Masyarakat resah, pelaku mutilasi masih berkeliaran
TABAGSEL (utamanews.com)
Oleh: Windra
Selasa, 01 Agu 2017 07:11
Dok
Petugas melakukan proses identifikasi terhadap mayat yang ditemukan di Tapsel, (17/3/2017).
Masyarakat Tapanuli Selatan resah akan adanya dugaan pelaku kasus mutilasi atau pembunuhan dengan cara sadis memotong bagian tubuh korban, terhadap mayat yang ditemukan di Jalan Lintas Angkola Sangkunur, Danau Siais, Tapsel, pada pertengahan Maret 2017, hingga kini masih berkeliaran.
Pasalnya, Polres Tapanuli Selatan (Tapsel) yang menangani kasus tersebut, belum mampu menangkap pelaku. Bahkan, polisi juga belum mampu mengungkap identitas korban meski baru-baru ini kembali menyebarkan ciri-ciri korban.
Akibat lambannya penanganan kasus ini, dapat memberikan rasa tidak aman bagi masyarakat. Sebab, pelaku bisa berkeliaran dengan bebas.
Khairul Arief Nasution, Ketua Satma AMPI Tapsel, Minggu (30/7) menyebutkan, belum terungkapnya kasus ini akan menimbulkan rasa tidak aman di tengah masyarakat. Sebab pelaku pembunuhan sadis ini masih berkeliaran dengan bebas.
"Polres Tapsel diminta bekerja ekstra untuk bisa dengan segera mengungkap dan menangkap pelaku mutilasi ini. Guna memberikan rasa aman bagi masyarakat," ujarnya.
Dia juga mengatakan, Kapolres Tapsel AKBP M. Iqbal Harahap harus memberikan atensi khusus terhadap kasus itu. "Kapolres harus mengatensi kasus ini agar anggotanya tidak main-main dalam melakukan penyelidikan," tuturnya.
Sebelumnya, Kapolres AKBP M. Iqbal Harahap menyebutkan, guna mengungkap kasus tersebut, pihaknya kembali menyebarkan ciri-ciri korban sesuai saat ditemukan.
Diketahui, pada 15 Maret 2017, warga digegerkan dengan penemuan dua karung goni berisikan potongan tubuh manusia di Jalan Lintas Angkola Sangkunur-Danau Siais, Tapsel. Satu goni berisi dua potongan kaki, dan satu goni lagi berisi potongan badan dilengkapi dua tangan dan bagian kepala yang nyaris putus. Dan saat dibuka, goni berisi potongan badan tampak terlihat dengan kondisi tangan terikat tali. Selain itu, di lokasi juga ditemukan potongan papan yang digunakan untuk menutupi goni dan disengaja dibuang di pinggir jalan.