Warga masyarakat di Binanga, Kecamatan Barumun Tengah (Barteng), Kabupaten Palas diresahkan dengan munculnya beberapa ekor buaya di permukaan Sungai Barumun, tepatnya di bawah jembatan Binanga. Kemunculan beberapa ekor buaya yang berukuran besar dan kecil dan muncul secara tiba-tiba itu, tentu sangat meresahkan warga setempat.
“Buaya tersebut meneror warga sekitar, sehingga keberadaan gerombolan buaya sungai itu dikhawatirkan akan mengancam keselamatan warga setempat,”ungkap Nora Hasibuan (22) warga Pasar Binanga kepada Media, kemarin.
“Ya Allah apa yang akan terjadi dengan kami, di daerah Kecamatan Barteng ini. Kenapa buaya secara tiba-tiba muncul di sungai ini, sehingga membuat kami takut dan cemas untuk mandi dan mencuci (MCK-red) di sungai, yang selama ini kemi manfaatkan air sungai untuk keperluan kami sehari-hari," keluhnya.
Ditambahkannya, buaya-buaya itu muncul mulai lebaran kemarin, banyak warga yang berduyun-duyun datang ke lokasi tersebut untuk melihat kemunculan 5 ekor buaya yang seketika itu di permukaan air Sungai Barumun.
"Tentu saja, warga disini merasa sangat resah dan merinding dengan munculnya buaya-buaya tersebut, karena selama ini, kami di sini tidak pernah melihatnya (buaya tersebut-red). Akibatnya, warga tidak berani lagi untuk mandi dan mencuci di sungai, takut akan menjadi korban dimakan buaya," ungkapnya.
Pernyataan senada dilontarkan Helmi Harahap Warga Pasar Binanga, katanya, ia sempat melihat 5 ekor buaya yang muncul ke permukaan sungai dalam selama 1,5 jam lamanya. “Kemunculan buaya tersebut jadi perbincangan hangat di kalangan masyarakat dan kedai-kedai kopi di Kecamatan Barteng dan sekitarnya sehingga membuat warga penasaran dan ingin melihat langsung kemunculan buaya tersebut,” jelasnya.
Sampai kini Buaya sering nongol
Hampir dua minggu ini, buaya di Sungai Barumun, tepatnya di bawah Jembatan Binanga masih sering menampakkan diri. Terkadang, kawanan buaya itu berjemur di daratan sungai dengan jumlah mencapai lima ekor. Tentu saja, munculnya buaya itu menjadi keresahan bagi warga sekitar, hanya saja, tidak ada upaya yang bisa dilakukan warga.
"Resahlah kami di sini, bercampur rasa takut, karena bisa saja buaya-buaya tersebut menjadi ganas dan memangsa orang," sebut seorang ibu rumah tangga mengaku Boru Daulay saat berada di dekat jembatan Binanga.
Katanya, "Banyak warga yang menjadikan momen ini untuk ajang hiburan. Dengan munculnya buaya itu, tidak sedikit warga yang datang dan duduk bersantai di dekat pagar jembatan sambil menunggu binatang buas itu menampakkan diri, yang masih sering muncul.”
Menurut pendapat warga setempat, biasanya kemunculan buaya di sungai itu, karena ada ulah yang tak senonoh telah dilakukan manusia. Memang, ini masih sekadar mitos dan belum ada pembuktiannya. Hal inilah yang menjadi pertanyaan di kalangan ibu-ibu rumah tangga di daerah ini dan menjadi pembahasan para orang tua di kedai-kedai kopi setempat. (MS)