Sabtu, 15 Mei 2021 08:26

Selain Lumpuhkan Dunia Pendidikan, KKB Papua Melecehkan Adat di Papua

Jayapura (utamanews.com)
Oleh: Tommy
Senin, 19 Apr 2021 01:19
Puspen TNI
Kedok Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang selama ini berpura- pura memperjuangkan masyarakat Papua terkuak. Kebohongannya terbongkar oleh kelakuan aslinya. KKB tidak hanya ingin melumpuhkan dunia pendidikan, tetapi juga melecehkan adat Papua.

Niatnya untuk melumpuhkan dunia pendidikan berlanjut. Setelah membunuh 2 guru, membakar 3 sekolah dan membunuh pelajar, KKB kembali membakar 3 rumah guru dan bangunan SD Inpres Klambet di kampung Dambet Distrik Beoga, Sabtu, (17/4/2021).

Setelah sempat menyalahkan TNI yang dilibatkan sebagai guru di sekolah-sekolah Papua dan menuduh guru dan pelajar yang dibunuhnya sebagai mata-mata aparat keamanan, KKB kembali membakar sekolah.

Selain itu, mereka juga melecehkan adat setempat dengan membakar rumah kepala suku wilayah Dambet a.n. bapak Bener Murib.


"Diduga dilakukan oleh kelompok Beoga Arodikala yang ikut Lagakek Telenggen," ujar Kasatgas Humas Operasi Nemangkawi, Kombes M Iqbal Alqudusi, melalui keterangan tertulis, Minggu (18/4/2021).

Sementara itu, Kepala Penerangan Kogabwilhan III Kolonel Czi IGN Suriastawa juga mengkonfirmasi insiden pembakaran oleh front bersenjata OPM yang selama ini disebut sebagai KKB.

"Benar, KKB telah membakar SD Inpres Klambet dan rumah kepala suku wilayah Dambet kampung Dambet distrik Beoga Sabtu, (17/4/2021). Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, walaupun sempat ada gangguan tembakan kepada aparat gabungan TNI Polri saat menuju ke lokasi kejadian," tambahnya.

Mengulang pernyataannya, Kolonel Suriastawa mengatakan bahwa fakta ini makin menunjukkan bahwa seluruh front OPM sedang frustasi dan makin membongkar kedoknya sendiri bahwa selama ini merekalah biang kerok dan sumber masalah di Papua.


Front bersenjatanya frustasi karena selain posisinya makin terjepit dengan tindakan pengamanan aparat gabungan TNI Polri, jalur ilegal senjata dan munisinya terbongkar, sumber dana dari hasil pemerasan kepada pejabat daerah dan masyarakat juga terbongkar. Kebohongannya yang sering disebar di media sosial juga terbongkar.

Front politiknya juga frustasi karena di dalam negeri upaya penolakan Otsus gagal dan di luar negeri tidak ada dukungan resmi dari dunia internasional terhadap aksi terorisme front bersenjata OPM. Propagandanya melalui media online dan media sosial tidak direspon dunia internasional.

Front klandestinnya juga frustasi karena peran dan permainan "dua kaki"-nya sudah diketahui banyak pihak. Propaganda melalui media oleh jurnalis dan tokoh media sosial juga sudah terdeteksi.

Kolonel Suriastawa menambahkan, pasca penembakan guru, mereka ingin memunculkan propaganda pembenaran bahwa itu mereka lakukan karena TNI dilibatkan sebagai tenaga pengajar dan doktrinasi, sehingga guru adalah mata-mata aparat keamanan.


"Faktanya, TNI dilibatkan sebagai pengajar di sekolah-sekolah karena banyak guru yang takut mengajar, khususnya guru pendatang akibat teror dari front bersenjata OPM dan tidak jarang merenggut nyawa seperti terjadi minggu lalu," katanya.

"Peran TNI sebagai tenaga pengajar juga berlaku di daerah lain khususnya daerah terpencil, pulau terluar dan perbatasan. Karena keterbatasan tenaga pengajar itulah Kementerian pendidikan membuat MoU dengan TNI," jelasnya.

Kapen Kogabwilhan III ini juga menyampaikan bahwa dari analisa media sosial, propaganda yang menyalahkan TNI dan seolah membenarkan penembakan terhadap guru terlihat jelas terkoordinir, masif dan serentak. "Aktornya ya itu-itu saja dan dibantu jurnalis yang punya akses ke media. Redaksionalnya mirip, waktunya juga hampir bersamaan. Mirip kerjanya buzzer," ujarnya.

"Sebenarnya bukan hanya isu ini. Selama ini seperti itulah kerjaan mereka, tergantung momen yang diusung. Pengalihan isu ini sengaja dibuat untuk menutupi fakta bahwa mereka tidak ingin masyarakat Papua berpendidikan dan maju, agar kebohongannya tidak diketahui masyarakat luas," tambahnya.

