Forkopimda Jember cek pos screening pendatang dari arah Banyuwangi dan Bali
Jember (utamanews.com)
Oleh: Dian/Rls
Senin, 30 Mar 2020 22:30
Di Kabupaten Jember, dari data 2 hari yang lalu, salah satu warga terpapar virus Civid 19, 168 orang dalam pengawasan (ODP) dan 10 pasien dalam pengawasan (PDP).Setelah melakukan upaya-upaya ke dalam wilayah bersama TNI Kodim 0824/Jember dan Polres Jember, kini pemerintah daerah, setelah menetapkan status Kabupaten Jember dalam Kondisi Luar Biasa (KLB), memperketat pengawasan masyarakat yang akan memasuki Kabupaten Jember.
Di pintu-pintu perbatasan wilayah sudah diefektifkan screening bagi yang memasuki wilayah Kabupaten Jember. Tim screening tersebut didiagakan di perbatasan selama 1 X 24 Jam, dengan petugas dari Puskesmas Silo, Koramil 0824/07 Silo, Polsek Silo, Satpol PP Kecamatan dan aparat terkait lainnya.
Menurut Danramil 0824/07 Silo Kapten Arm M Ismuni, Senin (30/03/2020) terkait hal tersebut menyampaikan, bahwa setelah Bupati Jember Faida menetapkan Kab Jember KLB Covid 19, unsur Muspika menyesuaikan dengan membentuk tim screening. "Tadi kita Muspika bersama dr. Dian A dan dr. Adi W dari Puskesmas Silo sudah sepakat, mulai hari ini screening di perbatasan terhadap warga masyarakat yang masuk ke Kabupaten Jember kita efektifkan, dengan menempati Pos Polisi Garahan," ujarnya.
"Dan pagi tadi kita juga menerima kunjungan sekaligus arahan dari Bupati Jember Faida dan Dandim 0824/Jember Letkol Inf La Ode Muhammad Nurdin, di lokasi pos screening tersebut, bahwa untuk memperketat pemberlakukan screening tersebut guna memastikan kalau masyarakat yang memasuki Kab Jember terjangkit ataupun tidak", kata Kapten Arm M Ismuni.
Sementara itu Komandan Kodim 0824/Jember Letkol Inf La Ode Muhammad Nurdin saat kami wawancarai, menyampaikan, bahwa hal tersebut merupakan bagian dari peningkatan upaya mencegah meluasnya penularan covid 19 di Kabupaten Jember. "Setelah ditetapkannya KLB kemarin memang semua upaya kita perketat, kita tingkatkan," kata Dandim.
Lebih lanjut Dandim 0824/Jember menyampaikan bahwa screening masyarakat yang masuk Jember tersebut berlaku di semua pintu masuk Jember. "Bahkan sejak bulan yang lalu kita sudah melakukan screening kepada warga yang baru datang dari luar kota, luar pulau dan luar negeri, bersinergi antara Babinsa, Bhabinkamtibmas, Perangkat Desa dan Puskesmas. Mari apa yang kita lakukan ini kita patuhi bersama, dalam rangka menyelamatkan masyarakat Kabupaten Jember dari penularan covid 19 yang sangat mudah menular," pungkasnya.