Jumat, 22 Mei 2026
Korban Produk Racun Keong Palsu Kembali Terjadi, Warga: Kami Tertipu Dengan Harga Murah
Sergai (utamanews.com)
Oleh: Erick Yoma Kamis, 27 Jun 2024 11:27
Keterangan photo: Produk racun keong dan racun ulat yang disinyalir palsu
Istimewa

Keterangan photo: Produk racun keong dan racun ulat yang disinyalir palsu

Warga petani di Dusun V Desa Pematang Terang, Kec. Tanjung Beringin, Sergai kembali menjadi korban akibat membeli produk yang disinyalir palsu alias abal-abal yang bukan produk asli seperti hal yang biasa dipergunakan oleh warga petani 

Salah satu produk jenis Bestnoid 60 EP yang kegunaannya untuk membasmi hama keong sebelum tanam dengan berat 400 gr, yang kedua jenis Amistar TOP 325 SC sebagai kegunaan membasmi ulat pasca tanam.

Bestnoid 60 WP sendiri yang diproduksi PT. Delta Giri Wacana beralamat di Kawasan Industri Jababeka Tahap 3 Blok B I C, Cikarang Bekasi sesuai yang tertera di kemasan plastik produk tersebut, sementara Amistar TOP 325 SC sendiri adalah produk PT. Syngenta Indonesia beralamat di gedung CIBIS Nine, Jl. T.B. Simatupang No 2, Jakarta sesuai yang tertera di kemasan botol produk tersebut.

Warga petani yang menjadi korban pemalsuan dan penipuan kedua jenis produk tersebut mengalami kerugian puluhan juta rupiah, khususnya warga Dusun V Desa Pematang Terang, Kec. Tanjung Beringin, Sergai yang diperkirakan puluhan orang.
"Kami pikir produk nya bagus, dengan harga yang ditawarkan jauh lebih murah dari harga di Grosir/UD yang biasa kami tempat berbelanja. Karena kami tergiur, sehingga kami belanja kepada orang yang menawarkan itu," jelas korban bernama Marton Sitorus (49) kepada media ini, Kamis (27/6) pagi.

Pak Manalu (67) yang juga warga yang sama menambahkan, "Saya beli produk itu sekitar 10 bungkus, dengan harga Rp150 ribu rupiah."

"Lalu saya gunakan produk itu, karena esok hari nya saya mau tanam, dan saya lihat esok hari nya keong ga juga mati, sehingga terpaksa kembali harus beli di UD produk yang sejenis nya," ungkap Manalu dengan geram karena merasa sangat tertipu.

Ketika awak media ini mempertanyakan, apakah warga yang tertipu apakah telah melaporkan kasus ini ke pihak kepolisian? Warga menjawab, enggan untuk melaporkan, mengingat sebelumnya dengan kasus yang sama dan jaringan yang sama tidak juga terungkap para pelaku nya, sehingga masyarakat petani kembali menjadi korban. 
Editor: Donini Ari Rajagukguk
Tag:
busana muslimah
Berita Terkini
Berita Pilihan
adidas biggest sale promo samsung flash sale baju bayi wardah cosmetic cutbray iklan idul fitri alfri
Kontak   Disclaimer   Karir   Iklan   Tentang Kami   Pedoman Media Siber

Copyright © 2013 - 2026 https://utamanews.com
PT. Oberlin Media Utama

gopay later