Aris, yang juga saksi mata pada ledakan tersebut, mengemukakan dirinya langsung membawa dua korban ledakan pertama yang terjadi sekitar pukul 20.45 WIB.
Staf pengendali TransJakarta koridor 11 ini mengaku tidak tahu ada ledakan kedua karena segera menolong korban pergi ke klinik terdekat.
"Satu orang pak polisi, sepertinya bocor di kepala, satu lagi ibu-ibu, namanya Ibu Susi, pundaknya robek," katanya.
Aris menyampaikan dirinya dibantu oleh seorang supir angkutan kota untuk membantu korban ledakan. Supir angkot tersebut, imbuhnya, tergerak membawa korban ke rumah sakit tanpa bayaran sama sekali.
"Tapi di klinik itu tidak ada dokter jaga, jadi selanjutnya kami bawa ke RS Budi Asih di Cawang, langsung ditangani. Sopir angkot juga cekatan, dia tanpa pamrih mengangkut para korban," pungkasnya.