Minggu, 03 Mei 2026

Harimau Sumatera terpantau masuk ke lokasi perkebunan Situngkir, tidak jauh dari kawasan TNGL

Langkat (utamanews.com)
Oleh: Ahmad Aqil Sabtu, 13 Agu 2022 13:30
Pemasangan kamera trap, dilakukan guna memantau pergerakan Harimau Sumatera.
 Istimewa

Pemasangan kamera trap, dilakukan guna memantau pergerakan Harimau Sumatera.

Harimau Sumatera (Panthera Tigris Sumatrae) kembali terpantau masuk ke perkebunan Situngkir yang berada di Desa Bukit Mas, Kecamatan Besitang, Kabupaten Langkat. Bahkan aktifitas si belang yang dilindungi ini juga sempat diabadikan (video) warga sekitar.

"Benar, laporan sudah kita terima sejak dua hari yang lalu. Memang terlihat Harimau Sumatera masuk ke lokasi perkebunan dan divideokan oleh salah satu pekerja kebun," ungkap Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sumut, melalui Kepala Seksi Wilayah (Kasiwil) ll Stabat, Herbert Aritonang, Sabtu (13/8).
Dalam video tersebut, terlihat pekerja berusaha menghalau atau mengusir Harimau kembali kedalam kawasan hutan. "Lokasi kebun berbatasan langsung dengan Hutan Produksi Terbatas (HPT) yang berjarak sekitar 1 KM dari kawasan hutan Taman Nasional Gunung Lauser (TNGL)," ujar Helbert.

Melihat keberadaan Harimau Sumatera yang masuk dalam perkebunan. Warga pun terlihat panik dan berusaha mengantisipasi kontak secara langsung dengan bersembunyi. Terlihat juga dalam rekaman video, warga melakukan pengusiran dengan cara memukul mukul Seng sembari berharap agar Harimau masuk kembali ke dalam kawasan hutan TNGL.
"Saat itu memang para pekerja kebun mencoba mengambil langkah dengan membunyikan alat alat dengan harapan agar Harimau Sumatera kembali masuk," jelasnya.

Menurut pengakuan warga, selain Harimau, dikarenakan lokasi perkebunan yang memiliki jarak cukup dekat dengan TNGL, Satwa liar lainnya juga kerap terpantau di sekitar lokasi perkebunan.

"Menurut warga, di sekitar tempat kejadian juga sering terlihat satwa liar lain seperti Gajah dan Orang Utan Sumatera," papar Helbert Aritonang.

Dengan adanya laporan ini, Helbert menegaskan, sejauh ini pihaknya sudah mengambil langkah agar tidak ada korban jiwa dan konflik berkepanjangan. Bahkan, Tim gabungan yang terdiri dari BBKSDA, BBTNGL, WCS dan karyawan kebun, juga sudah memasang kandang jebakan di kawasan jalur lintasan hewan buas ini.
produk kecantikan untuk pria wanita

"Saat ini kita sudah pasang kandang jebakan untuk Harimau Sumatera. Kita berharap dengan umpan kambing hidup ini, Harimau Sumatera dapat masuk jebakan yang kita pasang untuk selanjutnya dievakuasi masuk dalam hutan," beber Kepala Seksi Wilayah (Kasiwil) ll Stabat, Herbert Aritonang.

Tidak hanya itu, lanjut Helbert, pasca pemasangan kandang jebak, Tim juga terus melakukan monitoring bersama pekerja kebun dan petugas resort 242 Aras Napal. Diketahui kalau Harimau Sumatera, yang masuk ke areal itu ada dua ekor. Pihaknya juga menemukan jejak kaki di sekitar lokasi. Pemasangan kamera trap juga dilakukan guna memantau pergerakan Harimau Sumatera.

Diketahui, Harimau Sumatera adalah pemangsa pada puncak rantai makanan. Saat ini, eksistensinya masih terancam dengan masifnya deforestasi hutan, perburuan hingga perdagangan ilegal. Kasus perdagangan kulit harimau yang melibatkan mantan Bupati Aceh Bener Meriah Ahmadi menjadi bukti, perburuan dan perdagangan masih terus terjadi.

iklan peninggi badan
Saat ini, Harimau Sumatera masuk dalam daftar merah Uni Internasional untuk Konservasi Alam (IUCN). Statusnya masuk dalam kategori terancam punah (Critically endangered).

Populasinya diperkirakan tidak lebih dari 600 ekor yang tersebar di hutan-hutan Pulau Sumatera (Population Viable Assesment, 2016). Jika upaya pelestarian tidak digalakkan dengan melibatkan lintas sektor, tidak menutup kemungkinan Harimau Sumatera akan tinggal cerita sebagai satwa kharismatik yang pernah mendiami hutan di Sumatra, menyusul harimau Jawa dan harimau Bali yang lebih dulu dinyatakan punah. 
Editor: Herda
Tag:
busana muslimah
Berita Terkini
gopay later
Berita Pilihan
adidas biggest sale
promo samsung
flash sale baju bayi
wardah cosmetic
cutbray
iklan idul fitri alfri

Copyright © 2013 - 2026 https://utamanews.com
PT. Oberlin Media Utama

ramadan sale

⬆️