Rabu, 14 Nov 2018 04:15
HUT Pemkab Labuhanbatu
  • Home
  • Opini
  • Polemik Kampanye dan #SaveMukaBoyolali

Polemik Kampanye dan #SaveMukaBoyolali

MEDAN (utamanews.com)
Oleh: Adrian Sukma, Aktivis dan Pengamat Politik.
Selasa, 06 Nov 2018 04:06
Istimewa
Aksi masyarakat Boyolali mengecam Prabowo, Minggu (4/11).
Respon dari masyarakat Boyolali atas pidato yang disampaikan oleh Capres Prabowo menimbulkan trending topik yang hangat diperbincangkan di masyarakat. Pasalnya pesan yang disampaikan oleh Prabowo berkenaan dengan fisik yaitu, "Mungkin kalian diusir, tampang kalian tidak tampang orang kaya, tampang kalian ya tampang orang Boyolali ini."

Adanya pesan seperti ini, itu ditanggapi oleh beberapa pihak merupakan bentuk penghinaan terhadap masyarakat Boyolali. Pesan tersebut telah menyentuh SARA karena dibumbui dengan kata Boyolali.

Seperti kita ketahui bersama, tipikal orang Indonesia ini sangat alergi terhadap SARA. Konten SARA ini sangat sensitif dan mudah menyulut api di tengah-tengah masyarakat maya. Pertanyaan terbesar sekarang, kenapa ada seorang calon pemimpin sebut saja Sandi-Prabowo yang suka sekali mencari perhatian dengan memunculkan ungkapan-ungkapan tidak berfaedah, kontraproduktif, tidak berdasar, dan tidak berilmu. Sebenarnya mereka ini berniat untuk menjadi pemimpin bangsa atau pemecah-belah bangsa?

Kita semua dapat perhatikan dengan seksama sejak awal Sandi ditetapkan sebagai wakil dari capres Prabowo, dirinya telah melontarkan statemen bahwa sepiring makan siang di Jakarta lebih mahal daripada di Singapura. Ini jelas pernyataan yang tidak masuk akal, sangat tidak berdasar. Bila digunakan untuk mencari perhatian masyarakat Indonesia tentu ini merupakan cara yang tepat, cara yang tepat untuk mencari perhatian layaknya anak kecil dungu yang berbuat bodoh sehingga menjadi bahan guyonan. Namun bagi se-kelas capres-cawapres tentu ini tidak bisa disamakan dan sangat disayangkan Indonesia memiliki calon pemimpin yang seperti demikian.

Banyak dari masyarakat bertanya-tanya sebenarnya apa yang salah dari Boyolali. Kenapa Prabowo menggunakan Boyolali sebagai bahan percontohan masyarakat yang tertinggal dan kenapa Prabowo bertindak seperti demikian. Kenapa strategi Prabowo untuk memenangkan kursi RI 1 harus mencari perhatian receh dari masyarakat? 

Bagi saya ini seperti kemunduran bagi bangsa Indonesia. Indonesia memiliki tokoh-tokoh yang jauh lebih unggul baik itu dari segi karakter, kepemimpinan, pengalaman, integritas, dan ilmu pengetahuan. Namun yang maju untuk menjadi calon pemimpin malah seseorang yang hanya mampu mencari perhatian murahan dan malah mengganggu kenyamanan masyarakat. Sepemahanan saya justru seorang pemimpin memikirkan solusi-solusi yang tepat untuk diterapkan dan mampu menyelesaikan segala permasalahan dari kepemimpinan sebelumnya. Bukan malah menghina masyarakat dan memunculkan prestasi berupa tagar #SaveMukaBoyolali.

Sekarang kita bahas dari kubu Jokowi. Banyak orang mengatakan, "Jokowi itu gak bagus-bagus banget, tapi kalo pilihan keduanya bang Wowo ya gue mendingan Jokowi." Kita masyarakat harusnya buka mata selebar-lebarnya. Jangan hanya bisa komplain, komentar, protes, dan menyalahkan. Sebagai perbandingan kita harus bisa berfikir luas, melihat ke kanan, ke kiri, dan juga ke belakang. Seperti apa kepemimpinan sebelum-sebelumnya? Berapa banyak perubahan yang telah mereka lakukan terhadap bangsa ini? Dan berapa besar perubahan yang telah didobrak oleh Jokowi? Kalau masyarakat membandingkan dengan negara maju seperti Rusia, Jerman, Inggris, dan Amerika ya tentu kita tidak akan pernah bisa menghargai setiap perubahan baik yang kita perjuangkan. 

Kemajuan itu butuh proses, dan proses itu butuh dukungan serta kerjasama semua elemen masyarakat. Bukan perjuangan untuk menegakkan khilafah yang malah mengancam persatuan bangsa.

Editor: Sam

T#g:BoyolaliPrabowoSARA
iklan kaos garuda
Berita Terkait
  • Rabu, 07 Nov 2018 02:07

    Dampak Negatif Pidato "Tampang Boyolali" Prabowo

    Pidato Capres nomor urut 02, Prabowo Subianto di Boyolali pada 30 Oktober 2018 menuai reaksi keras dari masyarakat. Pidato yang disampaikan Prabowo saat meresmikan Posko pemenangan itu dengan menyingg

  • Kamis, 25 Okt 2018 10:35

    Prabowo: Denny JA Itu Siapa? Tuhan di Bidang Polling?

    Prabowo Subianto, Calon presiden nomor urut 02 enggan menanggapi hasil survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA yang menyebutkan bahwa elektabilitas pasangan Prabowo-Sandiaga turun pasca-kasus

  • Kamis, 25 Okt 2018 00:25

    Danramil Ajak Masyarakat Jaga Persatuan Kesatuan Di Tengah Keberagaman

    Danramil 0824/26 Jelbuk Kapten Inf Wahyudi Triko Irianto, Staf Dinsos Jember Farihul Mashudi, Kasi PMD Kec Jelbuk Teguh S, menjadi narasumber dalam Saresehan dengan thema "Keserasian Harmoni Dalam Keb

  • Minggu, 23 Sep 2018 20:23

    Akibat 'bad news is good news', media dinilai prioritaskan berita konflik

    Media di Indonesia terutama media siber atau berbasis internet, kerap kali menjadikan isu keberagaman sebagai berita utama.

  • Senin, 17 Sep 2018 19:47

    Mahasiswa Asahan Tolak Deklarasi Neno Warisman di Kisaran

    Seratusan mahasiswa yang bergabung dalam Aliansi Mahasiswa Asahan (AMAN) Cinta NKRI berunjukrasa di Tugu Juang Bambu Runcing Kisaran dan Mako Polres Asahan, Senin siang (17/9/2018). Massa menolak keha

  • Selasa, 04 Sep 2018 04:04

    Hanifan Yudani Kusuma, Pesilat yang Sejukkan Indonesia

    Pencak Silat adalah salah satu bela diri khas Indonesia yang turut dipertandingkan sebagai salah satu cabang olahraga di Asian Games 2018 Jakarta-Palembang. Pesilat tentunya identik dengan karakt

  • Jumat, 31 Agu 2018 08:31

    Bupati Deli Serdang Tinjau Persiapan Hari Aksara Internasional tingkat Nasional

    Bupati Deli Serdang H Ashari Tambunan bersama Wakil Bupati H Zainuddin Mars, Sekdakab Darwin Zein dan para Pimpinan OPD terkait meninjau langsung kesiapan di lokasi pelaksanaan Peringatan Hari Aksara

  • Kamis, 12 Jul 2018 07:52

    Panglima TNI: Pendidikan Dasar dan Menengah Merupakan Pondasi Dasar Bagi Anak-Anak

    Pendidikan dasar dan menengah merupakan peletak pondasi dasar bagi anak-anak dalam mempersiapkan diri untuk melanjutkan pendidikan sesuai dengan bidang minat dan potensi diri masing-masing.

  • Rabu, 13 Jun 2018 20:23

    Djarot dan Sihar Terbahak-bahak Dengar Guyonan Syamsul Arifin

    Dato' Seri H Syamsul Arifin SE berbincang santai dengan Djarot Saiful Hidayat dan Sihar Sitorus, saat ketiganya bertemu dalam silaturahmi di kediaman Djarot, jalan RA Kartini Medan, Selasa (12/6/

  • Selasa, 22 Mei 2018 13:32

    Polres Asahan Tangkap Pengedar Sabu di Jalan Kuini, Kisaran Naga

    Satuan Reserse Narkoba Polres Asahan menangkap FIN alias I (20 tahun), dari kamar kos-kosan di jalan Kuini Lk. I Kel. Kisaran Naga Kec. Kisaran Timur Kab. Asahan, Senin siang (21/5/2018).Kasat Res Nar

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2018 https://utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak