Keluarga korban pelecehan seksual wanita disabilitas rungu wicara di Kecamatan (Kec), Padang Bolak Tenggara Kabupaten (Kab), Padang Lawas Utara (Paluta) Propinsi Sumatera Utara (Sumut), Jum'at (29/10/2021)
Keluarga korban tersebut mempertanyakan perkembangan kasus pelecehan seksual mengingat laporan sudah dilayangkan sejak 18 April 2021 dengan nomor : STTLP/110/IV/2021/TAPSEL/SUMUT. Namun belum membuahkan hasil dari upaya Polres Tapsel.
Kakak korban NM (40) diwakili team pusat pelayanan terpadu pemberdayaan perempuan dan anak (P2TP2A) Kab Paluta, M Parlindungan Siregar berharap agar terduga pelaku berinisial PS (25) adalah warga setempat itu segera diamankan.
Kemudian Ia menceritakan kronologis kasus yang dilakukan oleh terduga pelaku. "Awalnya, Bunga (30) mandi dan cuci baju di MCK (Mandi Cuci Kakus) di sebuah Musholla (Suarau, langgar) di desa itu. Adik kami kemudian diduga diperkosa oleh PS tersebut pada waktu sepi di dalam MCK itu. Dari awal bulan April 2021 itulah peristiwa yang menimpa pada adik kami Bunga berulang, seperti keterangan adik kami kepada saya dengan bahasa isyarat dan juga memperagakan yang pernah dilakukan," tutur NM, Jum'at (29/10/2021).
"Bahwa dirinya telah dilakukan tidak senonoh oleh pelaku sebanyak lima kali di MCK ketika keadaan sepi. Sementara itu, permasalahan pemerkosaan ini udah pernah dimediasi pada tanggal 23 April 2021 antar kedua belah pihak diduga korban dan pelaku oleh kepala desa NS, dan hasilnya belum ada titik temu perdamaian," ungkapnya.
Terpisah, Kepala unit (Kanit) Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Sat Reskrim Polres Tapsel Aipda JW Pasaribu S.H menyampaikan di dalam ruang kerjanya bahwa kasus pencabulan di wilayah kerjanya itu terus berlanjut hingga ditetapkan tersangka.
"Bahwasanya terhadap terduga pelaku inisial PS sudah dilakukan pemanggilan sebanyak dua kali sesuai dengan aturan hukum yang berlaku tetapi yang bersangkutan tidak hadir dan tidak dapat dimintai keterangan. Penyidik sudah menerbitkan surat perintah membawa terhadap bersangkutan akan tetapi yang bersangkutan terduga pelaku sampai sekarang belum diketahui keberadaannya dan hingga saat ini team dari Sat Reskrim masih terus melakukan upaya pencarian terhadap diduga insial PS," jelasnya.