Jumat, 24 Sep 2021 22:12
  • Home
  • Opini
  • Medan Belum Capai Target Vaksinasi, Skema Jemput Bola?

Isu Vaksin kurang bagus harus diredam

Medan Belum Capai Target Vaksinasi, Skema Jemput Bola?

Medan (utamanews.com)
Oleh: Osriel Limbong (Direktur Eksekutif Sumut Institut)
Selasa, 20 Jul 2021 15:30
Istimewa
Kasus penyebaran terpapar covid-19 di Indonesia semakin melonjak naik dan kasus kematian juga, hal ini disebabkan beberapa Indikator yaitu, semakin lemahnya masyarakat menegakkan disiplin Protokol Kesehatan (Prokes) yang disingkat dengan 5M, kemudian ditambah pasca lebaran yang lalu di bulan April 2021 dimana masih banyak masyarakat Indonesia yang mengabaikan ajakan serta larangan dari Petugas Gugus Covid-19 yaitu, Jangan Mudik, khususnya di Pulau Jawa dan Bali, ditambah dengan merebaknya varian baru yaitu Varian Delta.

Berdasarkan data dari Gugus Tugas Covid-19 Nasional per tanggal 19 Juli 2021, bahwa kasus terpapar berjumlah 2.911.733 sedangkan yang sembuh mencapai 2.293.875 dan yang meninggal 74.920. 

Dari data tersebut tentu membuat gambaran bagi kita bahwa penyebaran virus masih terus naik, lantas dimana letak masalahnya? 

Menurut pengamatan kami kompleks, sebab untuk meredam laju penyebaran virus di tengah interaksi manusia dibutuhkan sinergitas semua pihak, baik dari pemangku kebijakan, pelaku usaha, penyedia usaha, akademisi, media, Tokoh Masyarakat, Agama, bahkan kelompok Politik, atau politikus. 

PPKM Darurat yang kedepannya akan mengalami perubahan nama yaitu PPKM Level 1,2,3,4, dan kita harapkan tidak ada lagi bagi bangsa dan negara Indonesia terkait tingkat penyebaran virus covid -19.


Peran Maksimalisasi Vaksinasi dalam Meredam Penyebaran Covid-19

Vaksin saat ini masih dipercaya dan menjadi solusi awal dalam meredam Penyebaran covid-19 diluruh dunia, seperti yang sudah dilangsir dibeberapa media oleh WHO, bahwa jalan satu-satunya saat ini dalam mencegah dan meredam penyebaran virus covid-19. Selain Prokes adalah memaksimalkan bagi warga masyarakat dunia untuk di Vaksin, dimana sudah banyak vaksin yang mendapat ijin edar  pemakaiannya salah satunya, Sinovax, moderna, sinoparm, exrazaneca dan menyusul Vaksin Nusantara. 

Namun dari data nama vaksin dan tingkat persentase vaksin bagi masyarakat belum menunjukkan angka yang diharapkan, sesuai data dari Gugus covid -19 Nasional yaitu : Vaksin 1 : 42.095.531, Vaksin 2 : 16.400.351 dari target Nasional 208.265.720, masih jauh dari target 50%, vaksinasi bagi masyarakat.

Jadi menurut pengamatan kami, bahwa ada hubungan tingginya penyebaran covid-19 di pasca ledakan aktivitas masyarakat yaitu Aktivitas Ekonomi, Sosial, Keagamaan dan jenis aktivitas lainnya pada bulan April, Mei, dan Juni 2021, dimana persentase masyarakat tervaksin masih rendah, sementara salah satu fungsi vaksin salah satunya adalah membentuk molekul ikatan imunitas atau kekebalan yang terbentuk di dalam, sehingga kasus penerapan PPKM Darurat. Menurut hemat kami salah satunya Penyebaran Vaksin dan tervaksinnya masyarakat.

Kota Medan, Masuk PPKM Darurat

Pada tanggal 12 Juli 2021 yang lalu, Kota Medan masuk salah  satu daerah yang ditetapkan Zona Hitam dan masuk penerapan PPKM Darurat, dimulai dari tanggal 12 hingga 20 Juli, dan akan diumumkan kemudian beberapa hari lagi apakah status tetap atau diperpanjang arau diturunkan ke level yang lebih rendah.

Sebagai ingatan dan informasi bagi kita semua bahwa data update gugus covid-19 Kota Medan, pertanggal 19 Juli 2021 :
Terkonfirmasi covid 21.974, sembuh 18.174 dan Meninggal 660 sementara dari data vaksinasi untuk Kota Medan masih di 41,21% untuk target 1.3 juta masyarakat Kota Medan, dengan rincian 93,04% untuk tenaga kesehatan, 24,27% lansia, 53.47% Pelayan Publik (indozone.sumut, (05/6-2021).

Dari rincian data diatas, pandangan dan pengamatan kami, di sektor Pendidikan, baik Pelajar maupun tenaga kependidikan belum menunjukkan angka yang baik, begitu juga di sektor yang berlatar belakang profesi yang diluar data tersebut juga belum tertangkap atau terdata dalam status vaksin, jadi kami berpandangan, agar Walikota harus berani merubah skema vaksinasi dari poros didatangi masyarakat menjadi mendatangi masyarakat lewat pemberdayaan posko kelurahan sehingga lebih gampang dan efisiensi dimana lebih ringan mendatangkan 20 orang Sumber Daya Manusia Vaksinator dari pada kedatangan masyarakat yang diharapkan 300 orang/ hari.

Sebab, Kelurahan berdasarkan data lingkungan bisa dibuat jadwal/lingkungan setiap warga yang akan divaksin, buat kalangan pelajar bisa dibuat di sekolah masing-masing dan bila skema tersebut dipersiapkan secara terencana, kami yakin Pak Boby, Walikota Medan mampu mewujudkan hal tersebut.

Dalam prediksi kami jika di rencananya persiapan bulan Juli ini, Agustus, September target 1.3 juta bahkan lebih akan tercapai, maka Medan, sebagai Kota Vaksinasi yang kuat sehingga penyebaran dan pencegahan covid-19 dapat terwujud dan melaksanakan Prokes.

Meredam Isu Vaksin yang bermasalah

Sejak Pernyataan masuknya virus covid-19, Januari 2020 yang lalu, secara internal dalam Negara Indonesia, masih menjadi tarik menarik, bagi semua Kalangan, baik virus covid-19 merupakan kepentingan negara yang ingin mengelola ekonomi global, masuknya kepentingan satu negara yang berbeda Ideologi, bahkan menjadi gorengan dari pihak yang mungkin saja tidak setuju atau tidak suka dengan kepemimpinan Presiden Jokowi, dimana di tahun 2019, di Indonesia baru saja selesai parhelatan demokrasi yang akhirnya pengelolaan kekuasaan lewat Pemerintahan bagi Rakyat Indonesia. Dimana Jokowi-Amin menjadi Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia Periode 2019-2024, dan Jokowi menjadi Presiden RI yang kedua Periode.

Isu Virus dan Vaksin berdasarkan pengamatan kami masih menjadi trend, Ekonomi, Sosial, Kesehatan dan Politik. Pemerintahan Jokowi, sempat kewalahan dalam menerapkan skema pencegahan dan penyebaran covid-19 bahkan untuk mencapai target Vaksinasi dimana sempat perdebatan, mekanisme, jenis vaksin bahkan manajemen distribusi, sehingga Presiden mengganti Menterinya.

Berdasarkan isu dan polemik, yang ada, kami menyarankan agar Walikota Medan, membentuk tim di jajaran kepala lingkungan dengan koordinator Lurah, agar dapat menjelaskan apa itu Virus dan apa itu Vaksin dan bagaimana mencegah yang baik lewat vaksinasi, dan jangan hiraukan info yang tidak bertanggung jawab terkait tentang Virus Covid -19, dan Vaksin yang yang harus dicapai sebagai pembentukan imunitas molekul yang terbentuk di dalam darah.
Editor: Budi

