Lima ratusan jemaat Gereja Katolik Stasi Santo Yosep, jalan DR. Mansyur 75 Medan, yang sedang mengikuti misa mulai pukul 08.00 WIB hari ini, Minggu (28/8) digegerkan oleh percobaan bom bunuh Diri yang dilakukan seorang pemuda 20an tahun.
Saksi mata, Timbas Ginting kepada UtamaNews menyatakan bahwa, saat selesai pembacaan Injil, dimana seluruh jemaat berdiri, tiba-tiba seorang pemuda yang mengenakan ransel berlari mengejar Pastor dengan menggenggam Kapak.
Saat berlari, tas ranselnya meledak, sehingga semua jemaat panik. Ledakannya kecil.
Seketika sejumlah jemaat menangkap pelaku. Saat digeledah, di dalam tasnya ditemukan 3 pipa dan sejumlah rangkaian serta batere 9 volt.
Hingga saat ini ratusan personel polisi masih mengamankan tempat kejadian perkara.
Sebelumnya, Timbas Ginting menyatakan bahwa jemaat tidak menaruh curiga pada pelaku. Namun setelah kejadian, pengurus gereja menggeledah dan menemukan secarik kertas berisikan tulisan, yang diduga simbol-simbol ISIS.
"Di dalam KTPnya ada kertas berisikan simbol-simbol apa itu, kita gak tahu. Mungkin ISIS atau apa," tutur Timbas saat diwawancarai pasca kejadian.