Minggu, 16 Jun 2019 04:37
  • Home
  • Opini
  • Kemenangan Jokowi Ma'ruf Tak Terbendung

Kemenangan Jokowi Ma'ruf Tak Terbendung

MEDAN (utamanews.com)
Oleh: Rahmat Kartolo, pengamat sosial politik
Sabtu, 15 Jun 2019 03:15
Facebook
Unjuk rasa masyarakat kabupaten Boyolali memprotes ucapan bernada hinaan dari Prabowo Subianto.
Meskipun pihak BPN telah berupaya melayangkan gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK) dengan tuduhan Pemilu 2019 curang, kemenangan paslon nomor 01 Jokowi-Ma'ruf Amin sudah dipastikan tak terbendung.

Berbagai hasil quick count maupun real count KPU, sebagian besar telah menunjukkan bahwa pasangan Prabowo- Sandiaga harus menerima kekalahan untuk tidak menjabat sebagai presiden dan wakil presiden dalam 5 tahun kedepan.

Salah satu sebab kemenangan Jokowi- Ma'ruf Amin adalah suara dari pemilih muda. Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Penggalangan Pemilih Muda Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Bahlil Lahadalia, yang mengatakan bahwa pemilih muda tetap memilih Jokowi- Ma'ruf Amin, meski pasangan 01 banyak mendapatkan serangan informasi hoax dan ujaran kebencian.


Menurut Bahlil, kaum muda yang umumnya kritis lebih memberikan kepercayaan kepada pasangan Jokowi- Ma'ruf untuk membangun Indonesia ke depan.

"Pak Jokowi sudah terbukti selama hampir lima tahun ini, dapat membangun ekonomi dengan baik, dan menjadikan Indonesia kondusif", tutur Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) itu.

Menurutnya, pemuda adalah kelompok milenial yang cerdas dan rasional. Ia juga merasa optimis, bahwa pasangan Jokowi- Ma'ruf akan memenangkan Pemilu 2019 dengan perolehan suara sekitar 55,6 persen.

Kemenangan mantan walikota Surakarta tersebut juga menjadi topik sejumlah media asing. Salah satunya laman berita online Amerika Serikat, The New York Times melalui artikelnya yang berjudul Joko Wins Re-election in Indonesia, Defeating Hard Line Former General. Situs berita itu turut memberitakan kemenangan pasangan nomor urut 01 Ir Joko Widodo dan KH. Ma'ruf Amin.


"Presiden Joko Widodo dari Indonesia telah berhasil memenangkan pemilihan umum, menurut penghitungan suara final yang dirilis oleh komisi pemilihan negara pada hari selasa, meski terjadi sejumlah penolakan terhadap kepemimpinannya." Itulah kutipan The New York Times terkait hasil Pemilu yang diumumkan lebih dari sebulan setelah pemungutan suara 17 April lalu.

Meski Jokowi tidak mendapatkan kemenangan di sebagian besar wilayah Sumatera, namun kekalahan tersebut tertutup oleh suara di Jawa Timur dan Jawa Tengah. Karena itu, meski Prabowo unggul di Sumatera, Jokowi sanggup mengompensasi kekalahannya di Sumatera, dengan keunggulan besar di Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Bahkan Prabowo memang disinyalir unggul di Jawa Barat, tetapi Prabowo dan BPN selaku Timses Prabowo-Sandiaga tidak dapat memaksimalkan potensi suara di Jawa Barat.

Faktor selanjutnya yang menjadi kunci kemenangan Joko Widodo- Ma'ruf Amin adalah solidnya pemilih dari kalangan minoritas mendukung Jokowi Ma'ruf Amin.

Hasil Quick Count di provinsi seperti Bali, NTT, Sulut dan Papua menunjukkan margin keunggulan yang sangat tebal bagi Joko Widodo- Ma'ruf Amin.


Pada kesempatan yang lain, Ketua TKN Erick Thohir pernah menegaskan bahwa kemenangan yang diraih oleh paslon 01 tersebut, diperoleh tanpa adanya kecurangan. Dia mengatakan, kemenangan paslon 01 merupakan kehendak Tuhan melalui suara rakyat. "Ini untuk kebaikan Indonesia. Tidak mungkin kebaikan diperoleh melalui kecurangan," tutur Erick Thohir.

Hal tersebut menunjukkan bahwa Jokowi-Ma'ruf Amin dipercaya oleh masyarakat sebagai pemimpin yang mengedepankan semboyan bhineka tunggal ika, dan memiliki semangat bertoleransi terhadap kalangan minoritas. Meski demikian, kubu Prabowo- Sandiaga tampak masih belum menerima kenyataan dengan sikap legowo, gugatan pun mereka ajukan ke Mahkamah Konstitusi setelah kerusuhan 22 Mei lalu mereda.

Pasangan nomor urut 01 Joko Widodo dan Ma'ruf Amin berhasil mendapatkan 55,50 persen suara dari total suara sah nasional. Sedangkan pasangan nomor urut 02 harus menerima kenyataan dengan torehan 44,50 persen suara dari total suara sah nasional.

Pemilu merupakan salah satu cara untuk membentuk sebuah pemerintahan yang adil dan benar- benar mewakili rakyat serta memperkokoh persatuan bangsa. Karena itulah seluruh pihak yang terlibat sudah semestinya menjalankan peran secara mulia, baik itu pengawas, peserta pemilu, maupun pendukungnya agar senantiasa meredakan kegaduhan yang tak kunjung usai.

Pemilu memang penting bagi sebuah negara yang menganut sistem demokrasi, namun persatuan sebagai satu bangsa dan negara juga tak kalah penting, karena menjaga persatuan Indonesia tidak hanya menjadi tanggungjawab presiden atau wakil presiden, tapi seluruh rakyat Indonesia.

Editor: Iman

T#g:Jokowi-AminJokowi AminPileg 2019
Karunia Tour and Travel
Berita Terkait
  • Minggu, 05 Mei 2019 16:25

    Sambut Bulan Suci Ramadhan 1440 H, DPD Partai Golkar Labuhanbatu Sembelih 7 Ekor Lembu

    Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golongan Karya Kabupaten Labuhanbatu, dibawah pimpinan Ketua H. Andi Suhaimi Dalimunthe, ST. MT yang juga sebagai pelaksana tugas (Plt) Bupati Labuhanbatu bersama pe

  • Jumat, 22 Mar 2019 14:02

    Tidak Laporkan Dana Kampanye, 11 Parpol Batal Ikut Pemilu

    Komisi Pemilihan Umum (KPU) membatalkan keikutsertaan 11 partai politik (Parpol) dalam Pemilihan Umum (Pemilu) 2019, di sejumlah provinsi, kabupaten/kota, karena tidak menyampaikan Laporan Awal Dana K

  • Minggu, 17 Mar 2019 18:57

    Ma'ruf Amin Pemimpin yang Bersih dan Kharismatis

    Berbekal segudang pengalaman memimpin, Prof. Dr. (HC) Ma'ruf Amin dipilih oleh Presiden Jokowi untuk mendampingi dirinya sebagai cawapres. Pilihan yang sangat tepat, karena ternyata pilihan ini d

  • Selasa, 12 Feb 2019 19:42

    KPU Medan Sosialisasikan Pemilu 2019 pada Pelajar SMK Teknologi Al-Fattah

    Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Medan gelar Sosialisasi Pendidikan Pemula dalam rangka Pemilu 2019 di Jl. Kejaksaan No.37 Medan, Selasa sore (12/2/2019).Dalam kegiatan yang dibuka oleh Karnomen Purba

  • Jumat, 12 Okt 2018 11:42

    Bawaslu Simalungun Bolehkan Eks Napi Korupsi Ikut Pileg 2019

    Komisioner Badan Pengawas Pemilihan Umum Kabupaten Simalungun (Bawaslu) Choir Nasution menyatakan bahwa Caleg yang merupakan mantan napi korupsi akan tetap dimasukkan ke daftar calon tetap (DCT). Namu

  • Selasa, 25 Sep 2018 19:25

    TNI-Polri Siap Amankan Pemilu 2019

    Demi menciptakan Pemilu 2019 yang aman dan damai, Polda Sumatera Utara dan Pangdam I/BB (Bukit Barisan) menggelar apel gabungan TNI-Polri di depan kantor DPRD Jl. Imam Bonjol, Senin (24/09/2019).Apel

  • Sabtu, 22 Sep 2018 14:52

    Ketua KPU Paluta Umumkan Kekerabatan dengan Peserta Pemilu

    Sebagai penyelenggara Pemilu, Ketua Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Padang Lawas Utara, Rahmat Hidayat membuat pengumuman secara tertulis. Pengumuman tersebut dibuat untuk memenuhi dan melaksanak

  • Jumat, 21 Sep 2018 15:01

    Peserta Pemilu 2019 Ikuti Sosialisasi Peraturan KPU RI Tentang Kampanye

    Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta) melaksanakan kegiatan sosialisasi peraturan KPU RI tentang kampanye di kantor KPU Paluta, Jum'at (21/9/2018).Acara yang dimulai p

  • Selasa, 04 Sep 2018 10:34

    KPU Siantar Diminta Copot Status DCS Maruli Hutapea, Denny Siahaan dan Sorimuda Harahap

    Lembaga yang bergerak dalam penegakan hukum dan keadilan, Institution Law And Justice yang diketuai oleh Fawer Full Fander Sihite menyurati Komisi Pemilihan Umum Kota Siantar pada Senin (3/9/2018).Isi

  • Sabtu, 01 Sep 2018 08:01

    Golkar Tebing Tinggi Ajak Kader dan Bacaleg Loyal pada Partai

    Terkait isu tentang akan mundurnya Bakal Calon Legislatif yang berjenis kelamin wanita dari keikutsertaan di Partai Golkar dari pencalonan legislatif sebelum penetapan DCT, karena keberatan terhadap c

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2019 https://utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak