Sejumlah pasukan pengamanan Presiden dihebohkan dengan terbakarnya satu unit taksi di parkiran A Bandara Kualanamu, Kamis (21/7). Informasi yang dihimpun wartawan, kejadian ini tidak berlangsung lama.
Taksi merek Nice Trans BK 1095 HA yang dikemudikan Siahaan (45) warga Medan, terbakar diduga akibat korsleting bagian mesin.
Pertama kali melihat kejadian itu, salah satu personil petugas keamaman yang siaga di pintu jalan masuk VIP room Bandara Kualanamu, tempat persinggahan Presiden RI Jokowi saat tiba di bandara. “Petugas TNI yang pertama melihat asap dari kap mesin mobil, lalu diberitahukan dan dipadamkan menggunakan racun api,” ujar salah seorang supir taksi.
Menurutnya, saat kejadian banyak petugas pengamanan berlarian melakukan pemadaman. Sebab lokasi kejadian berdekatan dengan tempat disinggahi Presiden RI Jokowi.
“Petugas spontan melakukan pemadaman dengan racun api dan air.Bahkan lanjutnya, para sopir taksi yang ada saat itu belum sempat bergerak api sudah dipadamkan para petugas,” terangnya.
Sementara Siahaan, supir taksi mengaku saat waktu kejadian sedang santai di tempat peristirahatan sopir. Sementara posisi mobil dalam keadaan parkir untuk menunggu giliran antrian. Dirinya juga mengaku sangat heran tiba-tiba bisa terbakar bagian depan. “Padahal mesin mobil tidak hidup,” tegasnya.
Lanjut pria berkulit hitam manis itu, akibat peristiwa tersebut, taksinya tidak bisa digunakan sebelum dilakukan bongkar mesin. “Bagian depan sudah habis terbakar, dan tidak bisa digunakan lagi,” ujarnya dengan nada lesu.
Manajer Keamanan Bandara Kualanamu Kuswadi yang dikonfirmasi membenarkan adanya insiden kebakaran taksi unit bandara. Menurutnya, penyebab terjadi kebakaran info awal akibat korsleting bagian mesin. Untuk lebih jelas masih diselidiki petugas.
“Tidak ada korban jiwa, mobil juga hanya bagian depan saja yang terbakar, karena cepat diantisipasi petugas pengamaman Presiden yang kebetulan ada di sekitar lokasi. Tidak dapat dipungkiri sempat menghebohkan petugas, sebab kondisi Bandara sedang steril atas kedatangan Presiden RI,” pungkas Kuswadi.