T#g:Osriel LimbongVaksin
Berita Terkait
  • Jumat, 24 Sep 2021 20:24

    Jamal Ajak Para Pelajar Ikuti Program Vaksinasi Covid 19

    Walikota Sibolga, Jamaluddin Pohan mengimbau siswa sekolah untuk selalu merangkul teman sebaya mengikuti program vaksinasi Covid-19."Harus 90 persen masyarakat Kota Sibolga divaksin, barulah kita bisa

  • Jumat, 24 Sep 2021 19:34

    Dukung Vaksinasi Polri, KAMI: Agar Indonesia Cepat Pulih

    Program vaksinasi merdeka Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut) bersama Kaum Milenial Indonesia (KAMI) di hari kedua, penyelenggara berhasil menyuntikkan 1485 dosis vaksin kepada masyarakat k

  • Jumat, 24 Sep 2021 12:54

    Seorang nenek mendapat kejutan di Serbuan Vaksinasi Maritim TNI AL Lanal TBA

    Pangkalan TNI Angkatan Laut Tanjungbalai Asahan (Lanal TBA) menggelar kegiatan dengan judul Serbuan Vaksinasi Maritim yang bekerja sama dengan Polres Kota Tanjungbalai dan Pemerintah Kota Tanjungbalai

  • Kamis, 23 Sep 2021 23:03

    Pemkab Taput Mencanangkan Vaksinasi Bagi Ibu Hamil

    Dinas kesehatan memberikan sosialisasi akan adanya vaksinasi bagi ibu hamil, di Gedung Nasional,23 September 2021.Pada acara pencanangan vaksinasi tersebut, Kepala Dinas kesehatan Alexander Gutom, ber

  • Kamis, 23 Sep 2021 19:03

    Bobby Nasution harap vaksinasi yang digelar AKABRI-96 sukseskan program vaksinasi dan terwujudnya herd immunity

    Wali Kota Medan Bobby Nasution meninjau pelaksanaan serbuan Vaksinasi massal yang digelar AKABRI 1996-Bharatasena di Shelter Lanud Soewondo Medan, Kamis (23/9/2021). Diharapkan kegiatan akan membantu

  • Rabu, 22 Sep 2021 19:32

    Polri Bersinergi dengan BEM dan OKP Gelar Vaksinasi Merdeka se-Indonesia

    Polri bersinergi dengan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan Organisasi Kemasyarakatan dan Pemuda (OKP) menggelar kegiatan vaksinasi merdeka di seluruh Indonesia secara serentak. Kegiatan ini juga

  • Selasa, 21 Sep 2021 22:51

    Polres Binjai Gelar Vaksinasi Pelajar Di SMAN 5

    Guna mensukseskan Program Pemerintah dalam penanganan Covid-19, Polres Binjai terus melaksanakan vaksinasi bagi masyarakat maupun pelajar yang ada di Kota Binjai. Seperti yang terlihat pada Selas

  • Selasa, 21 Sep 2021 20:41

    Tinjau Vaksinasi di Madina, Kapolda Sumut Ucapkan Terimakasih Pada Masyarakat

    Kapolda Sumut Irjen Pol Drs RZ Panca Putra Simanjuntak MSi dan Pangdam I BB (diwakili oleh AS OPS Pangdam) dan rombongan melaksanakan peninjauan dan pengecekan secara langsung pelaksanaan kegiatan Vak

  • Senin, 20 Sep 2021 20:50

    MUI Tebing Tinggi Mulai Salurkan 5.000 Dosis Vaksin Bantuan Kemenkes RI

    Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Tebingtinggi mulai salurkan 5.000 vaksin Sinovac bantuan Kementerian Kesehatan (Kemenken) RI, Senin (20/9/2021). Vaksinasi MUI Kota Tebingtinggi dilaksanakan selama

  • Senin, 20 Sep 2021 20:50

    Mahasiswa UINSU Warga Negara Thailand Ikuti Vaksinasi MUI Kota Tebing Tinggi

    Sebanyak 6 mahasisa Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UIN-SU) warga negara Thailand antusias ikuti kegiatan Vaksinasi Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Tebingtinggi, Senin (20/9/2021) di Islam

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2021 https://utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak