
Usai sholat Jumat, sejumlah warga yang baru pulang dari masjid dikagetkan ada sesosok mayat tergeletak bersimbah darah di jalan kampung, diketahui bernama Misdi. Kemudian ada jenazah Agus, warga setempat, di depan teras rumahnya, di Dusun Biting, Desa Dawuhan Lor, Kecamatan Sukodono, Lumajang, Jawa Timur.
Agus dan Misdi tewas dengan luka bacok di sejumlah bagian tubuhnya. Tidak ada barang yang hilang. "Jadi bukan perampokan, duga warga waktu itu.
Setelah lebih dari tiga tahun, kasus pembunuhan ini terungkap kemarin, Kamis (11/5), setelah satu tersangka bernama Mohammad Sora alias Fajar, 30 tahun, ditangkap oleh Polres Lumajang terkait kasus narkoba.
Dari Fajar, diketahui bahwa otak pelaku pembunuhan Agus dan Misdi di Jumat maut itu adalah Nanang Kosim, 30 tahun, warga Klaka, Lumajang, Jawa Timur
Nanang kesal karena Agus selingkuh dengan istrinya, sehingga Nanang mengirim 4 rekannya untuk membunuh Agus. Namun saat eksekusi, kebetulan Misdi juga berada di rumah Agus, sehingga untuk menghilangkan jejak, mereka juga membunuh Misdi.
Wakapolres Lumajang, Kompol Bambang Setiyawan SH mengatakan, Moh Sora alias Fajar terlibat penganiayaan hingga mengakibatkan korban meninggal dunia.
"Kejadian tahun 2015 lalu, baru tertangkap Moh. Sora yang merupakan eksekutor aksi tersebut. Dari tangan pelaku, diamankan sebilah celurit dan jaket," katanya.
Bambang menjelaskan, para pelaku menghabisi kedua korban lantaran ada jalinan asmara antara Istri Nanang Kosim dengan korban. Saat itu, Nanang Kosim ditahan di Lapas.
Lebih lanjut dijelaskan, Sora saat ini ditahan di Mapolres Lumajang dengan ancaman hukuman seumur hidup. "Sedangkan empat tersangka termasuk otak penganiayaan masih dalam pengejaran petugas Satreskrim Polres Lumajang," ungkapnya.