Jumat, 22 Mei 2026
Siswa Mts/MA Raushan Binjai tewas terseret arus ombak di pantai Lampuuk Aceh Besar
Binjai (utamanews.com)
Oleh: Ahmad Aqil Kamis, 19 Mei 2022 12:49
Rumah salah seorang korban (Ibnu Rusyadi)
Istimewa

Rumah salah seorang korban (Ibnu Rusyadi)

Topan Fariadi (42) orangtua dari Ibnu Rusyadi (18) warga Tanjung Jati, Gang Mesjid, hanya bisa pasrah sembari meneteskan airmata setelah mendapat kabar jika anaknya yang mengenyam pendidikan di Sekolah Raushan Fikri Islamic School (Mts/MA Raushan) Kota Binjai, meninggal dunia karena terseret arus ombak saat sedang liburan bersama teman temannya dan para dewan guru di Pantai Lampuuk, Kecamatan Lhoknga, Kabupaten Aceh Besar, Rabu (18/5) sore, sekira Pukul 15.45 Wib. 

Tidak hanya Ibnu Rusyadi, 2 orang rekannya yang diketahui bernama Ahmad Fariza (15) warga Paya Jambo Binjai, serta Dzaki Alkhair (14) warga Jalan Jawa, Lingkungan IV, Kelurahan Damai, Kecamatan Binjai Utara, juga meninggal dunia karena menjadi korban derasnya ombak Pantai Lampuuk. 

Beruntung, seorang rekan korban yang diketahui bernama Fatih Rasyid Hanafi Ginting (15) warga Kelurahan Sumber Karya, Binjai, dikabarkan selamat. 

"Benar bang, pagi tadi sekitar jam 08.30 Wib, jenazah korban tiba dirumah duka," ungkap Indra, salah seorang tetangga korban (Ibnu Rusyadi-red) saat melayat dirumah duka, Kamis (19/5) pagi. 
Sementara Ibu Ibnu Rusyadi yang bernama Dani, hanya bisa terlihat pasrah dan terus menangis saat awak media mencoba mendatangi rumah duka. 

"Korban bersama teman temannya dan juga para guru, semalam memang liburan di Pantai Lampuuk. Gak nyangka ternyata dapat kabar meninggal dunia," ungkap salah seorang warga sekitar yang enggan disebutkan namanya saat sedang melayat dirumah korban. 

Menurut informasi yang berhasil dirangkum awak media, kejadian berawal pada Rabu (18/5) sore, sekira Pukul 15.00 Wib, sebanyak 3 unit Bus dari MTs/MA Raushin Binjai, tiba di Pantai Lampuuk, Kecamatan Lhoknga, Kecamatan Aceh Besar, dengan membawa rombongan dewan guru dan pelajar yang berjumlah sekitar 130 orang. 

Usai rombongan turun dari Bus, para dewan guru beserta murid terlebih dahulu memesan makanan dan minuman pada salah satu Cafe yang ada di Pantai Lampuuk. Selanjutnya, para pelajar yang berjumlah kurang lebih 40 orang, berikut dewan guru, melakukan kegiatan mandi di Pantai.
produk kecantikan untuk pria wanita

Namun sebelum mandi mandi di Pantai, pemilik Cafe yang diketahui Ansrullah, mencoba mengingatkan kepada salah seorang dewan guru pengawas yang bernama Surya Darma, agar tidak mandi di Pantai (Jangan terlalu ketengah). 

"Boleh mandi, tapi dipinggir saja. Karena ombak sedang tidak bersahabat," ungkap pemilik Cafe kepada siswa dan para dewan guru. 

Tidak berselang lama, atau sekira 20 menit para pelajar mandi di Pantai Lampuuk, salah seorang korban yang selamat (Fatih Rasyid Hanafi Ginting) meminta tolong dengan melambaikan tangannya karena dia terseret arus ombak ketengah. 

iklan peninggi badan
Melihat rekannya meminta tolong, ketiga korban (meninggal dunia) langsung berusaha menyelamatkan kawannya dengan berenang kearah korban untuk memberikan pertolongan.

Naas, ketiga korban yang berusaha akan menyelamatkan rekannya tersebut malah ikut terseret arus ombak dan tenggelam.

Tidak lama kemudian, datang seorang warga dengan menggunakan Boat, melakukan pertolongan kepada 4 orang korban yang tenggelam untuk diselamatkan dan dibawa ke darat.

Setibanya di darat, keempat korban langsung dibawa ke Puskesmas Lhoknga. Namun menurut pihak medis, nyawa ketiga korban tidak dapat diselamatkan dan hanya 1 orang yang selamat dan kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Umum Meuraxa, Banda Aceh. 
Editor: Herda
Tag:
busana muslimah
Berita Terkini
Berita Pilihan
adidas biggest sale promo samsung flash sale baju bayi wardah cosmetic cutbray iklan idul fitri alfri
Kontak   Disclaimer   Karir   Iklan   Tentang Kami   Pedoman Media Siber

Copyright © 2013 - 2026 https://utamanews.com
PT. Oberlin Media Utama

gopay later