Massa pelaksana Program HTR Koptan Mandiri Diserang, 2 Terluka
Labura (utamanews.com)
Oleh: Darwin Marpaung
Minggu, 03 Nov 2019 09:03
Azharuddin Anggota HTR Korban Penganiayaan Dirawat Di Pukesmas Tanjung Leidong.
H.M Wahyudi S.ST,. M.Kes, selaku Ketua Koperasi Tani Mandiri pemilik izin HTR yang sedang melaksanakan program penghijauan dalam kawasan hutan produksi yang beralamat di dusun Sei Dua Desa Air Hitam Kecamatan Kualuh Leidong, menyatakan bahwa saat kegiatan dilaksanakan, sekelompok orang yang dipimpin oleh Aman selaku Kepala Dusun Sei Dua Desa Air Hitam datang menyerang pihak Koptan Mandiri.
"Aman membawa massa lebih kurang 70 orang dan juga membawa alat berat (excavator) back hoe dan langsung menyerang, melakukan penganiayaan terhadap anggota HTR yang di lapangan. Peristiwa kejadian pada hari Sabtu (3/11/2019) sekira pukul 12:00 Wib, di Dusun Sei Dua Desa Air Hitam", tutur Wahyudi, Minggu (4/11).
Dikatakannya, karena kekuatan dan jumlah yang tak seimbang, sebab, jumlah anggota HTR di lapangan ketika itu hanya berjumlah 6 orang, anggota HTR tak mampu membuat perlawanan. Akhirnya para anggota HTR itu pun menjadi bulan- bulanan puluhan massa yang datang dengan cara memukuli anggota itu dengan menggunakan batu dan Kampak.
"Tak hanya itu, puluhan orang yang datang itu juga secara beramai ramai telah merusak fasilitas HTR dan juga merusak bibit pohon sengon program HTR yang bersumber dari bantuan pemerintah", katanya.
Korban yang terluka akibat penyerangan itu ialah, Darmansyah Tanjung (38) dan Azharudin (28).
Azharudin mengalami luka robek di bagian kepala dan bagian tubuh, wajah lebam, sementara Darmansyah Tanjung mengalami luka robek di bagian kepala dan bagian wajah lebam.
"Melihat situasi yang mengancam nyawa, keempat orang anggota HTR lainnya mencoba menyelamatkan dan membawa Darman dan Azhar ke Polsek Kualuh Hilir/Leidong. Setelah sampai di Mapolsek, anngota HTR langsung membuat laporan pengaduan. Sementara yang terluka dibawa ke Puskesmas Tanjung Leidong guna untuk mendapatkan perawatan medis", ungkap Wahyudi.
Sampai berita ini di meja redaksi belum ada keterangan resmi dari pihak Kepolisian terkait peristiwa ini Kapolsek Kualuh Hilir /Leidong sewaktu dikonfirmasi melalui Via Pesan HP nya mengatakan, "Tanya saja pada Kanit, saya lagi di jalan", balasnya.