Pasca serangan bom bunuh diri yang mengakibatkan anggota Polri meninggal dunia di Kampung Melayu Jakarta Timur, Rabu malam (24/5), pukul 21.00 WIB, Kapolda Sumut Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel menginstruksikan 3 (tiga) hal pokok pada seluruh Kepala Satuan Kerja (Kasatker) dan para Kapolres sejajaran Polda Sumut.
Hal ini dikemukakan oleh Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Rina Sari Ginting melalui rilis yang diterima UTAMANEWS, Kamis (25/5).
Instruksi tersebut antara lain,
1. Agar tingkatkan kewaspadaan dan keamanan terutama untuk petugas berseragam, patroli tidak boleh sendiri dan pengatur lalu lintas diback up 'buddy system'.
2. Tingkatkan kewaspadaan, pemeriksaan dan keamanan markas komando (Mako). Tambah petugas jaga depan Mako, periksa semua kendaraan dan orang yang masuk.
3. Tingkatkan patroli skala besar di tempat ibadah, dan laksanakan razia skala besar sebagai upaya preventif. Selama razia agar diback up 'buddy system' oleh petugas yang tidak berseragam.
"Selain instrusi ke dalam, kami mohon partisipasi masyarakat dalam memberikan informasi kepada pihak kepolisian. Jika ada orang-orang baru yang mencurigakan, yang masyarakat ketahui, guna dilakukan monitoring oleh pihak Kepolisian," pungkas Rina.
Seperti diketahui, teror ledakan bom bunuh diri di terminal Kampung Melayu Jakarta Timur tadi malam, menewaskan 3 (tiga) anggota Polri.