Selasa, 17 Feb 2026

Kasus Curat Rumah Bendum IWO Batu Bara Belum Terungkap, Asna: Percuma Lapor

Batu Bara (Utamanews.com)
Oleh: Mukhlis Aci Sabtu, 14 Feb 2026 17:55
Ilustrasi menggambarkan maraknya aksi Curat di Wilkum Polres Batu Bara. Bendum PD IWO: Kaus Curat di rumahnya belum menunjukkan titik terang.
 Istimewa

Ilustrasi menggambarkan maraknya aksi Curat di Wilkum Polres Batu Bara. Bendum PD IWO: Kaus Curat di rumahnya belum menunjukkan titik terang.

Kasus pencurian dengan pemberatan (curat) yang menimpa rumah Bendahara Umum PD IWO Batu Bara hingga kini belum menunjukkan titik terang, meski telah dilaporkan secara resmi ke SPKT Polres Batu Bara.

Situasi ini memantik kritik keras dari warga yang menilai penanganan perkara belum memberi rasa aman.

Insiden pembongkaran rumah itu terjadi di kediaman Supriadi, wartawan senior sekaligus Bendahara Umum PD IWO Batu Bara, di Kelurahan Lima Puluh Kota, Kecamatan Lima Puluh. Berbagai barang berharga dilaporkan raib, mulai dari perangkat elektronik, dokumen penting, hingga perlengkapan usaha.

Bendum PD Ikatan Wartawan Online Batu Bara menyebut kasus tersebut bukan peristiwa tunggal. Ia mengungkapkan, dalam dua bulan terakhir aksi pencurian dinilai meningkat dan menyasar permukiman warga.
Tokoh masyarakat Kelurahan Lima Puluh Kota, Zen dan Tua Raja Hutasuhut, secara terbuka mengecam maraknya aksi kejahatan tersebut. Berdasarkan penelusuran mereka, sejak awal Januari hingga Februari 2026 sedikitnya 16 rumah dan tempat usaha menjadi sasaran pencurian.

“Sepanjang Januari sampai Februari, sedikitnya 16 kasus pembongkaran dan pencurian terjadi. Ini bukan angka kecil. Masyarakat resah,” tegas Zen, yang disepakati Tua Raja Hutasuhut.

Sejumlah korban yang disebut antara lain Togar Sitinjak yang kehilangan sepeda motor, P. Butar Butar (purnawirawan Polri), Charles, Ketua PBB Kecamatan Lima Puluh, Karidin Sianipar, hingga pemilik rumah makan dan ruko di kawasan tersebut.

Modus yang dilaporkan beragam, mulai dari pembongkaran rumah kosong hingga pencurian kendaraan.
produk kecantikan untuk pria wanita

Korban lain, H. Budianto, kehilangan mesin genset, sementara Asna Br. Silalahi mengaku empat tabung gas elpiji miliknya hilang. Ia menilai pelaporan sering kali tidak memberi kepastian.

“Percuma melapor. Barang tidak kembali, kita juga harus bolak-balik dipanggil, capek,” keluh Asna.

Pernyataan itu mencerminkan persoalan klasik. Sebagian warga memilih diam karena menilai proses hukum berlarut dan hasilnya belum tentu jelas. Kondisi ini dikhawatirkan membuat angka pelaporan tidak sebanding dengan kejadian di lapangan.

iklan peninggi badan
Zen mendesak ketegasan aparat, khususnya Satreskrim Polres Batu Bara, untuk menjadikan rangkaian kasus ini sebagai prioritas.

“Jangan tunggu korban berikutnya baru bergerak. Ini sudah menjadi perhatian publik,” katanya.

Terpisah, Kanit Resum Satreskrim Polres Batu Bara, Ipda Ade Sundoko Masry, saat dikonfirmasi membenarkan adanya laporan polisi terkait kasus pencurian.

“Ada tiga laporan resmi. Satu sudah kami ungkap, yakni pencurian rumah makan di Blok 8 dengan satu tersangka berinisial AS yang telah diamankan. Dua laporan lainnya masih dalam penyelidikan,” jelasnya.

Meski demikian, warga berharap langkah penegakan hukum lebih agresif agar rangkaian kasus pencurian tidak terus berulang. Rasa aman, kata mereka, tidak cukup dijanjikan, tetapi harus dibuktikan.
busana muslimah
Berita Terkini
gopay later
Berita Pilihan
adidas biggest sale
promo samsung
flash sale baju bayi
wardah cosmetic
cutbray
iklan idul fitri alfri

Copyright © 2013 - 2026 https://utamanews.com
PT. Oberlin Media Utama

ramadan sale

⬆️