Aksi teror terbaru KKB ini tentu sangat memperihatinkan khususnya bagi dunia pendidikan di Papua. Diperlukan langkah nyata pemerintah untuk mengatasi permasalahan ini agar tidak berlarut dan tidak menambah panjang daftar korban baik aparat keamanan maupun masyarakat yang tidak berdosa.

Editor: Erickson

T#g:BeogaSekolahKepala Suku
Berita Terkait
  • Rabu, 05 Mei 2021 18:25

    Diancam Tembak Mati Oleh Teroris OPM, Kepala Suku Kimak: Jangan Takut, TNI-Polri Jaga Papua

    Kepala Suku Kampung Kimak, Distrik Ilaga Utara, Kabupaten Puncak, Papua Abelom Kogoya mengajak serta mengimbau warganya untuk tidak terprovokasi ulah Kelompok Teroris OPM di wilayah itu yang masif akh

  • Jumat, 30 Apr 2021 06:30

    Gubernur Edy Bertemu Kepala Sekolah SMA Sederajat se-Sumut

    Kepala Sekolah (Kepsek) merupakan jabatan penting dalam sebuah institusi pendidikan, dimana peran kepemimpinan sekaligus keteladanan harus melekat pada dirinya. Hal itu menjadi catatan penting yang di

  • Senin, 26 Apr 2021 08:46

    Kabinda Papua Gugur Ditembak KKB di Beoga

    Kepala Badan Intelijen Nasional Daerah (Kabinda) Papua, Brigjen TNI Putu IGP Dani Nugraha Karya gugur ditembak Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Kampung Dambet Distrik Beoga, Kabupaten Puncak, Pap

  • Minggu, 25 Apr 2021 17:45

    Tokoh Pemuda Papua Kutuk Aksi Keji KKB

    Ali Kabiay tokoh pemuda kharismatik Papua mendukung TNI-Polri melakukan penindakan terhadap kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Kabupaten Puncak, Papua.

  • Minggu, 25 Apr 2021 09:25

    Satgas Yonif 512 Bantu Pemerintah Tingkatkan Semangat Belajar Anak-Anak di Papua

    Dalam rangka mewujudkan generasi penerus bangsa yang berkualitas, anggota Pos Ampas Satgas Pamtas RI-PNG Yonif Mekanis 512/QY membagikan perlengkapan sekolah berupa buku dan tas agar dapat meningkatka

  • Rabu, 21 Apr 2021 11:21

    Satgas Yonif 512 bagikan tas sekolah di Kampung Suskun, perbatasan Papua

    Dalam rangka meningkatkan semangat anak-anak untuk belajar di sekolah, Satgas Pamtas RI-PNG Yonif Mekanis 512/QY Pos Wambes membagikan tas sekolah kepada para siswa di SD Suskun Kampung Suskun, Distri

  • Jumat, 09 Apr 2021 20:49

    Setelah Bunuh Guru, Kebiadaban KKB Berlanjut Dengan Bakar Gedung Sekolah

    Kebiadaban Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Beoga Kabupaten Puncak pada hari Kamis (8/4/2021), tidak hanya menghilangkan nyawa dari seorang tenaga pendidik atau guru bernama Oktovianus Rayo (43).

  • Selasa, 23 Mar 2021 07:23

    Hadir di Perbatasan, Satgas Yonif 642/Kapuas Bantu Mengajar Siswa SDN 06 Jagoi Babang

    Satgas Pamtas RI-Malaysia Yonif 642/Kapuas melaksanakan kegiatan mengajar di SDN 06 Jagoi Babang, Kec. Jagoi Babang, Kab. Bengkayang, Kalbar. Kegiatan tersebut dilakukan oleh personel Pos Kout Jagoi B

  • Kamis, 18 Mar 2021 03:18

    Kepala Suku Dani: Warga Papua Lebih Percaya TNI-Polri Daripada KSB

    Kepala Suku Dani Jembatan Murib menyakini dan mengakui kehadiran aparat TNI-Polri di Papua telah memberikan rasa aman untuk seluruh masyarakat di Bumi Cenderawasih tersebut. Ini menjadi bukti bahwa wa

  • Selasa, 16 Mar 2021 20:16

    Ilyas Sitorus: Melalui SIPLah Membantu Negara Menghimpun Pajak

    Disdik Batu Bara bersama PT. Distribusi Ruang Waktu melaksanakan sosialisasi dan simulasi belanja melalui SIPLah.Hal tersebut dikatakan Kadisdik Batu Bara Ilyas Sitorus saat membuka Sosialisasi dan Si

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2021 https://utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak