Tak sanggup dengan berat nya biaya yang harus ditanggung oleh keluarga untuk perawatan korban pembacokan (penganiayaan berat), korban Saddam Syahputra (33) warga Jalan Perdamaian Linkungan Tempel Kel. Simpang Tiga Pekan Kec. Perbaungan, Sergai yg terjadi pada hari minggu 10/3/2024 sekitar pukul 02.15 Wib dini hari, dengan terpaksa harus dibawa keluarga pulang.
Pihak Rumah Sakit Grand Medistra Lubuk Pakam yang menangani korban selama beberapa hari dirawat, awalnya tidak memperbolehkan korban untuk di bawa keluarga nya pulang, namun keluarga bersikeras dengan alasan untuk berobat jalan dengan Rumah Sakit terdekat.
Nia (50) Ibu korban saat dikonfirmasi oleh awak media, Sabtu 16/3/2024 siang dikediaman orang tua korban mengaku jika kondisi anaknya masih cukup parah,
"Saat ini kondisi anak saya masih cukup parah, namun terpaksa kami bawa pulang. Kami tak sanggup lagi untuk biaya di rumah sakit, sehingga kami harus membawa anak kami pulang," tutur nya.
"Kami terpaksa membawa pulang dan berobat jalan. Semoga anak kami segera sembuh dan para pelaku segera tertangkap oleh pihak kepolisian Polres Sergai," ungkap nya.
Kapolres Serdang Bedagai Akbp Oxy Yudha Pratesta, saat dikonfirmasi terkait penanganan terhadap kasus yang menimpa korban Saddam Syahputra,
"Penyidik usahakan secepatnya untuk mengungkap para pelaku," tulis nya melalui Whatsapp.
Sebelumnya pada hari Minggu 10/3/2024 yang lalu, awalnya korban mendengar suara sepeda motor yang berjalan sambil menggeber suara knalpot di depan rumahnya, sehingga korban keluar dan tidak berselang lama, Muliadi (53) orang tua korban mendengar suara jeritan minta tolong dan melihat korban sudah tergeletak dengan ususnya terburai dan para pelaku telah melarikan diri. Korban selanjutnya dilarikan ke RSUD Melati Perbaungan dan dirujuk ke RSUD Grand Medistra Lubuk Pakam.