Peristiwa pembunuhan sadis terjadi di siang bolong dan menggegerkan warga di Kecamatan Ulu Barumun Kabupaten Palas. Korban pembunuhan diketahui bernama Irwan Nasution (35), berprofesi sebagai sales Shampo dari PT Panca Pilar Tangguh warga Desa Arse Simatorkis Kecamatan Barumun tewas dibunuh dengan sebelas tusukan di bagian dada depan dan punggung belakang.
Informasi dihimpun Media, Kamis (25/8) dari salah seorang saksi mata Lena Boru Harahap warga Desa Sigorbus Kecamatan Barumun menceritakan, kejadian pembunuhan sadis yang terjadi pada Hari Selasa, (23/8) berawal dari pelaku pembunuhan yang diketahui berinisial AS (40) warga Jalan Kihajar Dewantara Sibuhuan yang mengendarai Mobil Kijang Capsul Krista warna Hitam plat Nopol BA1685 QH, dari arah Paringgonan menuju Pasar Sibuhuan.
"Secara tiba-tiba pelaku melihat korban Irwan Nasution (35) yang mengendari sepeda motor Revo warna kuning dari arah berlawanan. Korban langsung ditabrak oleh pelaku hingga terpental. Belum puas, lalu pelaku memutar balik mobilnya hingga terjun ke beram jalan. Sedangkan anak dan istri pelaku saat itu berada di dalam mobil," tuturnya.
"Begitu turun dari mobilnya, pelaku mengambil pisau dari belakang mobil. Kemudian menusuk korban hingga enam kali tusukan di bagian dada. Korban yang masih sempat meminta tolong itu berbalik. Lalu ditusuk lagi oleh pelaku sampai lima kali tusukan di bagian punggungnya," jelasnya.
Belum diketahui secara pasti motif pelaku melakukan pembunuhan sadis terhadap korban. Setelah puas melampiaskan kemarahannya, pelaku langsung melarikan diri dari lokasi tempat kejadian di Jalinsum Desa Sigorbus.
Melihat korban yang bersimbah darah di TKP yang tak jauh dari rumah makan Arambir Napitu itu, Lena Boru Harahap meminta tolong kepada warga lain. Selanjutnya warga membawa korban untuk dievakuasi ke RSUD Sibuhuan.
"Saya melihat dengan jelas, betapa sadisnya pelaku menghujani tikaman dengan menggunakan pisau kepada korban secara berulang- ulang. Sempat juga saya lerai. Saya menjerit agar tidak terus ditikam, tetapi tidak dihiraukan pelaku. Anak dan istrinya saya selamatkan dulu ke rumah ini," beber Lena Boru Harahap terisak yang ditemui di kediamannya yang tidak jauh dari TKP.
Lena menambahkan, kejadian pembunuhan sadis itu terjadi pada sekitar pukul 11.00 WIB itu, saat itu ia sedang berada di depan teras rumah, secara tiba-tiba terdengar suara tabrakan kendaraan di jalan depan rumahnya itu, dua kenderaan dari arah berlawanan.
“Tapi tidak hanya di situ, si pengendara kereta (sepeda motor-red) itu sudah jatuh, diputar baliknya lagi, makanya mobilnya jatuh ke pinggir itu. Habis itu, pelaku menikam korban secara berulang-ulang, udah saya larang, tapi masih terus ditusuknya, aduh sadis kali lah. Saya juga bilang sama dia (korban- red), udah pasrah aja lah. Karena nggak tahan aku melihat darahnya itu, caranya menusuk berulang-ulang,” kata saksi yang mengaku masih trauma dengan kejadian ini.
Sementara itu, dr. Nurul Huda Wahyuni di RSUD SIbuhuan yang menangani pemeriksaan terhadap korban pembunuhan itu mengatakan, penyebab kematian korban diduga akibat luka tusukan sebanyak 11 tusukan, pada dada bagian depan sebanyak 6 tusukan, di bagian punggung belakang terdapat 5 tusukan serta luka robek dibagian kepala dan bahagian mata lebam.
"Diduga akibat terjadinya pendarahan yang cukup banyak sehingga nyawa korban, tidak terselamatkan lagi," terangnya.
Sedangkan, Kapolsek Barumun AKP Sammailun Pulungan SH dikonfirmasi terkait dugaan pembunuhan terhadap korban Irwan Nasution membenarkan kejadian tersebut. Barang bukti kreta korban dan mobil pelaku kini sudah diamankan. Pihaknya masih dalam penyelidikan dan pengembangan terhadap kasus ini.
“Karena tersangka melarikan diri dan saat ini masih dalam pengejaran, sampai saat ini belum diketahui secara pasti motif apa pelaku melakukan pembunuhan terhadap korban,” kata Kapolsek. (MS)