Rabu, 16 Okt 2019 08:02
  • Home
  • Opini
  • Duka Cita Presiden Jokowi Untuk Mahasiswa Kendari

Duka Cita Presiden Jokowi Untuk Mahasiswa Kendari

Medan (utamanews.com)
Oleh: Aldia Putra
Jumat, 04 Okt 2019 04:34
Humas DPRD Sumut
RE Nainggolan, mantan Sekda Provinsi Sumatera Utara memimpin aksi unjuk rasa N4J di kantor DPRD provinsi Sumatera Utara mengecam kelompok yang diduga berupaya menggagalkan pelantikan Jokowi-Ma'ruf Amin, Kamis (3/10).
Indonesia berduka, demonstrasi berujung ricuh yang menelan korban di Sulawesi Tenggara kini sedang disoroti. Pemerintah pun ikut berbela sungkawa dan mendorong Kepolisian untuk segera menangkap pelakunya.

Aneka tagar bertuliskan Indonesia Berduka banyak bertebaran di jagat maya, mengundang banyak simpati. Mulai dari ucapan belasungkawa hingga pengecaman terhadap insiden ini. Ditengarai aksi ini tertuju akan peristiwa meninggalnya demonstran yang menggelar aksi unjuk rasa di Gedung DPRD Sultra. Ia ditengarai ditembak mati saat aksi ini berlangsung. Ia mengembuskan napas terakhirnya di rumah sakit tempat ia diberi perawatan.

Korban bernama Yusuf ini tercatat sebagai mahasiswa Jurusan Teknik D-3 Universitas Halu Oleo (UHO) di Kendari. Sementara korban meninggal sebelumnya ialah mahasiswa Fakultas Perikanan dan Kelautan di Unirversitas yang sama.

Korban Yusuf dikabarkan mendapat rujukan dari RS Ismoyo Korem 143/Haluoleo guna mendapatkan tindakan operasi karena cidera serius yang dialaminya. Gubernur Sulawesi Tenggara, Ali Mazi, beserta Ketua DPRD Sulawesi Tenggara, Abdurrahman Shaleh, yang juga didampingi jajaran Forkopimda telah menjenguk korban Yusuf Kardawi. Saat dirinya masih berada di ruang perawatan RSU Bahtermas.


Kabarnya unjuk rasa terjadi di sekitar Gedung DPRD Sulawesi Tenggara, Kamis malam itu. Dari aksi ini didapatkan sejumlah laporan jika korban luka-luka yang dirawat intensif di rumah sakit terdiri dari 11 orang peserta unjuk rasa, tiga aparat kepolisian serta seorang staf sekretariat DPRD Sulawesi Tenggara. Selain Yusuf, korban sebelumnya bernama Randi ini juga meninggal setelah berdemo menolak RKUHP serta Revisi UU KPK di Gedung DPRD Sultra. Ia dilaporkan tewas ditembak di area dada kanannya.

Randi mengembuskan napas terakhirnya saat mendapatkan perawatan intensif di Rumah Sakit Ismoyo Korem 143 Haluoleo Kendari. Diduga pada bagian tulang selangka kanan terdapat lubang akibat luka tembak. Namun kasus ini juga tengah didalami apa penyebab pasti kematian mahasiswa fakultas perikanan dan kelautan ini. Dokter yang merawat korban menyebutkan jika terdapat luka sebesar 5 sentimeter dengan kedalaman 10 sentimeter. Yang mana dugaan ini tertuju akibat luka tembakan, namun disebutkan tidak terdapat proyektil pada luka di tubuh korban.

Peristiwa penembakan ini terjadi saat aparat keamanan memukul mundur mahasiswa di depan Kantor DPRD Sultra. Hal ini diperkirakan sekitar pukul 15.30 waktu setempat. Mendengar kabar tersebut Jokowi sampaikan duka cita atas meninggalnya 2 mahasiswa di Sultra tempo hari. Ia menyampaikan rasa belasungkawanya secara mendalam. Ia turut meminta peristiwa yang melatarbelakangi meninggalnya kedua mahasiswa tersebut untuk terus digali. Sebelumnya, Jokowi mendapatkan laporan dari Jenderal Tito Karnavian terkait insiden tersebut.


Berkenaan dengan kasus yang menewaskan Randi, Jokowi mengatakan, pihak  kepolisian masih belum bisa mengetahui identitas pelaku. Maka dari itu, Jokowi meminta masyarakat untuk tidak berspekulasi lebih jauh lagi. Juga masyarakat diharap ikut bersabar guna menunggu kepastian investigasi selesai, sehingga tidak akan timbul dugaan-dugaan yang nantinya membuat situasi makin keruh.

Kapolda Sultra juga menegaskan, pihaknya tetap akan bertanggung jawab dalam proses pengamanan penyampaian aspirasi yang mengakibatkan Randi serta Yusuf meninggal dunia. Maka dari itu, pihaknya meminta waktu guna melakukan pengusutan terhadap kasus ini. Ia berjanji jika manakala terdapat anggotanya yang terbukti sebagai tersangka, maka akan diberlakukan proses hukum melalui peradilan umum.

Pihak kepolisian mengaku sudah melakukan tindakan sesuai dengan SOP. Kapolda Sultra juga menegaskan jika dalam proses pengamanan  unjuk rasa ini tidak boleh menggunakan proyektil karet, apalagi peluru tajam, serta pelaksanaannya juga melalui SOP (Standar Operasional). Sebelum proses pengamanan dilakukan, pihaknya juga telah mengecek keseluruhan perlengkapan, sehingga dalam pelaksanaan pengamanan ini dinilai telah sesuai dengan SOP tersebut.

Banyak pihak menyayangkan insiden ini, namun seluruh masyarakat diimbau agar tetap tenang sembari menunggu laporan kepastian penyebab kedua korban meninggal. Jangan sampai ada dugaan-dugaan yang berdampak negatif.

Sangat disesalkan kejadian semacam ini menimpa negeri. Semangat berkorban demi penyampaian aspirasi harus diakhiri dengan kematian. Semoga insiden-insiden semacam ini tidak akan terjadi lagi di kemudian hari. Pun dengan pihak kepolisian akan segera mampu mengungkap pelaku sebenarnya, sehingga akan ada penindaklanjutan terhadap pelaku yang telah dengan sengaja menghilangkan nyawa seseorang ini.

)* Penulis adalah pengamat sosial politik

Editor: Iman

T#g:Duka citaKendari
Karunia Tour and Travel
Berita Terkait
  • Sabtu, 02 Mar 2019 19:42

    Pesan Presiden kepada Nasabah UMi: Disiplin, Jujur, Kerja Keras

    Presiden Jokowi mengatakan bahwa disiplin, jujur, dan kerja keras adalah kunci sukses dalam berusaha. Hal tersebut disampaikan Presiden saat dirinya berdialog dengan para nasabah Pembiayaan Ultra Mikr

  • Rabu, 09 Agu 2017 20:39

    Serka Darwis, Inspirator Dalam Membangun Ketahanan Wilayah

    Aktivitas menjalankan tugas sebagai Bintara Pembina Desa (Babinsa) di Koramil 1412-03/Rante Angin, telah menjadikan seorang Serka Muh. Darwis menjadi inspirator bagi aparatur negara lainnya di negeri ini.

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2019 https://utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak