Kapolres AKBP Deni Kurniawan, S.I.K. M.H, Senin (28/9/20) sekira pukul 13.30 Wib, bertempat di halaman depan Satreskrim Polres Labuhanbatu memberikan paparan terkait kasus dugaan pungli pelaku RM, yang telah meninggal dunia, yang sebelumnya saat pertama kali diamankan petugas melakukan perlawanan dan merebut senjata api serta menembak anggota polisi Polsek Kualuh Hulu.
Terduga RM menembak oknum anggota Polsek Kualuh Hulu, Bripka Rajinsyah Siregar, Rabu (23/9/2020) sekira pukul 23.00 Wib lalu. "Pelaku merupakan residivis tindak pidana pencurian disertai kekerasan dan berstatus masuk daftar pencarian orang (DPO)," kata Kapolres Labuhanbatu kepada awak media.
"Saat akan diamankan untuk kedua kalinya setelah pelariannya, terduga kembali melakukan perlawanan kepada petugas hingga melukai anggota kepolisian Polsek Siborong-borong.
"Mendapat informasi pelaku sudah diamankan, kemudian Tim langsung bergerak cepat menuju Polres Tapanuli Utara untuk menjemput pelaku, selanjutnya pelaku dibawa ke Polsek kualuh hulu untuk dilakukan pengembangan," terang Kapolres.
Dalam keterangannya pelaku memberitahukan kepada petugas lokasi senjata yang disembunyikan, kemudian pada saat yang bersamaan personil Polsek langsung menuju lokasi di mana senjata Itu disimpan, dan sesuai informasi pelaku senjata ditemukan petugas ditanam di belakang rumah kakaknya.
"Kakak yang pelaku juga mengetahui senjata itu ditanam, bahkan kakaknya juga yang memberikan uang saku kepada pelaku untuk pergi atau melarikan diri", jelas Kapolres.
Peristiwanya bermula adanya informasi terjadinya pemalakan yang dilakukan terduga RM, bersama temannya terhadap sejumlah pengemudi kenderaan bermotor di ruas jalan lintas Sumatera, sekitar Gunting Saga, Kecamatan Kualuh Selatan, Kabupaten Labuhanbatu Utara, Sumatera Utara.
Terduga, sempat melakukan perlawanan dan merampas senjata api dari personil Polsek Kualuh Hulu, Aipda Thomas Sinaga. Selanjutnya, senjata api yang dirampas RM itu pula, yang digunakan terduga menembak Bripka Rajinsyah Siregar. Sehingga peluru sempat bersarang mengoyak perut Rajinsyah dan masuk ke usus korban.
Untuk tindak lanjut atas kejadian itu, menurut Kapolres, korban langsung dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara di Nedan. "Korban sudah dioperasi dan proyektil sudah dikeluarkan dari perut korban. Kondisi kesehatan korban sudah mulai membaik," ungkap Deni Kurniawan.