebangsaan dengan Data Di Awang-Awang

    Dalam pidato Kebangsaan "Indonesia Menang", Capres nomor urut 02, Prabowo Subianto menyampaikan beberapa hal tentang pemerintahan terdahulu  yang semuanya bernuansa minor dan satire.Dikatakannya

  • Senin, 07 Jan 2019 19:27

    Kisaran Heboh, Sepasang Insan Tewas Ditembak Dalam Keadaan Bugil Di Hotel

    Masyarakat kota Kisaran kabupaten Asahan Sumatera Utara, khususnya yang berada di sekitar Hotel Central, Jalan Sei Gambus, Kecamatan Kisaran Barat, mendadak heboh, Senin (7/1/2019).Pasalnya diketahui

  • Jumat, 28 Des 2018 22:28

    Sejarah Kudeta Militer Prabowo Tahun 1998

    Sejarah kelabu negeri ini pernah terjadi di tahun 1998 silam. Ketika, Soeharto, presiden kala itu terpilih untuk kesekian kalinya. Masyarakat yang selama ini diam, menyimpan bara. Terjadilah amuk mass

  • Rabu, 26 Des 2018 22:26

    Menimbang Indonesia Dalam Naungan Prabowo

    Menduduki kursi nomor wahid di Indonesia tentu menjadi impian dari banyak orang, baik tokoh politik, akademisi, pakar hukum, hingga masyarakat biasa. Berbagai fasilitas, pendapatan hingga kehormatan s

  • Kamis, 20 Des 2018 10:50

    Ketidakmampuan Prabowo Memimpin Rumah Tangga

    Berbicara mengenai Prabowo Subianto, ada satu hal yang menarik untuk didiskusikan, yaitu mengenai latar belakang keluarga dan rumah tangganya. Menurut hasil survei, lebih dari 80% masyarakat Indonesia

  • Senin, 17 Des 2018 15:17

    Identik dengan kepemimpinan militeristik, Prabowo menuai kritik

    Sejumlah kritik datang menghujani Prabowo. Kritik ini berupa opini-opini masyarakat Indonesia yang menuding Prabowo berpotensi menjadi pemimpin yang militeristik dan represif. Hal ini ditakutkan oleh

  • Rabu, 07 Nov 2018 02:07

    Dampak Negatif Pidato "Tampang Boyolali" Prabowo

    Pidato Capres nomor urut 02, Prabowo Subianto di Boyolali pada 30 Oktober 2018 menuai reaksi keras dari masyarakat. Pidato yang disampaikan Prabowo saat meresmikan Posko pemenangan itu dengan menyingg

  • Kamis, 25 Okt 2018 10:35

    Prabowo: Denny JA Itu Siapa? Tuhan di Bidang Polling?

    Prabowo Subianto, Calon presiden nomor urut 02 enggan menanggapi hasil survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA yang menyebutkan bahwa elektabilitas pasangan Prabowo-Sandiaga turun pasca-kasus

  • Kamis, 25 Okt 2018 00:25

    Danramil Ajak Masyarakat Jaga Persatuan Kesatuan Di Tengah Keberagaman

    Danramil 0824/26 Jelbuk Kapten Inf Wahyudi Triko Irianto, Staf Dinsos Jember Farihul Mashudi, Kasi PMD Kec Jelbuk Teguh S, menjadi narasumber dalam Saresehan dengan thema "Keserasian Harmoni Dalam Keb

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2019 https://utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak