Jumat, 22 Mei 2026
Sanksi bagi pedagang Tebing Tinggi yang tidak mau di-rapid test
Tebing Tinggi (utamanews.com)
Oleh: Athar Rabu, 15 Jul 2020 13:55
Istimewa

Walikota Tebing Tinggi Ir H Umar Zunaidi Hasibuan MM dengan tegas akan memberikan sanksi bagi para pedagang yang enggan mengikuti uji rapid test massal secara gratis.

Pemko Tebing Tinggi bekerjasama dengan Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara (USU) dan Anak Tebing Bersatu (ANTEB) melakukan pemeriksaan rapid test khusus kepada pedagang, Rabu (15/7/2020), di tiga pasar tradisional.

Saat pemeriksaan di Pasar Sakti, Pasar Kain dan Pasar Gambir Tebing Tinggi, terlihat tingkat kesadaran pedagang untuk mengikuti rapid test masih rendah. Hal ini dibuktikan dengan masih banyaknya kios yang tutup saat pelaksanaan uji rapid test.



"Rapid test ini bukan memvonis orang terkena virus corona, tetapi untuk mendeteksi penyebaran virus corona di Tebing Tinggi dan memutuskan matarantai tersebut agar kita mengetahui pemetaannya", kata Walikota.
Oleh karena itu lanjut Walikota, saya minta nanti kepada Dinas Perdagangan untuk meminta para pedagang agar mengikuti protokol kesehatan dan pengecekan kesehatan dengan rapid test. 

Menurut Walikota tingkat animo pedagang untuk mengikuti pemeriksaan rapid test masih sekitar 40 persen dan sisanya perlu diaktifkan untuk mengikuti pemeriksaan selanjutnya.

produk kecantikan untuk pria wanita
Bila ada pedagang yang menolak pemeriksaan rapid test dengan tegas Walikota akan meminta semacam sanksi jika ternyata nantinya dia positif terkena virus corona maka yang bersangkutan harus bertanggungjawab terhadap tindakannya.

"Barangkali nanti dalam satu toko ada yang tidak mau di-rapid test, mungkin bisa saja tokonya nanti untuk sementara kita tutup dulu karena tidak mau dilakukan pemeriksaan", tegas Walikota.

Sementara Kadis Kesehatan Kota Tebing Tinggi selaku Jubir Gustu Covid dr Nanang Fitra Aulia melaporkan bahwa pihaknya telah melakukan uji rapid test kepada sekitar 300 pedagang di tiga pasar tradisional.

Dari hasil pemeriksaan uji cepat rapid test yang dilakukan, seorang pedagang dinyatakan reaktif dan sisanya non reaktif. "Terhadap salah seorang pedagang yang reaktif telah kita lakukan pemeriksaan lanjutan dengan swab test. Selama menunggu hasil pemeriksaan swab, terhadap yang bersangkutan kami sarankan untuk sementara menutup tokonya", kata dr Nanang Fitra.
Editor: Herda
Tag:
busana muslimah
Berita Terkini
Berita Pilihan
adidas biggest sale promo samsung flash sale baju bayi wardah cosmetic cutbray iklan idul fitri alfri
Kontak   Disclaimer   Karir   Iklan   Tentang Kami   Pedoman Media Siber

Copyright © 2013 - 2026 https://utamanews.com
PT. Oberlin Media Utama

gopay later